GOODBYE-LOVE-LETTER

Kamu pernah patah hati ? putus cinta yang membuat kamu berderai air mata, malas makan dan mandi. Maunya mengurung diri di dalam kamar menangis hingga muka sembab sambil bertanya sendiri kenapa dia begitu, kok tega dan apa salah saya . Menyesali kenapa mesti jatuh cinta sama dia jika akhirnya tak seperti harapan.

Patah hati sih wajar dan tak ada yang salah tapi jangan terlalu sampe niat bunuh diri seakan cuma dia seorang cowok di muka bumi ini. Si dia nyantai aja jalan sama gebetan barunya sambil ketawa haha hihi dan lupa sama kita tapi kitanya malah murung sendiri. Dia nya bahagia dan kita nya makan hati. Ih rugi-rugi amat. Cowok begituan sih pantasnya dibuang ke laut aja biar dimakan sama ikan paus.

Semua orang pasti pernah merasakan patah hati dan tak dapat saya pungkiri bahwa saya juga pernah mengalaminya. Saya sebagai pihak yang ditinggalkan awalnya shock dan tak percaya pada kenyataan yang harus saya terima bahwa hubungan yang telah terjalin selama lebih dari 7 tahun harus berakhir sia-sia. Kenyataan yang ada memaksa saya harus berdamai dengan fakta. Saya marah, sedih, binggung dan merasakan sakit hati yang sangat apalagi putusnya gara-gara orang ketiga. Terasa lebih menyakitkan kan..? Udah Disayang – sayang eh lepas diambil orang. Pergi melayang seperti layang – layang. Jatuh dipelukan orang.

Dunia terasa gelap, kosong dan hampa. Sepi meski nyatanya saya berada pada keramaian. Saya dilanda kegalauan yang mengakibatkan malas buat ngerjain apa aja, gak mood. Pikiran selalu mengarah ke dia dan tanpa disadari sering melamun teringat pada kenangan yang pernah dilalui bersama selama 7 tahun. Saya tidak dapat menerima kenyataan pahit ini dan dalam hati kecil saya berharap pikirannya terbuka dan kembali ke dalam pelukan. Sebesar apa pun kesalahnnya akan saya maafkan asalkan dia mau kembali lagi kepada saya.

Bodohnya saya saat itu sempat berpikir bahwa saya tidak dapat hidup tanpa dia dan bisa-bisa saya gila bila saja saya tak jadi menikah dengan dia. Saya harus bersama dia selamanya dan berpikiran bahwa kebahagiaan saya ada jika saya menjadi istrinya. Hubungan yang telah terjalin selama kurang lebih 7 tahun harus saya pertahankan meski saya harus sering menangis dibuatnya alias makan hati. Waktu seakan berhenti dan menit-menit yang saya lalui terasa kosong terbuang sia-sia. Benar-benar ngawur pikiran saya saat itu dan takut melangkah tanpa dia.

Saya takut untuk memulai hubungan baru dengan seseorang yang baru, memulai semuanya dari awal. Mengenali watak dan karakternya, mencari kecocokan diantara kami, dsb. Saya capek memulai semuanya dari nol dan menganggap ini hanya buang waktu dan tenaga saja. Saya sempat menutup diri dan dilanda krisis pede. Seakan tak ada yang sebaik dan sesempurna sang mantan. Tak ada yang bisa menerima saya kecuali dia yang kini telah menjadi mantan saya.

***

Stop galau,

Itu cerita dulu saat saya sedang dilanda galau, ketika pikiran saya keruh oleh penyesalan-penyesalan yang sesungguhnya tak pantas saya sesali. Sekuat apa pun cara yang saya perjuangkan untuk mempertahankan dia tapi jika memang tak jodoh, saya tak dapat menentang kehendak Nya. Allah telah mengariskan bahwa kami tak berjodoh dan hubungan 7 tahun yang telah kami bina memang harus disudahi. Allah mengerti perasaan saya, mengetahui kebaikan untuk saya dan Allah tak ingin saya terus-terusan makan hati akibat perbuatan sang mantan. Mungkin di mata Allah cukuplah sudah air mata saya menangis untuk dia dan tak ada gunanya lagi saya mengharapkan keseriusan yang memang tak pernah saya dapatkan.

Anggapan-anggapan saya yang dulu ternyata salah besar, buktinya sampai saat ini saya mampu hidup tanpa dia. Saya bisa merasakan bahagia tanpa ada dia di kehidupan saya. Saya dapat berdiri tanpa ada dia di dekat saya. Hati saya mandiri tanpa diisi cintanya. Ternyata dunia tak gelap tapi berwarna-warni dan waktu tidak mendadak berhenti hanya karena saya patah hati. Kehidupan terus berjalan dan cerita yang pernah ada telah menjadi kenangan masa lalu.

Putus dari sang mantan kini saya bersama seseorang yang sangat jauh berbeda dengan dia. Dia seseorang yang tak pernah saya kira sebelumnya. Dulu ia hanya seorang biasa tapi kini menduduki posisi istimewa di hati saya. Ternyata tanpa dia (mantan) langit masih biru, bumi tetap berputar dan dunia belum kiamat.

Goodbye sang mantan

*****

gambar dipinjam dari sini😉