curhatku


Ini adalah kali keduanya saya nulis di blog ini tentang masalah yang sama. Sebelumnya saya pernah posting di sini beberapa waktu yang lalu dan entah mengapa jari-jari saya merasa gatel untuk menulis ulang topik ini. Kuping saya panas dan hati saya pun telah muak bahkan gerah sudah mendengar komentar orang-orang yang bisanya hanya omdo, omong doang bantu kagak. Orang-orang yang terlalu kepo. Mereka yang saya maksud di sini adalah mereka yang statusnya keluarga bukan dimana gak ada hubungan darah setetes pun. Jika yang kepo itu adalah keluarga bahkan saudara saya sendiri, okelah saya sih gak masalah karena mereka adalah keluarga dan saya maklumi itu tapi ini orang-orang yang bagi saya tak perlulah mereka tau banyak bahkan mengurusi hidup pribadi saya meski sebenarnya mungkin mereka juga care pada saya tapi entahlah bagi saya cukup sudah my life is mine, gitu.

Merujuk pada postingan saya yang lalu dimana saya benci banget sama pertanyaan bodoh dimana saya sendiri tak tau bahkan tak punya jawabannya mau jawab apa yang ada hanya dongkol di hati sambil bergumam “please deh penting ya ngurusin hidup saya” walau mungkin niat mereka baik tapi tetap saja secara tidak langsung menyakitkan saudara-saudara. (lebih…)

Lama sekali blog ini sepi, ngak ada tulisan baru. Yah maklum-maklum aja lah alasan lama masih aja menjadi kambing hitamnya 😀 Ada rasa malu soalnya saya ngak bisa konsisten, kadang hadir dan tau-tau lama menghilang. Mau gimana lagi alasan lama masih aja menjadi tamengnya karena memang gak ada alasan lain dan kali ini saya malu untuk menjelaskan alasannya lagi. Sebelum memberi alasan pasti teman-teman blogger udah pada tau jadi saya rasa kayaknya gak perlu dikasih tau aja kali ya. Lagu lama, kaset baru. CCDT (cek cek dak tau) be 😀

Akibat lama hiatus malah jadi binggung buat menulis. Ide itu serasa udah numpuk di kepala berjejalan tapi jari-jari serasa berat untuk mengetik. Gak tau musti dimulai dari huruf apa. phfuuuuuh…. Mau silaturahmi ke teman-teman blogger lama eh ternyata banyak juga yang hiatus bahkan blognya udah pindah rumah. Nasib baik kalo si empunya ninggalin pesan ke mana rumah barunya kini pindah, yang lebih parahnya lagi ada beberapa blog yang gak bisa dibuka, yah lost contact lah saya 😦

Teman-teman kalo pindah rumah (blog) kasih tau dunk…. sedih aja rasanya kehilangan teman dimana dulu pernah berbagi di dunia maya.

1240943248F40T2cTeringat pertama kali saya mengenal cinta adalah ketika saya menginjak usia 19 tahun, waktu itu saya sedang kuliah di semester 3. Saya memang telat mengenal cinta, tidak seperti teman-teman saya kebanyakan. Dulu sewaktu sekolah tak pernah terpikirkan untuk mengenal laki-laki, jatuh cinta terus pacaran. Tidak, tidak pernah ada terbesit dalam benak saya sewaktu itu. Sehari-harinya saya hanya memikirkan pelajaran agar bisa naik kelas dan lulus supaya tidak mengecewakan kedua orang tua. Sepulang sekolah pun waktu luang saya isi dengan kursus bahasa Inggris, les kimia dan les-les yang lainnya.

Saya termasuk anak yang kurang pergaulan, jarang hang out bareng teman-teman bahkan keluar malam pun saya tak pernah kecuali dengan keluarga sendiri. Saya adalah anak rumahan yang jauh merasa nyaman berada dalam kehangatan rumah dibandingkan hiruk pikuk dan gelak tawa teman-teman saya di luar sana. Jika dibilang kuper, ya saya akui saya memang kuper, ngak gaul dan saya ngak asyik. Ya inilah saya seorang anak rumahan.

