coretan kecil


aku menyukaimu, mengagumimu, inginku kau juga memiliki rasa yang sama. mau ku kau membalas rasaku ini tapi jika cinta ini tak tepat untukmu, biarlah rasa ini kusimpan saja.
ku menyukaimu di dalam kediaman. jika engkau bukanlah jodohku biarlah cinta ini ku pendam dalam hati. mungkin aku tak tepat untukmu tapi salahkah rasa ini yang sudah terlanjur lahir ?
besar harapku kau membalas cintaku tapi jika tidak biarlah ku ikhlas. ku mencintaimu di dalam diam yang menjadi rahasiaku.

apakah engkau tulang punggungku ? apakah aku tulang rusukmu ? aku percaya tulang punggung tidak akan salah berpasangan dengan tulang rusuknya.
semoga kita segera dipertemukan dengan jodoh yang sesungguhnya. jodoh yang menjadi rahasia Allah.

Iklan

Malam semakin larut, hening dan sunyi. Tak lagi ku dengar suara bising kendaraan ataupun suara obrolan manusia. Yang terdengar kini hanya suara jangkrik dan kicauan seekor burung gereja bahkan sesekali terdengar suara ayam jantan berkokok tapi malam belumlah usai, masih ada sisa waktu 6 jam lagi untuk melewati malam ini.

Malam semakin sunyi dan bulan pun kian merangkak naik bersama ribuan bintang menyinari halaman langit. Angin malam berhembus lembut meniup tubuhku. Masuk ke dalam pori-pori kulit bergerak bersama detak jantungku sambil diikuti aliran darah yang terus merayapi tubuhku. Dingin hingga menusuk tulang.

(lebih…)

Ingin rasanya ku pergi menjauh dari mereka. Memalingkan pandanganku dari tatapan mereka. Tatapan meremehkanku sekaligus merendahkanku.

Ingin ku pergi menjauh agar tak lagi mereka dapat menelanjangiku dengan tatapan menjijikkan itu.

Aku ingin pergi atau mungkin menghilang dari muka bumi ini. Melenyapkan tubuhku dan membiarkannya menelanku masuk ke dalam perut bumi agar tak lagi ku temukan wajah-wajah yang merendahkanku. Tak lagi mereka bisa menelanjangiku dengan mata-mata sinis itu.

Inginku menghilang….

(coretan putus asa)

*****

Di saat tenaga dan dedikasi yang telah diberikan tidak lagi dihargai , prestasi yang diperoleh tidak lagi dipertimbangkan. Lebih baik keluar dan tinggalkan  orang-orang yang tak pernah bisa menghargaimu.

Pernahkah hatimu mendadak dilanda sedih ? tiba-tiba saja mellow tak menentu. Menangis tapi tidak tahu apa yang kau tangiskan. Tanpa tahu sebab tiba-tiba saja merasa sedih dan sensitif. Tanpa sebab kau menangis. Apa pun yang kau jumpai, kau pikirkan bisa saja mengundang kesedihanmu.

Air mata itu seakan mencari alasan untuknya bisa keluar membasahi matamu. Keluar membentuk anak sungai air mata.

Setengah jam saja berpisah hatiku tak nyaman, ada gundah yang menyelimuti hati. Kekosongan yang melada salah satu sudut ruang kalbu, satu ruang yang ku siapkan khusus untuk kamu. Gelisah, perasaan tak nyaman dan pikiran pun tak tenang. Selalu teringat kamu.

Sejak kau pamit setengah jam yang lalu, setengah dari hatiku kosong. Kau bawa pergi setengahnya bersama langkah-langkah kaki mu. Rasanya tak ingin ku berpisah darimu walau hanya sebentar. Wangi parfummu selalu sukses membuatku merindukanmu. Menciumi aroma yang keluar dari balik pakaianmu. Wangi itu tak pernah berubah seolah telah menjadi ciri yang melekat di dirimu.

Aku kangen kamu, rasa rindu yang terasa sangat. Rindu seridu rindunya. Rindu tanpamu di sisi. Rasa rindu yang setiap jamnya semakin menggunung dan ingin segera kuletuskan bersamamu.

(lebih…)

Kamu,

Kamu yang selalu menari-nari di pikiranku, mengusik konsentrasiku

Kamu yang dengan pintarnya menggodaku, mencari perhatianku

Kamu yang telah mencuri hatiku dan membawanya kabur hingga membuatku tak enak hati selalu teringat kamu, memikirkanmu

Tidurku tak nyenyak, makan pun tak sedap itu karena tiada kamu di dekatku

Dapatkah kamu lihat sebentuk gambar hati di mataku

(lebih…)

 

Maafkan aku jika kini aku harus jujur padamu. Aku yang tak bisa berlama-lama menyimpan kebohongan ini. Walau kejujuran itu akan menyakitkanmu, mengiris hatimu namun harus kusampaikan kebenarannya kepadamu.

Tiada kata yang bisa ku ucapkan selain kata maaf.

Aku memang salah. Aku memang plin-plan. Aku terlalu lemah, tak bisa bersikap tegas.

Maafkan kelalaianku, maafkan aku.

Laman Berikutnya »