Jarum jam menunjukkan pukul 23.50 dan dalam waktu sepuluh menit lagi tanggal di kalender akan segera berganti. 2011 tahun dimana banyak sekali peristiwa yang aku alami, penuh warna warni layaknya siang dan malam. Ada masanya hidup ini indah, penuh ambisi dan menyenangkan. Hangat terasa sehangat mentari pagi tapi ada pula masa di mana cahaya mentari itu terasa menghilang, ku nantikan kehadirannya tapi lama terasa hadirnya.

(lagi…)

Konon katanya perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki bahwa jumlah perempuan jauh lebih besar daripada laki-laki tapi apakah dengan keadaan ini membuat kita kaum hawa gontok-gontokan mendapatkan pasangan dan merasa takut jika stok lelaki di bumi ini habis / tak ada untuknya. Hingga dengan tega merebut pasangan orang lain walau ia tahu si Doi udah ngak single lagi demi terpenuhi egonya.

Sesama wanita janganlah saling menyakiti dan bodoh sekali jika ada perempuan yang bersaing mati-matian (lagi…)

Ada rindu di hati,ada gundah di jiwa.Waktuku untuknya tak lagi banyak,bentangan menit dalam 24 jam pun tak cukup untukku menyapanya. Dia seorang diri di sudut halaman itu mengharapkan hadirku menemuinya.Sendirian menantiku siang dan malam tapi tak juga senyumku menghapus gundahnya.
Di ruangan yang berbeda aku malah sibuk bercengkrama dengan kesibukan baruku, teman baru dan juga lingkungan baru.Waktuku kini telah banyak dihabiskan pada pekerjaan baruku.
Maafkan aku blog orange float,mungkin inilah yang disebut dengan pengorbanan.Pekerjaan baru yang selama ini ku impikan kini telah kudapatkan,dengan mudah dan tanpa pernah disangka akulah salah satu yang beruntung mendapatkan pekerjaan ini dari sekian banyak jumlah pelamar. Memiliki bos yang baik,care terhadap karyawan dan juga teman kerja menyenangkan layaknya keluarga sendiri.Maafkan aku dibalik berkah ini waktu kita berdua kini berkurang.2 bulan sudah kita tak jumpa dan aku mengerti kesedihanmu.Waktu 24 jam tak cukup untukku menyapamu,kerja pagi dan pulang malam menciptakan lelah di tubuhku hingga tak sempat lagi menyentuh blog ini.
Dear orange float,percayalah saya tak akan melupakanmu apalagi meninggalkanmu seorang diri.Sebisa mungkin akan ku usahakan waktu untuk kita berdua.

With love,
Yuli

Malam semakin larut, hening dan sunyi. Tak lagi ku dengar suara bising kendaraan ataupun suara obrolan manusia. Yang terdengar kini hanya suara jangkrik dan kicauan seekor burung gereja bahkan sesekali terdengar suara ayam jantan berkokok tapi malam belumlah usai, masih ada sisa waktu 6 jam lagi untuk melewati malam ini.

Malam semakin sunyi dan bulan pun kian merangkak naik bersama ribuan bintang menyinari halaman langit. Angin malam berhembus lembut meniup tubuhku. Masuk ke dalam pori-pori kulit bergerak bersama detak jantungku sambil diikuti aliran darah yang terus merayapi tubuhku. Dingin hingga menusuk tulang.

(lagi…)

Setiap hari 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan sepanjang hari dalam setahun sejak melek mata sampai tidur lagi kotak hitam itu selalu ramai dan tak pernah sepi sensasi dan terbiasa dihiasi oleh infotainment. Pagi-pagi buta di saat semua orang sibuk memulai hari dengan segala aktifitasnya kotak itu pun sudah siap dengan berita-berita para artisnya. Konflik rumah tangga, percintaan, serba serbi artis serta skandal. Dari yang penting hingga yang sama sekali tidak penting. Dari yang menghibur hingga gosip-gosip murahan yang hanya bertujuan mendongkrak popularitas si artis. Memang tidak melulu isinya gosip tapi ada juga berisi berita perkembangan prestasi si artis akan tetapi kebanyakan isinya malah gosip yang jauh dari kata benar.

Masyarakat diajarkan untuk curiga dan berburuk sangka terhadap seseorang bahkan bergosip, membicarakan orang lain. Bukannya bergosip itu tidak baik karena tak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini dan belum tentu juga yang bergosip itu kelakuannya lebih baik daripada yang digosipkan. Seolah-olah yang bergunjing itu baik, tak ada celah keburukan dan berkoar-koar memperdebatkan aib seseorang.

