Menjadi anak baru di lingkungan baru itu selalu saja menjadi sorotan para senior, bermacam-macam caranya. Diuji apakah si anak baru bisa bekerja dengan baik, dapatkah ia beradaptasi dengan lingkungan barunya. Si anak baru selalu menjadi sorotan dan untuk masa-masa awal begini rawan sekali jika ditemukan kekurangan dan kesalahannya. Bisa-bisa menjadi nilai minus di mata perusahaan. Ada norma-norma tidak tertulis bagi anak baru yang harus ditaati seperti :

1. Dilarang terlambat masuk kerja

Sepagi apa pun jam masuk kantor, jangan pernah datang terlambat kalo bisa datanglah ketika yang lain belum datang. Lebih baik menunggu daripada ditunggu bos dan rekan kerja di depan pintu πŸ˜† gak enak kan pagi-pagi udah disambut senyum kecup atasan.

2. Dilarang mengeluh

Seberat apa pun pekerjaan yang diberikan dan serumit apa pun itu jangan pernah mengeluh terutama di hadapan rekan kerja. Simpan saja keluh kesah itu, kerjakan dengan ikhlas dengan memasang senyum manis selalu. Unek-unek yang terucap tanpa kita ketahui bisa saja sampai ke telinga atasan. Anak baru diminta untuk belajar mengenal cara dan sistem kerja di perusahaan, maka pelajarilah tapi jangan sok pintar, berlagak bego tuk sementara juga gak pa-pa. Namanya anak baru kerjakan aja tugas-tugas yang diberikan dan anggap aja ini pemanasan. Jangan banyak omong dan nurut aja sesuai job desk yang diberikan.

3. Dilarang nge sok

Yang namanya sok itu gak bagus, apa pun itu. Jaga selalu ucapan, sifat sombong tidak akan membawa manfaat. Jangan sampai orang lain menjadi ilfil gara-gara kesombonganmu meski kamu memilki sesuatu yang tidak mereka miliki tapi tak perlulah memamerkan kelebihanmu. Orang yang ramah dan rendah hati akan lebih menyenangkan dan memiliki banyak teman dibandingkan orang yang sok. Biarkanlah rekan yang lain sok dan jangan pernah ikut-ikutan.

4. Ramah tapi gak sok asik

Ada orang-orang yang bersikap over, sok asik, dibuat-buat. Ia ingin diterima di lingkungannya itu tapi ia melupakan “be your self” nya. Pura-pura dan berlindung di balik topengnya. Ramah sih oke tapi gak usah sok asik gitu. Bersikaplah sewajarnya, apa adanya.

***

Satu kantor, satu gedung, berisi banyak individu. Beragam sifat, karakter, ada banyak ego, berasal dari latar belakang yang berbeda. Berbeda suku, agama, keluarga, pendidikan. Inilah yang harus dipahami seorang karyawan baru untuk mengenal keberagaman di kantornya. Ia dituntut untuk bisa menerima perbedaan bahkan bersikap dewasa ketika terbentur pada suatu konflik. Sebisanya hindari permusuhan meski tak sependapat, jangan sampai konflik yang ada menurunkan produktivitas kerja.

Pernah di suatu kantor ditemukan senior kerja yang sok, merasa sok pintar, sok asik, kepo dan pelit ilmu. Wajar dong jika ada karyawana baru yang bertanya, yah namanya juga masih belajar dan kalo dia udah ngerti gak mungkin dia bertanya dan mungkin enggan bertanya kepada senior yang nge sok ini. Seakan dia keberatan berbagi ilmu dan takut jika anak baru ini lebih pintar daripada dia. Merasa takut tersaingi dan setiap kali bertanya selalu dijawab dengan jawaban ketus, nyolot. Sensi banget kalo ditanyain apa pun, ih nyebelin rekan kerja beginian.

Sabar, sabar….. jangan sampai ikutan tersulut emosi menghadapi manusia beginian. Niat awal masuk di perusahaan ini kan untuk kerja dan bukan mencari musuh. Jangan diambil hati senior yang nge sok, biarlah Allah yang membalasnya. Semoga hatinya lekas terbuka untuk tidak sombong lagi πŸ™‚

Aku diam bukan berarti bisu, aku nurut bukan berarti takut. Aku bertanya bukan berarti bodoh. Berhentilah berlaku sok, jangan buat aku tidak menghormatimu.

Salah satu faktor yang menentukan betah tidaknya seseorang adalah lingkungan kerja, Sehari-hari bahkan sebagian besar waktunya lebih banyak dihabiskan di kantor, pergi pagi pulang malam. Rumah hanya sebagai tempat untuk beristirahatΒ  dan selebihnya dihabiskan di kantor. Rekan kerja yang menyenangkan membantu kenyamanan hati seseorang, ikut andil dalam menentukan betah tidaknya seorang karyawan.

Tulisan ini gak hanya ditujukan untuk karyawan baru saja tetapi untuk semua individu yang berada di perusahaan. Jaga selalu kebersamaan πŸ™‚