Menginjak bangku kuliah mulailah saya mengenal cinta dan itu pun karena dicomblangi sama teman dan jujurnya saya terpaksa (lebih…)

Terima kasih atas nafas yang kau hembuskan, terima kasih atas nikmat yang kau anugerahkan dan jutaan terima kasihku untuk segala yang kau titipkan kepadaku, ya Allah. Syukurku atas usia yang masih kau berikan dan tak terlukiskan haruku untuk kepercayaanmu memberikanku umur hingga hari ini.

Di hari perayaan lahirku, syukurku untuk semua hal yang kau berikan kepadaku meski aku sering kali bandel dan menjauh darimu. Allah memang baik sekali meski aku malas-malasan memenuhi perintahmu tapi nikmatmu tak pernah surut kau limpahkan.

Aku malu kepadamu, aku yang tak tau berterima kasih seenaknya saja menggunakan nafas yang kau titipkan. Aku telah lalai memanfaatkan usia. Aku memang makhlukmu yang tak tau diri 😦 (lebih…)

GOODBYE-LOVE-LETTER

Kamu pernah patah hati ? putus cinta yang membuat kamu berderai air mata, malas makan dan mandi. Maunya mengurung diri di dalam kamar menangis hingga muka sembab sambil bertanya sendiri kenapa dia begitu, kok tega dan apa salah saya . Menyesali kenapa mesti jatuh cinta sama dia jika akhirnya tak seperti harapan.

Patah hati sih wajar dan tak ada yang salah tapi jangan terlalu sampe niat bunuh diri seakan cuma dia seorang cowok di muka bumi ini. Si dia nyantai aja jalan sama gebetan barunya sambil ketawa haha hihi dan lupa sama kita tapi kitanya malah murung sendiri. Dia nya bahagia dan kita nya makan hati. Ih rugi-rugi amat. Cowok begituan sih pantasnya dibuang ke laut aja biar dimakan sama ikan paus.

(lebih…)

Satu setengah tahun sudah saya absen ngeblog. Walaupun posting tulisan itu pun tak menentu pas sesempatnya aja dan belum tentu juga dalam satu bulan saya bisa posting. Rumah Orange Float lama sekali saya tinggalin meski saya pernah menyampaikan permintaan maaf saya dengan mengirimkan surat maaf bahkan sampai terulang lagi meminta maaf atas kesalahan yang sama meninggalkan blog ini sendirian tapi kesibukan di dunia nyata tak dapat saya tinggalkan. Pekerjaan saya membutuhkan ulur tangan saya. Bertemu dengan konsumen dengan beragam watak hingga tak ada lagi waktu buat Orange Float. Berangakat kerja pagi dan pulang malam memaksa waktu saya lebih banyak dihabiskan di tempat kerjaan dan pulang ke rumah dengan memikul lelah dan ngantuk. Yang terpikirkan di dalam benak ini hanya istirahat dan tak ada lagi semangat buat bercengkrama dengan rumah Orange Float apalagi blogwalking ke rumah teman-teman blogger.

Blog ini sepi sekali seperti tak ada kehidupan di dalamnya. Jika pun ada yang tersasar di sini pasti akan segera pergi karena memang rumah ini sunyi sekali. Sampah spam menumpuk hingga saya kewalahan membersihkannya.

Ada kerinduan yang terasa sangat ketika teringat blog ini yang tak terurus, sedih karena saya tak dapat bersamanya lagi. Akankah blog ini akan tetap ada atau cukup sampai di sini. Apa sebaiknya saya sudahi saja (lebih…)

Dulu, kita tak saling bicara meski kita kenal tapi tak ada banyak cerita meluncur dari bibir.

Dulu, kita dua individu yang tak dekat meski jarak kita amatlah dekat.

Kita, dua orang asing yang katanya berteman namun tak banyak bicara. Kata-kata yang keluar hanya sekedar sapa basa basi yang tak ada isi.

Candamu membuatku tersenyum namun tetaplah kau asing bagiku.

Dulu kau hidup dengan duniamu dan aku hidup dengan duniaku sendiri, tak ada kata “kita” hanya ada kamu aku yang seakan membatasi hati kita.

tapi itu dulu, beberapa tahun yang lalu ketika kamu dan aku tak sehati. Kamu memang tidak cakep dan tak seperti mantanku tapi mengapa di mataku hanya kamu yang terindah, tampak begitu mempesona dan menarik.

Laman Berikutnya »