aku menyukaimu, mengagumimu, inginku kau juga memiliki rasa yang sama. mau ku kau membalas rasaku ini tapi jika cinta ini tak tepat untukmu, biarlah rasa ini kusimpan saja.
ku menyukaimu di dalam kediaman. jika engkau bukanlah jodohku biarlah cinta ini ku pendam dalam hati. mungkin aku tak tepat untukmu tapi salahkah rasa ini yang sudah terlanjur lahir ?
besar harapku kau membalas cintaku tapi jika tidak biarlah ku ikhlas. ku mencintaimu di dalam diam yang menjadi rahasiaku.

apakah engkau tulang punggungku ? apakah aku tulang rusukmu ? aku percaya tulang punggung tidak akan salah berpasangan dengan tulang rusuknya.
semoga kita segera dipertemukan dengan jodoh yang sesungguhnya. jodoh yang menjadi rahasia Allah.

Kepada jarak kutitipkan cintaku dan kepada jarak pula kusampaikan maaf ku.

Pertengkaran semalam menyisakan tangis dan luka di hati. Seharusnya waktu yang sesingkat itu kita gunakan dengan baik tapi malah kita habiskan dengan pertengkaran. Maafkan aku jika aku masih kurang mengerti kamu, masih kurang mengerti kesibukanmu di sana. Pekerjaanmu telah mengalihkan waktumu untukku. Padahal sejak awal aku telah menyadarinya, inilah sebuah konsekuensi dari hubungan jarak jauh kita tapi maafkan aku yang terkadang kelepasan akibat menahan rindu akan perhatianmu. Aku telah terjajah oleh rinduku yang membelenggu tapi kamunya seakan cuek, sibuk sendiri sama pekerjaanmu. Adakah kau juga merasakan hal yang sama ?

Aku yang di sini menahan rasa rindu dan marah-marah karena merasa dicuekin oleh kamu. Aku mendadak menjadi manusia yang menyebalkan, tak pandai menjaga emosi hingga amarah yang seharusnya diredam menjadi pemicu pertengkaran kita. Rasa rinduku sudah terlalu menggunung, rasa sayangku terasa sangat hingga membuatku marah-marah gak jelas. Kita yang sama-sama keras kepala sama-sama tak ingin mengalah. Semakin hari aku semakin menyanyangimu, tak jemu menunggu kabar darimu. Salahkah prasangka (lebih…)

Apalah arti bilangan jarak yang membentang di antara kita, ribuan kilometer terpisahkan. Bilangan hari tanpa kau di sisi, waktu yang kosong tanpa kau di sini. Bentangan jarak yang memisahkan ragaku dan juga ragamu, memisahkan sentuhan, pelukan bahkan senyummu tak jelas kulihat. Bilangan jarak memisahkan kita jauh, memaksa kita tak leluasa berjumpa. Antara kau dan aku ada jarak tempuh yang memaksa kita untuk menjalani kisah cinta jarak jauh, menyelusup menghalangi mata memandang.

Jarak hanya sederet bilangan angka, terasa jauh memang tapi apalah artinya angka-angka itu bila dibandingkan sayangku padamu yang tak terhitung oleh bentangan angka itu. Dapatkah kau menghitung berapa dalam cintaku, seberapa besar rasa sayangku, seberapa berat hatiku menahan rindu akan hadirmu bahkan seberapa tinggikah harapku akan hubungan kita. Tak terhitung, tak mampu ku menghitungnya. Hanya keikhlasan yang ku berikan. Aku ikhlas mencintaimu meski terkadang sakit menahan rindu, ikhlas menunggumu menghubungiku di saat kau sibuk dengan pekerjaanmu meski terkadang serasa diabaikan. (lebih…)

Waktu terus berjalan, hari terus berganti, tanpa disadari perubahan telah terjadi. Entah apa yang membuatnya berubah. Janji setia yang dulu telah terucap seakan dimakan waktu. Mimpi-mimpi yang pernah  dirangkai bersama telah terabaikan terhapus oleh waktu. Memang lidah tak bertulang, gampang sekali terlupakan. Tanpa rasa bersalah meninggalkan begitu saja seakan semua tak lagi berarti. Cintaku terkikis waktu.

