Aku tak mengerti dengan apa yang aku rasakan saat ini. Apakah aku sedang putus asa atau apalah namanya aku gak ngerti. Kau tahu aku sangat mencintaimu, hadirmu mewarni hariku yang dulu sempat kelabu. Aku yang pernah terpuruk dan memutuskan untuk tidak lagi mengenal cinta bahkan enggan mengenal lelaki baru. Menjauhkan lelaki-lelaki yang hendak mencuri hatiku kembali. Mengharamkan lelaki-lelaki bajingan lainnya untuk kembali mempermainkan perasaanku kembali. Aku yang takut jatuh cinta, aku yang tak berani mengenal cinta bahkan memutuskan untuk menjadi jomblo. Ku pikir ini jauh lebih baik daripada kembali merasakan patah hati.

(lebih…)

Menjadi anak baru di lingkungan baru itu selalu saja menjadi sorotan para senior, bermacam-macam caranya. Diuji apakah si anak baru bisa bekerja dengan baik, dapatkah ia beradaptasi dengan lingkungan barunya. Si anak baru selalu menjadi sorotan dan untuk masa-masa awal begini rawan sekali jika ditemukan kekurangan dan kesalahannya. Bisa-bisa menjadi nilai minus di mata perusahaan. Ada norma-norma tidak tertulis bagi anak baru yang harus ditaati seperti :

1. Dilarang terlambat masuk kerja

Sepagi apa pun jam masuk kantor, jangan pernah datang terlambat kalo bisa datanglah ketika yang lain belum datang. Lebih baik menunggu daripada ditunggu bos dan rekan kerja di depan pintu 😆 gak enak kan pagi-pagi udah disambut senyum kecup atasan. (lebih…)

Tiada hari tanpa musik, saya terbiasa mendengarkan musik di sela-sela aktifitas sehari-hari. Hidup tanpa musik terasa sunyi, sepi dan membosankan. Ada banyak macam jenis musik dan kebetulan saya bukan orang yang mengidolakan satu jenis musik. Tidak mentok pada satu aliran doang dan bagi saya musik apa pun asyik asalkan iramanya enak dan liriknya bagus. Ngak masalah, bisa jadi itu dangdut, pop, rock, reggae, r&b, apa ajalah yang penting nyaman di telinga dan bisa bikin bersemangat kembali. Manca, indo atau daerah ayo aja.

Ada satu jenis musik yang tak disangka-sangka pada akhirnya saya bisa mendadak jatuh cinta sama lagu-lagunya. Satu aliran musik yang awalnya saya kira ngak asyik, ketinggalan jaman bahkan ngak banget pokoknya. Dan saya sempat memandang  aliran ini hanya sebelah mata, satu musik yang ketinggalan dan ditinggalkan sama penggemarnya. (lebih…)

Kamu percaya bahwa Jodoh seperti magnet? Sehebat apapun kalian berusaha mendekat, jika dia bukan untukmu, maka nanti selalu akan ada kekuatan lain yang memaksamu untuk selalu berjauhan? Dan kalau dia memang untukmu, secanggih apapun usaha kalian untuk menjauh dan melakukan apapun caranya untuk menghilangkannya dalam hidup kalian, tapi ada sebuah kekuatan yang terus mendorong kalian agar terus berdekatan?

(Lala Purwono)

Semua orang pasti udah tau bahwa jodoh, rezeki dan kematian adalah takdir yang sudah ditentukan oleh Allah dan hanya Dia yang tau ketiga hal ini dan kita hanya bisa berserah diri, ikhtiar dan menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Mengenai jodoh, jujur saja saya udah menjalani dengan mantan-mantan saya dulu dengan niat hubungan itu berlanjut hingga ke pernikahan tapi apa mau dikata sampai hari ini saya masih menyandang status lajang.

