Di sini, di tempat ini aku menunggumu. Menunggu kehadiranmu.  Sepi sendiri terpaku seorang diri. Menanti janjimu menemuiku.

Waktu terus berjalan percuma. Detik, menit terus berlalu. Siang berganti malam dan malam kembali berganti siang. Namun tak ku lihat sedikit tanda kehadiranmu. Ada apa denganmu. Kenapa sampai detik ini kau tak juga hadir di hadapanku. Dimana kau berada. Adakah kau di sana mengingatku. Aku masih di sini menunggumu.

Aku ingin pergi meninggalkan tempat ini mencari dirimu. Menelusuri jalan, menerobos gigitan matahari, bertahan di kedinginan malam tetapi hati berkata jangan kau pergi, jangan kau tinggalkan tempat ini. Rumput dan pepohonan terus memohon menghiba. sang matahari masih kukuh menghadang dan siap menggigitku. Alam berkata tetaplah setia di sini menunggumu. (lagi…)

Ini adalah kelanjutan tulisan saya sebelumnya tentang I Knew I loved you. Setelah berbulan bulan akhirnya baru hari ini bisa buat laporannya. buat teman-teman sorry sorry mayori dimaafkan yah…. (sambil nyalamin satu per satu) :)

Ku kenal dia di tahun 2005 lewat YM tetapi selama 4 tahun kemudian komunikasi kami terputus. Saya sibuk dengan dunia saya sendiri dan ia pun begitu hingga akhirnya saya benar – benar lupa tentang dirinya, lupa bahwa saya pernah mengenal dia tetapi tidak dengan dia. Dia masih ingat saya dan semua obrolan kami dulu. Saya tidak pernah berniat serius berteman dengan seseorang yang saya kenal dari dunia maya karna menurut saya orang – orang yang berkecimpung di dunia maya hanyalah orang iseng yang lagi kurang kerjaan yang bisanya cuma gombal dan berbohong. Saya emang tidak suka ber YM ria kecuali pada orang yang benar – benar saya kenal. Saya lebih memilih berteman dengan seseorang yang jelas wujudnya dan keberadaannya ada di depan mata saya. Tapi kini semua asumsi saya itu terpatahkan. Ternyata saya telah salah menilai dan tidak semua orang yang saya kenal dari dunia maya seperti itu. Contohnya pada teman sesama blogger dan boneka panda saya.

Ia mampu mengalihkan dunia saya. Tak pernah saya temukan sosok seperti dia pada teman dekat saya sebelumnya. Saya telah jatuh hati pada nya sebelum bertemu. Saya merasa cocok dan dialah sosok yang saya cari selama ini walaupun pandangan saya tertutupi tapi hati bisa merasakan karna rasa tak pernah bohong hanya satu alasan Feeling.

Senin 15 Juni 2009 jam 7 pagi pertama kali kami bertemu. Sebelumnya ia selalu menolak untuk menunjukkan gambar dirinya dengan alasan surprise. Pagi itu saya melihat ada 2 orang pria yang sedang duduk sendirian sedang menanti seseorang. Saya pun sempat binggung dan berniat berbalik arah melupakan copy darat kami pagi ini. Ternyata boneka panda saya telah mengenali saya dari kejauhan dan menyambut saya dengan senyuman manisnya. ahh…. akhirnya datang juga

Kata demi kata terucap dari bibirnya menunjukkan betapa bahagianya dia bisa bertemu saya dan saya sendiri tak banyak bicara masih bengong sendiri. Saya perhatikan ia dari atas sampai ujung kaki, saya dengar baik – baik suara dan ucapannya. Yah… ternyata emang benar saya tak salah orang. Saya mengenali suara ini dan kata – kata ini sering terucap dari bibirnya.

Tubuhnya yang tinggi dan sedikit ndut tapi ngak ndut banget membuat saya gemes pada lemak yang menempel pada tubuhnya. Terasa nyaman memeluknya seperti memeluk boneka panda. Saya seperti anak kecil yang kegirangan dibelikan boneka panda dan memeluknya erat – erat seolah – olah tak ingin lepas dari genggaman saya tapi sayang boneka panda ini belum bisa menemani tidur saya. hahhahahaha…. :D

Biarkan saja orang mau berkata apa, saya hanya mengikuti kata hati saya dan melakukan yang terbaik untuk diri saya. Saya hanya bisa mengendalikan diri saya sendiri karna raja dalam diri saya adalah saya sendiri dan saya tak dapat mengendalikan pikiran orang lain terhadap saya karna itu di luar jangkauan saya. Just do my best.

Assalamualaikum…. met pagi semuanya sahabat-sahabat ku tersayang. om, tante, mbak, mas, akang, Aa’, kakak dan adek. wah saya dah kanget banget dengan kalian dan rumah Orang Float saya ini. kalian pasti dah kanget berat kan sama saya, ayo ngaku ngaku, udah ngak usah malu. jujur aja.

