Mentari terbenam temani dalam kesendirianku, temani aku dalam kepedihan ini. Ku bertahan.
Mentari terbenam beri semangat baru tuk jiwaku, beri kicauan merdu tuk hidupku ini, ku bertahan.
Aku pasti bisa menikmati semua dan menghadapinya. Aku yakin pasti bisa.
Aku ingin lepaskan seluruh bebanku dan ku jalani hidupku dengan senyuman.

a song by Citra Scholastika -Pasti Bisa

*****

Patah hati, putus cinta memang menyakitkan dan saya rasa semua orang pasti pernah mengalaminya. Berani jatuh cinta maka harus berani juga untuk menerima patah hati dengan berbagai cara. Ada yang diputusin, memutuskan, diselingkuhi atau ditinggal tanpa ada kejelasan. Sakit memang tapi inilah hidup. Ada masanya kita berbahagia merasakan indahnya jatuh cinta dan di lain waktu ada masanya kita merasakan sakitnya disakiti. Dulu disanjung, dirayu dan dipuji. Kemana pun hendak pergi selalu ada sang kekasih yang bersedia mengantarkan bahkan menemani shopping berjam-jam pun doi rela. Antar jemput dengan jarak yang sangat jauh pun dijalani (upsss, ini tepatnya pacar atau tukang ojek ya…. :mrgreen: ). Tapi kini tidak. Semuanya cepat sekali berubah. Tak ada lagi sang kekasih yang menemani, tak ada lagi panggilan sayang dari dia dan tak ada lagi pesan singkat yang memenuhi inbox di hp.

Roda kehidupan selalu berputar, ada bahagia dan ada pula sedih yang selalu berlarian mengiringi hari-hari membentuk suatu pribadi yang kuat dan dewasa. Inilah salah satu bentuk cara Allah mendidik kita agar lebih tangguh dan tidak cengeng.

 Haruskah kita terpuruk dalam kesedihan pada luka yang dibuat oleh seseorang yang tak pernah sungguh-sungguh menyanyangi kita? galau siang dan malam. Pikiran tak tenang, hati pun tak nyaman, uring-uringan sendiri. Mendadak insomnia hanya gara-gara tak bisa tidur memikirkan sang mantan yang di lain ruang sedang tidur nyenyak. Tak enak makan padahal sang mantan dengan lahapnya makan dengan kekasih barunya. Sesak nafas ketika melihat doi jalan dengan pujaan hati barunya. Uhhh…. sungguh merugi. Yang rugi bukanlah sang mantan tapi kita yang tanpa kita sadari telah menyiksa diri sendiri. Merenggut kebahagiaan yang tak seharusnya hilang.

Life must goes on, it’s useless for galau. Ayo bangkit dan bangkitlah demi kebahagiaan diri kita sendiri. Apa kita rela merasa tak bahagia hanya gara-gara dendam sama sang mantan ? apa rela kebahagiaan yang seharusnya kita rasakan begitu saja kita sia-siakan hanya gara-gara mikirin mantan yang buta mata dan hatinya ? Perempuan secantik dan sebaik ini di sia-siakan. Sungguh sangat merugi.

Patah hati sih wajar dan saya sendiri pun juga pernah merasakannya. Patah hati dan menangisi kebodohan doi sih sah- sah saja. Bukannya munafik tapi sebagai perempuan yang normal yang memiliki hati dan perasaan saya pun juga begitu. Ada masanya kita butuh waktu untuk diri sendiri dan meluapkan kesedihan dengan air mata. Menangis sepuasnya, luapkan kekesalan akan tingkah laku doi. Berat  memang tapi dengan seiringnya waktu kita harus bangkit. Meski sulit tapi inilah kenyataan yang harus diterima bahwa doi tak lagi mencintai.

Seminggu, dua minggu setelah putus wajar jika masih teringat sang mantan. Sulit melupakannya dan masih sering menangis. Apalagi pas mendengarkan lagu-lagu galau tak sengaja pikiran kembali teringat kepada dia. Gak pa-pa. Itu gak dosa. Inilah masa pemulihan untuk menata hati kembali. Proses menyatukan kembali puing-puing hati yang dulu sempat hancur oleh  lelaki yang tidak bertanggung jawab menyakitimu.

Yang perlu untuk diingat serahkan semua kepada Allah, ikhlaskan kepada Nya karena Allah tidak mengambil sesuatu apa pun dari kamu tapi ia menggantikannya dengan yang lebih baik lagi. Ikhlaskan doi lepas dari sisimu, relakan ia bersanding dengan perempuan lain. Allah sedang menyiapkan yang terbaik untukmu. Allah tidak rela sang mantan menyakitimu, sungguh ia sangat menyanyangi umatnya yang ikhlas kepada Nya.

Lupakan buaya yang tak pernah setia, buang jauh rasa dendam. Tanamkan selalu rasa ikhlas di hati. Seorang perempuan baik hanya untuk lelaki baik-baik dan begitu pula lelaki baik hanya untuk perempuan yang baik-baik juga. Subhanallah….. 🙂

Iklan