Dengan Si A awalnya saya tak pernah berharap bisa menjadi kekasihnya dan tak pernah menyangka jika rasa yang saya pendam mendapat balasan darinya. 7 tahun lebih menjalin hubungan berharap dialah pelabuhan terakhir saya meski kami sering putus nyambung tapi tak dapat saya pungkiri saya tak dapat jauh dari bayangannya dan berdoa kepada Allah “inikah jodoh” bahkan saya sempat berkhayal dipersunting olehnya dan di hari raya Idul Fitri pulang ke kampung halamannya dengan membawa kebanggaan bisa memenangkan hatinya dari banyaknya godaan wanita-wanita di sekelilingnya. (lebih…)

1240943248F40T2cTeringat pertama kali saya mengenal cinta adalah ketika saya menginjak usia 19 tahun, waktu itu saya sedang kuliah di semester 3. Saya memang telat mengenal cinta, tidak seperti teman-teman saya kebanyakan. Dulu sewaktu sekolah tak pernah terpikirkan untuk mengenal laki-laki, jatuh cinta terus pacaran. Tidak, tidak pernah ada terbesit dalam benak saya sewaktu itu. Sehari-harinya saya hanya memikirkan pelajaran agar bisa naik kelas dan lulus supaya tidak mengecewakan kedua orang tua. Sepulang sekolah pun waktu luang saya isi dengan kursus bahasa Inggris, les kimia dan les-les yang lainnya.

Saya termasuk anak yang kurang pergaulan, jarang hang out bareng teman-teman bahkan keluar malam pun saya tak pernah kecuali dengan keluarga sendiri. Saya adalah anak rumahan yang jauh merasa nyaman berada dalam kehangatan rumah dibandingkan hiruk pikuk dan gelak tawa teman-teman saya di luar sana. Jika dibilang kuper, ya saya akui saya memang kuper, ngak gaul dan saya ngak asyik. Ya inilah saya seorang anak rumahan.

Menginjak bangku kuliah mulailah saya mengenal cinta dan itu pun karena dicomblangi sama teman dan jujurnya saya terpaksa (lebih…)

562663_443566432327409_223787057638682_1831899_1559737071_n_large

Dear sayangku,

Bahagia rasanya bisa mengenalmu, senang rasanya bisa mencintaimu dan bangga sekali rasanya menjadi bagian dari hidupmu. Mengisi sekian persen ruang hatimu. Menikmati indahnya perhatian darimu, menyelami dalamnya kasih sayang yang kau curahkan. Perhatianmu yang tak pernah kau lewati meski di tengah kesibukan kerja kau masih sempat mengirimkan sms meski ku tahu kau sibuk hingga lembur di hampir tiap harinya.

Hapuslah cemburumu walau ku tahu cemburu tandanya cinta. Kau tak perlu cemburu kepada mantanku karena yang ada kini di hatiku hanya kamu dan bukanlah dia. Biarkanlah masa lalu kita simpan dan kini adalah cerita tentang kita. Kau tak perlu juga cemburu kepada teman-teman mayaku (lebih…)

Teman-teman pasti pernah kan ditodong sama pertanyaan bodoh dimana pertanyaan ini di luar kuasa kita apakah kita tahu jawabannya. Yang pasti sih binggung dan juga terselip rasa kesal kenapa pertanyaan itu lagi yang harus diutarakan. Tak adakah topik lain yang jauh lebih menarik dibandingkan pertanyaan stupid bin bodoh ini.

Sebagai perempuan single dimana usia sudah hampir mendekati kepala 3 pertanyaan ini akan semakin sering diterima. Bukannya tidak stress menghadapinya, gila aja yang ngak. Saya yakin orang-orang yang single apalagi di usia segini masih  jomblo dan mengingat umur semakin bertambah dan mendekati kepala 3 akan semakin depresi mendengarnya. Okelah saya tahu bahwa mereka yang bertaya itu peduli pada kehidupan kita yang belum juga mendapatkan pasangan tapi sejauh ini saya menilai bahwa pertanyaan itu hanya untuk menjawab rasa ke-kepo-an mereka saja. Kalo peduli ya dibantu dong cariin pasangan buat mereka yang jomblo tapi tentu gak asal nyomblang dan harus ada asas tanpa paksaan. Nyomblangin boleh tapi keputusannya tetap diserahkan kepada dua sejoli itu apakah mereka klop atau ngak. Jangan hanya memberi cap perawan tua atau bujang lapuk. Jauh di hati mereka, mereka pun tak ingin seperti itu, hanya masalah  soulmatenya aja yang belum ketemu entah dimana bersembunyi.

Berikut saya (lebih…)