friendship


Lama sekali blog ini sepi, ngak ada tulisan baru. Yah maklum-maklum aja lah alasan lama masih aja menjadi kambing hitamnya πŸ˜€ Ada rasa malu soalnya saya ngak bisa konsisten, kadang hadir dan tau-tau lama menghilang. Mau gimana lagi alasan lama masih aja menjadi tamengnya karena memang gak ada alasan lain dan kali ini saya malu untuk menjelaskan alasannya lagi. Sebelum memberi alasan pasti teman-teman blogger udah pada tau jadi saya rasa kayaknya gak perlu dikasih tau aja kali ya. Lagu lama, kaset baru. CCDT (cek cek dak tau) be πŸ˜€

Akibat lama hiatus malah jadi binggung buat menulis. Ide itu serasa udah numpuk di kepala berjejalan tapi jari-jari serasa berat untuk mengetik. Gak tau musti dimulai dari huruf apa. phfuuuuuh…. Mau silaturahmi ke teman-teman blogger lama eh ternyata banyak juga yang hiatus bahkan blognya udah pindah rumah. Nasib baik kalo si empunya ninggalin pesan ke mana rumah barunya kini pindah, yang lebih parahnya lagi ada beberapa blog yang gak bisa dibuka, yah lost contact lah saya 😦

Teman-teman kalo pindah rumah (blog) kasih tau dunk…. sedih aja rasanya kehilangan teman dimana dulu pernah berbagi di dunia maya.

Iklan

Menjadi anak baru di lingkungan baru itu selalu saja menjadi sorotan para senior, bermacam-macam caranya. Diuji apakah si anak baru bisa bekerja dengan baik, dapatkah ia beradaptasi dengan lingkungan barunya. Si anak baru selalu menjadi sorotan dan untuk masa-masa awal begini rawan sekali jika ditemukan kekurangan dan kesalahannya. Bisa-bisa menjadi nilai minus di mata perusahaan. Ada norma-norma tidak tertulis bagi anak baru yang harus ditaati seperti :

1. Dilarang terlambat masuk kerja

Sepagi apa pun jam masuk kantor, jangan pernah datang terlambat kalo bisa datanglah ketika yang lain belum datang. Lebih baik menunggu daripada ditunggu bos dan rekan kerja di depan pintu πŸ˜† gak enak kan pagi-pagi udah disambut senyum kecup atasan. (lebih…)

Terima kasih atas nafas yang kau hembuskan, terima kasih atas nikmat yang kau anugerahkan dan jutaan terima kasihku untuk segala yang kau titipkan kepadaku, ya Allah. Syukurku atas usia yang masih kau berikan dan tak terlukiskan haruku untuk kepercayaanmu memberikanku umur hingga hari ini.

Di hari perayaan lahirku, syukurku untuk semua hal yang kau berikan kepadaku meski aku sering kali bandel dan menjauh darimu. Allah memang baik sekali meski aku malas-malasan memenuhi perintahmu tapi nikmatmu tak pernah surut kau limpahkan.

Aku malu kepadamu, aku yang tak tau berterima kasih seenaknya saja menggunakan nafas yang kau titipkan. Aku telah lalai memanfaatkan usia. Aku memang makhlukmu yang tak tau diri 😦 (lebih…)

Satu setengah tahun sudah saya absen ngeblog. Walaupun posting tulisan itu pun tak menentu pas sesempatnya aja dan belum tentu juga dalam satu bulan saya bisa posting. Rumah Orange Float lama sekali saya tinggalin meski saya pernah menyampaikan permintaan maaf saya dengan mengirimkan surat maaf bahkan sampai terulang lagi meminta maaf atas kesalahan yang sama meninggalkan blog ini sendirian tapi kesibukan di dunia nyata tak dapat saya tinggalkan. Pekerjaan saya membutuhkan ulur tangan saya. Bertemu dengan konsumen dengan beragam watak hingga tak ada lagi waktu buat Orange Float. Berangakat kerja pagi dan pulang malam memaksa waktu saya lebih banyak dihabiskan di tempat kerjaan dan pulang ke rumah dengan memikul lelah dan ngantuk. Yang terpikirkan di dalam benak ini hanya istirahat dan tak ada lagi semangat buat bercengkrama dengan rumah Orange Float apalagi blogwalking ke rumah teman-teman blogger.