Semenjak postingan terakhir saya yang ini saya ngak pernah up date lagi. awalnya sih karna sakit maka saya ngak semangat buka internet eh ngak tahunya setelah sembuh malah keterusan ngak bisa sesering dulu bisa ngeblog, blogwalking, cek email dan buka YM. Karna sekarang saya dah resign dari pekerjaan yang lama bukan karna saya sering sakit ataupun malas kerja tetapi karena satu dan lain hal maka dengan berat hati saya memutuskan keluar dari pekerjaan yang telah mengaji saya dan memberikan saya pengalaman baru selama 4 tahun ini dan sampai detik ini pun saya masih menyandang gelar “PENGANGGURAN” kemaren – kemaren dah coba masukin bahan lamaran kemana-mana. yah doakan ya semoga saya bisa segera dapat pekerjaan baru, maklum baru kali ini saya jadi pengangguran. pusing ngak ada uang. mo jjs mikir dulu, mau jajan mikir juga apalagi kalo mau menyalurkan hobi ngeblog dan shopping harus mikir berpuluh kali. cek kocek dalam dompet dulu masih ada ngak apakah masih cukup untuk makan. Duh… saya emang lagi kere berat sekarang.Ternyata begini rasanya jadi anak kost yang pengangguran harus hemat, irit, dan efisien :)

Saat ini saya juga mencoba merantau ke salah satu kota di pulau Jawa dan terpaksa tuk sementara menjauh dulu dari kota kelahiran saya yaitu Kota Jambi. Di kota ini saya tidak punya siapa-siapa hanya “Si Dia” yang selalu menemani saya kemana-mana karna saya sendiri emang penakut untuk jalan sendirian apalagi sendirian di kota orang lain dengan adat, budaya dan bahasa yang berbeda pula. Saya butuh waktu untuk adaptasi dan mengetahui seluk beluk jalanan kota ini agar saya tidak menjadi anak hilang kelak, maklum lah buat nyari yang semanis saya dah ngak ada lagi cuma satu satunya limited edition hahahaha….. :D

(lagi…)

I'm Not Okay Now
I’m Not Okay Now

Saya pernah denger katanya penyakit itu datangnya malam hari pada saat manusia sedang tidur. Ketika kita sedang terlelap dalam dunia mimpi maka si kuman penyakit datang menghampiri tubuh kita. Apa benar begitu???

Seperti semalam sebelum tidur saya merasa badan saya ok ok saja, capek sih iya tapi tetap masih sanggup melakukan aktifitas yang lain. Masih bisa pergi ke sana sini, naik turun tangga, mencuci, menyetrika baju bahkan masih sanggup pergi belanja sendirian ke swalayan di bawah terik sinar matahari.

Tetapi pagi ini malah sebaliknya. Duh… ada apa dengan tubuh saya hari ini, bangun pagi pagi dengan kondisi tenggorokan sakit, hidung mampet, kepala pusing terasa berat banget, persendian terasa sakit seolah olah mau patah remuk semua, badan panas. Lebih tepatnya saya sedang demam malarindu :mrgreen: Mau di bawa bermalas-malasan tapi ngak mungkin. Banyak kerjaan yang telah menanti saya. Mau ambil ijin apalagi ngak mungkin pasti yang lain akan protes. Karyawan yang paling sering ambil ijin ya saya. Diantara karyawan lain emang saya yang lebih sering ijin sakit.

Tapi hari ini kenapa di saat kerjaan banyak menumpuk dan urusan banyak yang belum diselesaikan tapi kondisi badan malah kurang fit begini. Apakah kemarin-kemarin saya terlalu memaksakan tubuh ini untuk beraktifitas dan kurang memperhatikan haknya. Sehingga hari ini ia protes dan memaksa saya untuk mengurangi kesibukannya. Saya akui beberapa hari ini saya memang memaksanya untuk menuruti kemauan saya. Tak peduli seberapa letihnya ia.

(lagi…)

Dulu sewaktu masih duduk di bangku sekolah bahkan sampai kuliah, saya males sekali mengerjakan PR (dibaca: pe-er). Menurut saya PR itu seperti beban apalagi kalo soal yang diberikan susahnya minta ampun mendingan saya nyontek aja. Seperti kata salah satu guru SMP saya, dia menyuruh siswanya untuk berusaha mencari jawaban dari tugas-tugas yang diberikan. Dia tidak mempermasalahkan apakah jawaban itu didapat dari usaha pemikiran sendiri atau mencontek, toh menurutnya mencontek merupakan usaha untuk mendapatkan jawaban. Kalo semua guru saya dulu begini paling demen saya.

Beda pada saat saya duduk di bangku kuliah, pada saat ujian mid maupun semester sang dosen membolehkan mahasiswanya ujian open book dengan syarat dilarang mencontek dan ribut selama ujian berlangsung. Nah kalo kasusnya begini saya juga demen. Ngak heran kalo saat memasuki musim ujian tiba pasti sibuk nyari pinjeman buku catatan dan paper buat di fotocopy. Dan jangan kaget pada musim ini akan banyak ditemukan kasus kehilangan buku catatan. Maklum aja kebanyakan di antara teman-teman saya pada saat jam kuliah pada males mencatat materi kuliah dan lebih suka gosip lewat kertas buram.

