Satu luka walaupun ia kecil dan telah lama terkubur bersama tumbuhnya daging yang baru namun ia akan selalu membekas. Terkenang bahwa pernah ada satu luka di situ. Ada kesedihan yang dibawa oleh luka. Ada air mata yang menyusup dibalik genangan darah dan juga ada bongkahan emosi yang tertahan di hati.

Meski luka itu tak seberapa besar namun cukup menguras energi. Telah mampu ia merenggut bahagia yang sebelumnya bersemayam di hati. Luka yang tak seberapa besar namun cukup mampu mengalihkan perhatian, menyita waktu dan juga tenaga. 

Luka itu pernah ada tumbuh di sini, sakit rasanya bahkan sakit yang teramat sangat. Meski jejaknya telah tertutupi oleh daging yang baru namun aku tak kan pernah lupa bahwa pernah ada satu luka yang terasa amat perih. Ada luka yang pernah tertancap meski jejaknya tak tampak lagi tetapi akan selalu tersimpan di ingatan bahwa pernah ada satu luka di situ.

Dan kini luka dulu yang pernah singgah kembali hadir. Datangnya pada tempat yang sama tetapi membawa luka yang lebih perih dibandingkan yang dulu.  Sakit tentu saja, tetapi ku coba bertahan dan menahan luka yang tanpa pernah kuharapkan tergoreskan kembali di hatiku.

***

Luka ini pasti akan sembuh dan memulihkan kembali semangatku namun jejaknya akan selalu ada di ingatan tersimpan rapi di dalam memori otakku. Bukan berarti aku tidak memaafkanmu namun ia telah menjadi kenangan pada perjalanan hidupku membentuk satu kisah yang tak terlupakan.