Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 01:00 tapi mata ini masih segar sedikit pun tidak ada rasa kantuk. Saya sendiri ngak ngerti sudah beberapa bulan ini saya menjadi terbiasa untuk tidur tengah malam bahkan subuh. Bangun tidur tetap pagi tetapi jam istirahat menjadi berkurang bahkan berat badan malah nambah 2 kilo. Biasanya kebanyakan orang jika bergadang pasti berat badannya menurun dan pada siang hari bawaannya ngantuk mulu jadi malas kerja tetapi ini semua ngak berlaku pada saya *dasar mahkluk aneh* padahal saya ngak pernah yang namanya minum kopi.

Semua ini gara-gara kebiasaan saya sebelumnya dimana hampir setiap malam bersama teman satu kosan terbiasa begadang. Awalnya saya seseorang yang tidak terbiasa tidur tengah malam dan jika telat sebentar saja  pusing, kepala terasa berat tapi kini semua berubah ngak tahu kok bisa begini. Pada mulanya saya hanya mengikuti ajakan seorang teman untuk gabung dengan yang lain dan demi menjaga solidaritas maka saya ikuti. Makin hari tidurnya semakin malam dan makin ngak teratur. Walaupun saya udah hengkang dari status anak kos yang merantau di kota orang dan kembali ke kampung halaman tapi kebiasaan yang satu ini ngak juga ngilang dan kini telah menjadi kebiasaan buruk. (lagi…)

Pada postingan Yuli sebelumnya seringkali saya menyinggung menulis mengenai keluarga saya. yah… saya adalah kakak dari dua orang adik perempuan. Dapat dibayangkan bahwa di keluarga saya hanya Ayah cowok paling ganteng di rumah yang selalu menjaga para dewi dewi nya yang cantik dan manis.

Sekarang adik saya yang nomor dua sedang mengandung anak pertamanya. Tentu kehadiran calon anggota keluarga baru ini sangat dinantikan secara setelah 3 tahun menikah baru sekarang ia akan diberikan seorang baby dan yang paling membahagiakan adalah calon sang baby adalah anak laki laki. Kami semua di rumah sangat menantikan kehadiran si kecil karna ia lah laki laki pertama yang akan meneruskan silsilah keluarga kami.

Saya sudah membayangkan  wajah imutnya pasti selalu bikin semua gemes dengan segala tingkah lakunya. Saya tak sabar lagi ingin cepat cepat mengendong dan mengajaknya bermain. Mengira ngira wajahnya lebih mirip siapa, ibunya atau bapaknya. (lagi…)

Dam Semagi merupakan salah satu wisata alam yang ada di Jambi tepatnya terletak di Kecamatan Tanah Tumbuh berjarak sekitar  41  km dari kabupaten Bungo. Dam ini merupakan bangunan air yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1937 dan hingga sekarang masih berfungsi.

Pada hari libur tempat ini ramai dikunjungi oleh anak-anak, orang tua maupun remaja. Duduk di atas batu besar sambil merasakan air dingin yang mengenangi kaki.

********

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya di awal tahun 2005 silam tepatnya tanggal 9 Januari 2005 ketika saya masih duduk di bangku kuliah liburan ke Dam Semagi. Pada hari itu saya bersama teman-teman (dah lupa berapa banyak jumlahnya) satu posko kukerta pergi jalan jalan ke sana dengan niat untuk Free Tour. Niat kami hanya untuk refreshing setelah sebulan lebih terkurung di desa terpencil jauh dari segala fasilitas dan sinyal hp. Direncanakan minggu depannya masa kukerta kami akan habis dan kami bisa kembali ke kota rumah masing-masing.

Dimulai dari pagi-pagi buta kami merencanakan liburan kami diam diam tanpa harus diketahui oleh penduduk desa karna acara ini members only. Dengan menumpangi bis, rombongan kami terbagi 2 tim agar tidak terlalu mencolok dan pada satu tempat kami akan bertemu kembali.

(lagi…)

Saya menangis tapi saya tak tahu apa yang sedang saya tangisi. Air mata ini hanya ingin mengaliri pipi ini. Batin ini menangis, risau, resah, takut jika ia tak mampu bertahan.

Mungkin orang lain memandang saya ini cengeng, penakut dan pengecut. Biarkan saja. Inilah saya. Terkadang saya begitu percaya diri, optimis dan tegar tapi di lain waktu tiba -  tiba saya menjadi seorang mahkluk lemah dan menyebalkan. Dimana kekuatan saya. Dimana senjata optimis, ketegaran dan percaya diri saya. Dimana kini mereka bersembunyi. Jangan tinggalkan saya sendiri di sini terkulai tak berdaya.

