Malam semakin larut, hening dan sunyi. Tak lagi ku dengar suara bising kendaraan ataupun suara obrolan manusia. Yang terdengar kini hanya suara jangkrik dan kicauan seekor burung gereja bahkan sesekali terdengar suara ayam jantan berkokok tapi malam belumlah usai, masih ada sisa waktu 6 jam lagi untuk melewati malam ini.

Malam semakin sunyi dan bulan pun kian merangkak naik bersama ribuan bintang menyinari halaman langit. Angin malam berhembus lembut meniup tubuhku. Masuk ke dalam pori-pori kulit bergerak bersama detak jantungku sambil diikuti aliran darah yang terus merayapi tubuhku. Dingin hingga menusuk tulang.

Kemana mata-mata yang seharian ini terbuka lebar, dimana mata yang tadi siang kutemukan bebas menatap dunia. Dimana mata-mata yang memancar dengan penuh gairah. Dimana kini berada??

Ku temukan mata itu seakan layu. Kelopaknya kini tertutup pandangannya tak lagi tajam.

Apakah semangat itu telah memudar seiring buaian mimpi pada tidur mereka ? Mata itu seakan tak berdaya terkalahkan oleh kantuk yang telah membius mereka.

*****

Selamat malam dunia sampai jumpa di hari yang baru dan bersama esok kita gapai cita yang tertunda hari ini. Menangkap cita dengan pandangan optimis. Mata yang memancarkan kemenangan.