562663_443566432327409_223787057638682_1831899_1559737071_n_large

Dear sayangku,

Bahagia rasanya bisa mengenalmu, senang rasanya bisa mencintaimu dan bangga sekali rasanya menjadi bagian dari hidupmu. Mengisi sekian persen ruang hatimu. Menikmati indahnya perhatian darimu, menyelami dalamnya kasih sayang yang kau curahkan. Perhatianmu yang tak pernah kau lewati meski di tengah kesibukan kerja kau masih sempat mengirimkan sms meski ku tahu kau sibuk hingga lembur di hampir tiap harinya.

Hapuslah cemburumu walau ku tahu cemburu tandanya cinta. Kau tak perlu cemburu kepada mantanku karena yang ada kini di hatiku hanya kamu dan bukanlah dia. Biarkanlah masa lalu kita simpan dan kini adalah cerita tentang kita. Kau tak perlu juga cemburu kepada teman-teman mayaku karena mereka hanya sebatas teman dan emoticon dan kamu jauh lebih nyata dibandingkan dunia antah berantah itu.

Kau tak perlu mengumbar kemesraan kita di muka umum karena telah terbukti engkau adalah pribadi yang romantis. Kau tak perlu memajang fotoku di profil picture mu karena inginku lebih dari itu, fotoku lah yang bersanding denganmu di buku nikahmu kelak.

Kau tak usah mengumbar kekesalanmu kepadaku di akun facebook atau twittermu, bagiku tak perlu kita mengumbar permasalahan kita dan cukuplah kita berdua yang tahu. Menjadi rahasia kita yang kelak dikenang bahwa kita mampu memecahkannya bersama tanpa harus ada suntikan dari pihak ketiga yang meracuni pikiranmu yang bisa saja membuat buruk keadaan. Bukan, bukan itu yang ku mau. Kedewasaan kitalah yang dibutuhkan ketika kita dihadang masalah.

Kau tak usah repot menjagaku setiap hari dan memantau kemana langkahku pergi, percayalah kemanapun kakiku melangkah tak pernah terbesit di pikiranku untuk selingkuh darimu meski di luar sana ada banyak lelaki tampan bahkan memiliki kelebihan yang tak kau miliki tapi di mataku mereka tak ada artinya.Β  Mereka good looking tapi tak dapat ku miliki. Enak dipandang tapi tidak menarik, tetap saja magnet hatiku masih tertaut pada hatimu.

Dasar dari hubungan kita adalah kepercayaan dan komitmen bukan rasa curiga, tak ada yang mampu mengikisnya meski terkadang emosi melanda kita. Aku mengerti di balik marahmu kau sedang mengajarkanku untuk selalu jujur dan terbuka demi keberlangsungan hubungan ini.

Sayang, jangan pernah berhenti atau menyerah menghadapi tingkahku yang terkadang keras kepala. Aku percaya kita bisa berjalan bersama menggapai mimpi indah kita, grow old together. Jadilah imamku yang setia menuntunku menuju surga Nya.

***

pic taken from here