Batin ini masih bersedih diiringi air mata yang tak henti mengalir. Perlahan tapi pasti mengenangi kekuatan saya :(

****** (lagi…)

Diam,

Hening,

Blank,

Kosong,

Detik menit terus bergulir, tetapi tak satupun huruf yang terangkai menjadi sebuah kalimat yang indah, tersusun hingga tercipta tulisan yang menarik.

Binggung apa yang harus saya tuangkan pada halaman ini.

Amarahkah???

Kesedihankah???

Kebahagiaankah???

Ocehankah????

Ataukah renungan???

Aggh……. saya lagi blank gak punya ide tuk menulis. Sudah lama sekali saya hiatus menghilang dari dunia maya dan kini saya tak tahu apa yang harus saya lakukan di hadapan laptop ini dengan keyboard dan monitor yang terpampang di hadapan saya. (lagi…)

Ngak tahu kenapa tiap kali denger nih lagu saya selalu teringat “Dia” di sana. Baru beberapa hari pisah aja dah kangen berat. Saya dah terbiasa ada dia di samping saya. Saya emang orang yang ngak bisa jauhan apalagi sama seseorang yang begitu berarti.

Sehari harinya kami hanya bisa mengandalkan komunikasi melalui hp dan chat YM dan FB. Duh balik kayak dulu lagi neh :( (lagi…)

Saya adalah seorang perempuan biasa yang lahir dari keluarga biasa biasa saja, memiliki orang tua yang pengertian, adik adik yang mengasyikkan dan teman teman yang selalu saya kangeni.

Saya adalah seorang perempuan biasa yang sedang beranjak dewasa belajar untuk bisa mengisi hidup ini dengan kebaikan.

Saya adalah seorang perempuan biasa yang memiliki seorang pacar calon suami yang sangat penyayang. Menyayangi saya lebih dari dirinya sendiri. Sabar menghadapi segala rengekan dan ocehan saya, sifat kekanakan dan kemanjaan saya. Rela berkorban dan membela saya demi cintanya yang teramat besar. Selalu bekerja keras agar bisa membahagiakan saya. (lagi…)

Begini rasanya jadi orang tak punya, tak dipandang sedikit pun. Selalu diremehkan.

sampai detik ini kenapa masih ada orang yang masih meremahkan cinta kami. Memandang kami dengan tatapan hina, penuh kebencian. Terlihat jelas wajah wajah sirik berhiaskan kepura puraan, memancarkan kesinisan, kemunafikan bertopeng di balik dalih agama. Memfitnah dan mencemoohkan kami. Sudah berapa banyak fitnah yang terlontar dari mulit kalian. Mengeluarkan segala gunjingan dari pikiran kotor kalian. Mencoba memisahkan kami. Tertawa melihat kami berantem, bahagia melihat kami sedih dn puas melihat kami susah.

Ah, biarkan saja. Mereka tak tahu apa apa hanya hati kami yang tahu betapa kuatnya cinta ini, tak seorang pun yang bisa membenamkan cinta dan kasih sayang dari hati kami. Hanya kami berdua yang tahu betapa kuatnya cobaan yang harus kami hadapi mendengar ucapan miring dari kiri dan kanan. (lagi…)

9 bulan saya di kandungmu
siang malam memikul beban berat diperutmu
langkahmu makin hari terasa berat
tidurmu tak nyenyak dan tubuhmu sudah tak seramping dahulu
tapi engkau tetap tersenyum bahagia
debar di hati menantikanku lahir ke dunia
engkau rawat saya dengan kelembutan kasih sayangmu
menjaga dan mendidik saya dengan setulus hati
membesarkanku dengan penuh perhatian
terkadang tangisku membangunkan tidurmu
namun kau tak pernah mengeluh tetap mencintaiku
memeluk, mencium dan mengendongku dengan kasih sayangmu (lagi…)

Di sini, di tempat ini aku menunggumu. Menunggu kehadiranmu.  Sepi sendiri terpaku seorang diri. Menanti janjimu menemuiku.

Waktu terus berjalan percuma. Detik, menit terus berlalu. Siang berganti malam dan malam kembali berganti siang. Namun tak ku lihat sedikit tanda kehadiranmu. Ada apa denganmu. Kenapa sampai detik ini kau tak juga hadir di hadapanku. Dimana kau berada. Adakah kau di sana mengingatku. Aku masih di sini menunggumu.

Aku ingin pergi meninggalkan tempat ini mencari dirimu. Menelusuri jalan, menerobos gigitan matahari, bertahan di kedinginan malam tetapi hati berkata jangan kau pergi, jangan kau tinggalkan tempat ini. Rumput dan pepohonan terus memohon menghiba. sang matahari masih kukuh menghadang dan siap menggigitku. Alam berkata tetaplah setia di sini menunggumu. (lagi…)

Halaman Berikutnya »