Saya sadar apa jadinya bangsa ini jika generasi penerusnya seperti saya semua. Dibiayai orang tua kuliah tapi malah anggap nyantai aja ngak ada keseriusan belajar. Walaupun dulunya saya pernah begitu tapi tetap saya tidak lupa pada tanggunga jawab pada orang tua dan bisa menyelesaikan studi saya hanya dalam kurun waktu 4 tahun dengan ipk di atas 3.

(lagi…)

Manusia lahir dengan membawa keunikan masing-masing. Keunikan ini diantara satu dengan yang lainnya tidaklah sama begitu pula pada anak kembar, walaupun sepintas terlihat sama tetapi jika dilihat dengan seksama akan tampak perbedaan itu. Mereka serupa tapi tak sama. Begitu pula kita sebagai mahkluk ciptaan Nya dengan bentuk, ciri dan latar belakang yang berbeda tentu tidak mirip. Dari sekian banyak perbedaan itu masing-masing kita memiliki keunikan sendiri. Ada banyak hal yang mengagumkan yang tersimpan pada diri kita. Tetapi kali ini saya hanya mengungkapkan The 7 Awesome Things About Me yang membuat diri saya beda dengan yang lainnya.

1. Jujur

Saya adalah orang yang dapat dipercaya dan sulit untuk berbohong. Saya akan mengatakan apa adanya agar terhindar dari masalah di kemudian hari karna saya memang tidak kreatif untuk berbohong kecuali saya akan berbohong hanya untuk kebaikan. Entahlah saya merasa takut berbohong dan selalu ingat dosa yang akan saya terima. Karena kejujuran saya ini teman-teman menyebut saya sebagai Gadis Jujur dan karena kejujuran ini pula saya sering diberikan kepercayaan untuk menjaga sebuah rahasia. Bahagia rasanya bisa menjadi loker penyimpan rahasia. Menutup mulut saya rapat-rapat dan menguncinya jangan sampai lepas.

(lagi…)

Banyak orang bilang katanya mimpi adalah bunga tidur, ya kalo mimpinya bagus pasti jadi bunga tidur, nah kalo mimpinya serem jadi apanya tidur yah??? Semalam saya mimpi yang aneh sekali dibilang bagus iya dan dibilang ada sedikit ketakutan juga ada tapi bukan serem.

Semalam ayah, Ibu dan kedua adik hadir di mimpi saya. Menceritakan ayah hendak pergi meninggalkan kami tapi ibu menyuruh saya untuk melarangnya pergi dan meminta saya untuk mengulur kepergiannya. Tetapi ayah bersikeras meninggalkan kami. Kami terus mengikuti langkah ayah dan tak ingin ia hilang dari pandangan kami.

Tiba-tiba kami berada di tengah hutan yang gelap tak ada setitik pun cahaya. Saya ketakutan, takut jika ada sosok mahkluk lain yang menarik saya dari kegelapan hutan. Saya butuh seseorang yang bisa melindungi saya dan saya menangis sambil memanggil nama ayah karna saya memang takut gelap kemudian ayah muncul di hadapan saya. saya pegang erat tangannya. Di situ saya dapat merasakan bahwa ayah masih menyayangi kami dan ia pun juga keberatan pergi jauh meninggalkan kami.

(lagi…)

Dengerin lagunya Tante Mariah Carey sambil ngikutin liriknya. Kebetulan sekali si Depz bilang lagu ini mewakili perasaan saya saat ini. Seperti kata tante ini bahwa

after every storm

if you look hard enough

a rainbow appears

yup i hope so. Setelah hujan akan datang pelangi, setelah mendung akan datang sinar mentari, setelah cobaan kan datang kebahagiaan menyambut insan yang lebih tangguh dan kuat. Allah menyayangiku maka ia berikan cobaan ini kepada saya agar saya melihat ke luar bahwa ada banyak orang yang memiliki masalah yang jauh lebih rumit dibandingkan saya dan tetap i will survive dengan pilihan dan hidup saya saat ini :D

(lagi…)

Hati saya sedang sakit, sakit rasanya mendengar ocehan orang-orang yang selalu menjelekkannya, memandang hina dirinya dan meremehkan kemampuannya. Penjelasan apapun yang kami berikan seolah-olah sudah tak penting lagi. Mereka sudah tak mau mendengar penjelasan kami. Mereka telah menghakimi kami bersalah dan memvonis kami tidak berhak hidup bahagia bersama. Mereka hanya bertahan pada argumen mereka sendiri dan tak peduli perasaan kami. Mereka hanya menilai orang lain dari sisi luarnya saja dan tak tertarik mengenal sosoknya lebih dalam lagi.

Mereka bilang dia begini, dia begitu, saya begini, saya begitu. Mengapa semua orang meragukan cinta kami. Apa salah kami, apa kami salah bila saling mencintai. Satu sisi saya menyayanginya dan di sisi lain mereka adalah keluarga saya sendiri. Semoga apa yang mereka kira itu tidaklah benar. Saya mengenal dia dan sampai saat ini di mata saya tak ada sedikit pun kecurigaan mereka terbukti benar.

(lagi…)

Halaman Berikutnya »