Jauh-jauhan lagi, long distance lagi. Tuntutan pekerjaan memaksamu harus pergi meninggalkan kota ini dan berangkat ke tanah seberang demi menggapai mimpimu yang telah lama kau idam-idamkan. Kau lebih dulu mengenal mimpimu dibandingkan aku dan kau lebih dulu bergelut dengan pekerjaanmu dibandingkan aku yang baru saja kau pacari 8 bulan yang lalu. Aku pun menyadari resiko menjadi kekasihmu adalah ditinggali. Bisa lama dan juga bisa sebentar dan ini telah kupikirkan sebelum aku memutuskan untuk menerima cintamu.

Rindu yang kadang datang tak terbendung volumenya, membuatku resah. Ingin segera ada kau di sini menemaniku. Berbagi cerita kita, menikmati makan malam berdua, hanya kau dan aku seolah keramaian di sekitar tak kita hiraukan lagi. Malam selalu ku nanti, menunggumu datang menjemputku dengan kuda besi kesayanganmu itu.

Kadang ku bertanya mengapa harus ada jarak yang harus memisahkan kita, tak dapatkan jarak jauh yang membentang itu kita hapus saja dengan penghapus ajaib atau bila perlu akan ku susul engkau di sana dengan bantuan pintu ajaib milik Doraemon. Dalam hitungan detik aku telah duduk manis di sampingmu dan menghiburmu dari kerinduan yang juga tak kalah besarnya.

Bodohnya aku mengapa aku mau menerima cintamu sedangkan ku tau kelak aku akan sering ditinggal kau pergi. Begonya aku yang mau saja membiarkan jarak membentang di antara kita. Mengapa aku menerimamu, mengapa aku mau menjadi kekasihmu. Logikaku berkata tidak tapi hatiku berkata lain. Kamu tak sama dengan yang lain, kamu beda meski kamu tak seganteng mantanku dulu. Bisa saja aku mencari seseorang lain yang jauh lebih dekat keberadaannya, yang bisa berada di dekatku ketika ku butuhkan tapi entahlah aku tak dapat untuk menolakmu untuk tidak menerimamu menjadi kekasihku. Sebab rasa tak bisa berbohong (duh kayak iklan mie instan aja) πŸ˜€

Rasa ini yang tak dapat ku ingkari, perlahan-lahan aku mulai menyanyangimu dan takut berpisah lama denganmu. Cepat pulang, lekaslah kembali dan bawa uang yang banyak buat modal nikah πŸ˜† Aku yakin kelak akan ada masa dimana kita bisa merasakan indahnya kebersaman yang indah pada waktunya.