(lagi…)

Ingin rasanya ku pergi menjauh dari mereka. Memalingkan pandanganku dari tatapan mereka. Tatapan meremehkanku sekaligus merendahkanku.

Ingin ku pergi menjauh agar tak lagi mereka dapat menelanjangiku dengan tatapan menjijikkan itu.

Aku ingin pergi atau mungkin menghilang dari muka bumi ini. Melenyapkan tubuhku dan membiarkannya menelanku masuk ke dalam perut bumi agar tak lagi ku temukan wajah-wajah yang merendahkanku. Tak lagi mereka bisa menelanjangiku dengan mata-mata sinis itu.

Inginku menghilang….

(coretan putus asa)

*****

Di saat tenaga dan dedikasi yang telah diberikan tidak lagi dihargai , prestasi yang diperoleh tidak lagi dipertimbangkan. Lebih baik keluar dan tinggalkan  orang-orang yang tak pernah bisa menghargaimu.

Dear blog orange float,

Hai gimana kabarmu hari ini, semoga kau baik-baik saja selama ku tinggalkan. Maafkan aku yang beberapa minggu ini jarang menengokmu, jarang posting apalagi BW sangat jarang. Sejak tadi ku menginjakkan kaki di rumahmu banyak sekali debu dan kotoran spam menghinggapimu. Maafkan aku hingga membuatmu tak nyaman dengan keadaan ini. Kusam dan dekil.

Maafkan aku yang sedang dilanda virus malas menulis. Ingin menulis tapi dorongan untuk menulis itu jauh terkalahkan oleh pihak ketiga. Maafkan aku yang telah menduakanmu hingga sempat menelantarkanmu di dalam kesendirian. Kamu pasti marah, aku maklum kamu memang pantas untuk itu. Memarahiku hingga kau merasa puas. Ungkapkan saja uneg-unegmu kepadaku, keluarkan semua yang menganjal di hatimu. Aku di sini di sampingmu untuk mendengarkan.  Aku terima kemarahanmu karena memang aku yang salah.

(lagi…)

Pernahkah hatimu mendadak dilanda sedih ? tiba-tiba saja mellow tak menentu. Menangis tapi tidak tahu apa yang kau tangiskan. Tanpa tahu sebab tiba-tiba saja merasa sedih dan sensitif. Tanpa sebab kau menangis. Apa pun yang kau jumpai, kau pikirkan bisa saja mengundang kesedihanmu.

Air mata itu seakan mencari alasan untuknya bisa keluar membasahi matamu. Keluar membentuk anak sungai air mata.

Aku terjatuh, jatuh di dasar hatimu. Gelap ku sendiri tak ada sedikit pun sinar harapan untukku keluar dari lubang ini. Aku berteriak meminta pertolonganmu, mengharapkan uluran tanganmu tapi apa yang kudapatkan. Melirikku saja kau tidak apalagi memberi tanganmu untukku. Sakit sekali rasanya mendapatimu acuh. Hadirku seperti tak dianggap. Seperti angin, ada namun tak terlihat. Itulah aku bagimu yang tak perlu dilirik apalagi dipedulikan.

Aku telah berhati-hati untuk tidak tersungkur pada hatimu, mengatur emosiku dan sekuat tenagaku memperhatikan langkahku tapi apa. Lagi-lagi aku terjatuh. Aku terjatuh oleh pesonamu dan kali ini jatuhku lebih dalam semakin terjerumus ke dasar hatimu. Aku kesakitan, sakit karena cintaku bertepuk sebelah tangan. Tak berbalas.

(lagi…)

Aku pernah terperanjat sendiri di ruangan itu, kaget pada suatu hal yang tak pernah ku temui sebelumnya. Aku juga pernah menangis di ruangan itu bersama adikku. Rasa takut dan iba yang menghampiri kami. Aku juga pernah menyesali kebodohanku yang tidak berbuat apa-apa ketika kedua orang tuaku memutuskan tuk berpisah. Aku hanya bisa menangis dan menyesali ketidak pedualianku waktu itu.

Sedihnya hatiku ketika mendengar pertengkaran mereka dari balik dinding kamarku, mendengar cek cok kedua orang yang sangat ku sayangi. Kata cinta yang seharusnya ku dengar menjadi kata-kata amarah :cry:

Aku hanya seorang bocah yang berseragam merah putih, (lagi…)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.