Blog ini sepi sekali seperti tak ada kehidupan di dalamnya. Jika pun ada yang tersasar di sini pasti akan segera pergi karena memang rumah ini sunyi sekali. Sampah spam menumpuk hingga saya kewalahan membersihkannya.

Ada kerinduan yang terasa sangat ketika teringat blog ini yang tak terurus, sedih karena saya tak dapat bersamanya lagi. Akankah blog ini akan tetap ada atau cukup sampai di sini. Apa sebaiknya saya sudahi saja (lebih…)

Mulutmu harimaumu, pernah dengar pepatah ini kan? yup pepatah ini akrab sekali dan sering kita dengar (terutama dulu sewaktu sekolah pelajaran bahasa Indonesia) πŸ˜€ Gara-gara mulut yang tak bisa dijaga, maka bisa menimbulkan malapetaka. Gara-gara mulut yang asal ngomong bisa melukai hati orang lain dan hanya karena mulut yang tak bisa dijaga juga mengakibatkan pertengkaran dan kebencian. Hanya karena satu organ tubuh kita yang tak bisa dijaga, hidup tak bahagia. Dibenci dan dimusuhi oleh lingkungan.

Menjaga mulut sama halnya menjaga emosi. Jika emosi tak terkontrol maka mulut mengeluarkan kata-kata yang tak sedap didengar. Hendaknya emosi dan mulut dijaga beriringan dan jika perlu mulut dikunci aja ketika emosi akan meledak. Bisa-bisa peperangan timbul karena mulut yang sembarangan bicara.
Untuk menjaga mulut tidak meledakkan emosinya hendaknya dibutuhkan kesabaran. Sabar menahan kosa kata yang siap meluncur dan dikurung agar tidak keluar kebablasan. Sabar adalah remote pengontrol mulut. Ia menjaga hati dan emosi kita agar mulut tetap menjaga kosa katanya agar tak sembarangan bicara. Jika perlu mulut disekolahkan dululah biar tahu sopan santun dan tata bicara yang baik (dimana yah sekolahnya, emang ada yah πŸ˜† )

(lebih…)

Di suatu sore yang cerah, matahari masih terasa terik menggigit kulit. Seakan-akan belum juga bergerak ke arah barat. Hari ini terasa amat gerah hingga membuat saya malas keluar walau hanya sebentar untuk membeli segelas jus jeruk di depan gedung ini. Akhirnya saya putuskan menghabiskan sore ini dengan online sebelum jam pulang kerja tiba. Tiba-tiba terdengar nada sms masuk ke hp saya. Sebuah sms dari seorang perempuan yang baru saja saya kenal di tahun kemarin. Perkenalan kami hanya lewat hp dan meski kami tak pernah bertatap muka langsung tapi rasanya kami seperti memiliki satu persamaan.

Persamaan yang tak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya, kami mencintai laki-laki yang sama dan laki-laki ini dulunya adalah pacar pertama saya yang sekarang telah menjadi suaminya. Awal perkenalan kami pun tak terduga. Dia menelpon di tengah sibuknya pekerjaan saya. Dia ingin berkenalan dengan saya yang katanya suaminya masih menyimpan nomor hp saya dengan nama “Cinta Abadi” (merasa tersanjung dengan julukan ini) 😳

(lebih…)

Seorang bocah perempuan duduk murung sendiri. Pikirannya menyimpan sebuah trauma. Dia sudah tak mau lagi menyentuh komputer bahkan hanya untuk memainkan sebuah game pun dia tak mau lagi. Matanya berkaca-kaca setiap kali mengingat foto itu. Foto yang dia temukan dari sebuah halaman facebook. Sebuah foto yang menunjukkan kemesraan antara papanya dengan seorang perempuan. Tentu saja dia kenal sekali dengan perempuan yang ada di foto itu. Dia bukanlah mamanya tapi seseorang yang biasa dia panggil dengan sebutan “tante”.

Perempuan berjilbab itu memang baik kepadanya tapi dia tidak mengerti jika kebaikan perempuan itu tidak sama dengan apa yang dia kira selama ini.Β  Sebelumnya dia pikir papanya dan tante hanya teman biasa dan kebaikan dia kepadanya dikira murni bentuk sebuah kebaikan. (lebih…)

Laman Berikutnya »