Bertemu denganmu mimpiku menjadi kenyataan, bertemu dengan orang lain setelah kamu mimpiku yang jadi kenyataan berubah menjadi mimpi lagi (asma nadia)

Delapan sembilan sepuluh (8.9.10) kita pernah memimpikan tanggal itu, merencanakan hari bahagia kita dan berharap kelak di tanggal itu kita kan bersatu dalam ikatan yang halal. Khayalanku terbang jauh, mendambakan perjuangan kita yang berakhir happy ending. Air mata yang tak pernah bosan mengalir akhirnya berhenti juga berkat perjuangan dan kesabaran kita melewati cobaan.
Kita memimpikan hari bahagia kita, hari bahagia yang kita rencanakan tepat pada tanggal 8 September 2010 (8.9.10). Sebuah tanggal cantik yang kupilih untuk our happy ending day, hari pernikahan kita. Hari yang telah lama ku nantikan di setiap perjalanan hariku. Tak sabar ku menunggu hari kita, melihat dan menghitung berapa lagi sisa hari yang harus kita lewati menuju hari bahagia itu. Tak bosan ku pelototi deretan tanggal yang membentang dari tanggal 1 hingga 31. Tak jemu ku pelototin tanggal cantik yang telah lama ku idamkan. Ku tanamkan tanggal itu di kepalaku hingga rasanya tak ada lagi yang bisa menyaingi perhatianku kecuali angka cantik ini.
Tapi, apa mau dikata untung tak dapat diraih dan rencana tinggallah rencana. Mimpi yang telah lama ku impikan kini tinggalah mimpi. Sebuah mimpi tanpa harapan.
Hal yang tak dapat kita duga dan jauh di luar prediksi mengacau tanggal bahagia kita. Membunuh my beautiful date. Menghancurkan mimpi-mimpi yang telah ku tanam di benakku.

Kebahagiaan yang kita impikan hanyalah semu belaka. Lebih tepatnya bahagia itu belum bisa kita raih, masih banyak hati-hati yang terluka yang justru tidak membuat mereka turut berbahagia juga. Hati-hati yang tak boleh kita abaikan begitu saja. Ada perasaan orang tua yang harus kita perhatikan, ada suara hati keluarga yang juga tak boleh kita abaikan.
Selayaknya hari bahagia itu bukanlah buat kita berdua saja tapi juga turut membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang kita sayangi, orang-orang di sekitar kita yang jauh lebih dulu kita kenal sebelum kita berdua saling mengenal.
Aku tak sanggup menyakiti hati keluargaku dan begitu juga kamu yang sangat menyanyangi ibumu. Kita sama-sama menyanyangi keluarga kita dan kita pun juga tak ingin menjadi anak durhaka.
Tanggal kalender terus berganti dan restu pun tak kunjung kita dapati, meski kita memaksa pasti akan membutuhkan extra kesabaran dan juga pendekatan yang lebih.

Hari ini tanggal 10 November 2012 (10.11.12) aku kembali menemukan tanggal cantik yang lain tapi apalah arti sebuah angka jika kita sudah tak bersama lagi. Tiga tahun sudah berlalu, tiga tahun yang lalu kita berencana dan kini kita tak lagi sebagai sepasang kekasih. Dengan berat hati kita harus menghapus kenangan impian 8.9.10 dan mengikhlaskan tanggal itu berlalu begitu saja melewati usia kita.

Manusia hanya bisa berencana tapi Allah yang memutuskan, mungkin juga memang kita yang tak jodoh. Kita bermimpi tapi mungkin mimpi kita kan terwujud pada hati yang lain. Kepada lelaki lain yang tak pernah masuk dalam mimpiku sebelumnya. Mimpi kita yang tak sampai.

*****

# menulis sambil diiringi lagu Tak Jodoh – T2