Konon katanya perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki bahwa jumlah perempuan jauh lebih besar daripada laki-laki tapi apakah dengan keadaan ini membuat kita kaum hawa gontok-gontokan mendapatkan pasangan dan merasa takut jika stok lelaki di bumi ini habis / tak ada untuknya. Hingga dengan tega merebut pasangan orang lain walau ia tahu si Doi udah ngak single lagi demi terpenuhi egonya.

Sesama wanita janganlah saling menyakiti dan bodoh sekali jika ada perempuan yang bersaing mati-matian demi mendapatkan cinta seorang lelaki. Ada perempuan yang mau melakukan apa saja agar lelaki impiannya membalas atau menerima cintanya. Contohnya dengan belagak sok perhatian, nanyain sudah makan belum. Siang malam dan hampir tiap jam di sms-in sampe mau tidur aja masih ingat tuk mengirim sms dengan puisi-puisi indah nan gombal.

Maaf sekali saya tidak termasuk tipe perempuan seperti itu yang dengan rela menghabiskan waktu dan pulsa saya demi laki-laki yang belum tentu menerima apalagi mencintai saya dengan tulus.

Di tengah pekerjaan yang padat tak sempat lagi otak saya memikirkan Doi. Masa bodoh yang penting pekerjaan saya hari ini tuntas tanpa meninggalkan banyak PR untuk esok hari. Jika Doi benar-benar cinta saya seharusnya dia dong yang nunjukin cintanya dan jika dia tidak pernah menunjukkan sama sekali maka takdir saya Doi bukan orang yang beruntung mendapatkan hati saya😳

Dia tak cinta, ya sudah ngapain juga pake sok belagak care cari perhatiannya. Sms, telpon siang malam apalagi sampai bersaing untuk mendapatkan hatinya Doi. Bersaing sok care. Capek ah…. buang-buang waktu aja.

Bagi saya kalo Doi ngak suka ya udah ambil aja toh laki-laki ngak cuma dia seorang. Inilah saya jika doi mau terima apa adanya saya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang saya miliki dan saya benci sekali jika dibandingkan dengan perempuan lain. Bikin keki:mrgreen:

Saya bukan orang yang suka memaksakan keinginan dan bersikap egois mau ngak mau Doi harus jadi pacar saya. Cinta adalah masalah hati dan tak bisa dipaksakan. Jika Doi selingkuh, bersyukurlah sifat aslinya terbongkar sekarang berarti Allah udah nunjukin dan membuka mata saya siapa dia. Saya tak suka bersaing merebut hati pria dan biarlah mereka saja yang bersaing mendapatkan simpati saya. hahahahahaha…. egois saya👿

Saya memang cuek, ngapain juga saya mikirin yang bukan hak milik saya sampai tak enak makan, tak nyenyak tidur, akan menyakiti diri sendiri dan juga mengurangi kebahagiaan saya.

Allah tidak mengambil sesuatu dari hambanya tapi menggantikannya dengan yang lebih baik lagi. Jadi kalo mau ambil Doi ya silahkan ambil aja, saya masih punya Allah. Insya Allah, Allah akan menunjukkan kepada saya siapa yang terbaik, memberikan seorang pendamping yang bertanggung jawab, yang matanya tidak celamitan jika melihat perempuan bening dikit maka akan langsung tergoda hatinya tetapi yang bisa menjaga hati dan cinta istri dan anaknya. Saya sendiri mengakui saya seorang pencemburu dan jika sudah menyanyangi sesuatu maka sepenuh hati saya jaga baik-baik dan jika doi sudah tak sayang lagi ya sudah lepaskan karena saya tak ingin menyakiti diri sendiri dengan cinta palsu. Buang-bunag waktu aja.

Bagaimana dengan kasus poligami ? Saya adalah orang yang tak setuju dengan cara ini, tak ada manusia yang bisa bersikap adil kecuali Allah. Akan ada hati yang tersakiti dan jangan disamakan dengan Rasulullah apapun alasannya. Masa di jaman beliau tak sama dengan era digital. Masa iya ada perempuan yang tega tertawa bahagia di atas kepedihan perempuan lain. Maka kembali pada kalimat “sesama wanita janganlah saling menyakiti”. Jangan egois dan jangan takut belum menikah. Intropeksi diri apakah diri ini sudah pantas belum mendapatkan sang lelaki impian.

**********

*Sebuah tulisan sampah ditulis dengan penuh emosi tuk diri sendiri walau kedengarannya naif memang*

*Bagi yang tak suka harap segera tutup halaman ini*😆