Engkau kini tak seperti dulu , tak ada lagi namaku yang tertulis di hatimu. Tak lagi hadirku yang kau rindukan. Tak lagi diriku yang bertengger di pikiranmu. Aku seolah terhapus waktu, artiku telah tergantikan oleh sesosok baru. Bergeser oleh kisahmu yang baru. Dulu ku kira kau sungguh-sungguh padaku, tak mungkin kau menjauh, dengan keyakinan seutuhnya ku yakin kau akan memilihku tapi nyatanya tidak. Itu hanya inginku saja tapi bukan inginmu. Mimpiku berakhir dengan ending yang tak pernah ku kira. Lamanya waktu bersama tak menjamin mampu menjadi kebersaman yang abadi, benar-benar surprise dibuatnya. (lebih…)

Ini adalah kali keduanya saya nulis di blog ini tentang masalah yang sama. Sebelumnya saya pernah posting di sini beberapa waktu yang lalu dan entah mengapa jari-jari saya merasa gatel untuk menulis ulang topik ini. Kuping saya panas dan hati saya pun telah muak bahkan gerah sudah mendengar komentar orang-orang yang bisanya hanya omdo, omong doang bantu kagak. Orang-orang yang terlalu kepo. Mereka yang saya maksud di sini adalah mereka yang statusnya keluarga bukan dimana gak ada hubungan darah setetes pun. Jika yang kepo itu adalah keluarga bahkan saudara saya sendiri, okelah saya sih gak masalah karena mereka adalah keluarga dan saya maklumi itu tapi ini orang-orang yang bagi saya tak perlulah mereka tau banyak bahkan mengurusi hidup pribadi saya meski sebenarnya mungkin mereka juga care pada saya tapi entahlah bagi saya cukup sudah my life is mine, gitu.

Merujuk pada postingan saya yang lalu dimana saya benci banget sama pertanyaan bodoh dimana saya sendiri tak tau bahkan tak punya jawabannya mau jawab apa yang ada hanya dongkol di hati sambil bergumam “please deh penting ya ngurusin hidup saya” walau mungkin niat mereka baik tapi tetap saja secara tidak langsung menyakitkan saudara-saudara. (lebih…)

Lama sekali blog ini sepi, ngak ada tulisan baru. Yah maklum-maklum aja lah alasan lama masih aja menjadi kambing hitamnya :D Ada rasa malu soalnya saya ngak bisa konsisten, kadang hadir dan tau-tau lama menghilang. Mau gimana lagi alasan lama masih aja menjadi tamengnya karena memang gak ada alasan lain dan kali ini saya malu untuk menjelaskan alasannya lagi. Sebelum memberi alasan pasti teman-teman blogger udah pada tau jadi saya rasa kayaknya gak perlu dikasih tau aja kali ya. Lagu lama, kaset baru. CCDT (cek cek dak tau) be :D

Akibat lama hiatus malah jadi binggung buat menulis. Ide itu serasa udah numpuk di kepala berjejalan tapi jari-jari serasa berat untuk mengetik. Gak tau musti dimulai dari huruf apa. phfuuuuuh…. Mau silaturahmi ke teman-teman blogger lama eh ternyata banyak juga yang hiatus bahkan blognya udah pindah rumah. Nasib baik kalo si empunya ninggalin pesan ke mana rumah barunya kini pindah, yang lebih parahnya lagi ada beberapa blog yang gak bisa dibuka, yah lost contact lah saya :(

Teman-teman kalo pindah rumah (blog) kasih tau dunk…. sedih aja rasanya kehilangan teman dimana dulu pernah berbagi di dunia maya.

Saya tidak dapat menjaga komitmen, saya telah ingkar janji, saya udah berbohong dan jujur saya akui itu. Telah satu bulan lebih saya tak menyentuh blog ini dan terbukti saya tidak dapat menjaga komitmen saya kepada blog ini untuk sering-sering menjenguknya. Bukannya saya mencari-cari alasan tetapi persoalan yang baru-baru ini terjadi benar-benar membuat saya menutup diri. Biasanya saya selalu berbagi cerita kepada blog ini tentang apa yang saya alami dan rasakan tetapi kini saya memilih tuk menutup diri tuk sementara waktu. Jika dulu saya selalu terbuka tentang kehidupan saya dan maaf saat ini saya memilih tuk memendam dulu rasa ini, menenangkan hati dan pikiran hingga saya menemukan saat yang tepat tuk bicara.

Blog ini memang banyak mengisahkan kehidupan sehari-hari saya bahkan tanpa dipungkiri urusan hati pun saya curahkan juga di sini. Mungkin ada yang beranggapan blog ini mengandung (lebih…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 137 pengikut lainnya.