Setiap hari 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan sepanjang hari dalam setahun sejak melek mata sampai tidur lagi kotak hitam itu selalu ramai dan tak pernah sepi sensasi dan terbiasa dihiasi oleh infotainment. Pagi-pagi buta di saat semua orang sibuk memulai hari dengan segala aktifitasnya kotak itu pun sudah siap dengan berita-berita para artisnya. Konflik rumah tangga, percintaan, serba serbi artis serta skandal. Dari yang penting hingga yang sama sekali tidak penting. Dari yang menghibur hingga gosip-gosip murahan yang hanya bertujuan mendongkrak popularitas si artis. Memang tidak melulu isinya gosip tapi ada juga berisi berita perkembangan prestasi si artis akan tetapi kebanyakan isinya malah gosip yang jauh dari kata benar.

Masyarakat diajarkan untuk curiga dan berburuk sangka terhadap seseorang bahkan bergosip, membicarakan orang lain. Bukannya bergosip itu tidak baik karena tak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini dan belum tentu juga yang bergosip itu kelakuannya lebih baik daripada yang digosipkan. Seolah-olah yang bergunjing itu baik, tak ada celah keburukan dan berkoar-koar memperdebatkan aib seseorang.

Apakah keburukan sang artis tersebut membuat yang bergosip dirugikan? rugi apa? materi? materi yang mana? moral? kalo urusan moral ya itu urusan dia yang punya moral yang gak bagus dan kita yang merasa moral dan ahklaknya lebih baik dari sang artis ya jangan mengikuti buruknya. Buang jauh keburukannya dan tirulah perilaku baiknya. Ini masalah dia dengan Tuhan dan biarlah dia sendiri yang mempertanggung jawabkan perbuatannya, bukannya kita yang malah sibuk sendiri menghujat dan memperdebatkan aib si artis.

Saya merasa gerah jika melihat acara-acara infotainment yang lebay pemberitaannya. Si artisnya gak ngapa ngapaian malah dicurigain. Berprasangka jangan-jangan dia begini, jangan-jangan dia begitu. Dia ada maksud begini, begitu. Ya terserah si artisnyalah kenapa kita yang sibuk ngurusin yang sama sekali jauh dari urusan kita. Urusan diri sendiri aja belum selesai malah sibuk ngurusin urusan orang lain. Capek dah….:mrgreen:

Contoh, melihat artis B jalan dengan si C, mulai bergosip. Si artis D jarang terlihat berdua di muka umum dengan istrinya, digosipkan rumah tangganya bermasalah. Di saat mengetahui Si artis sakit dan batal nyanyi. Digosipkan bahwa si artis sengaja atau pura-pura sakit biar ngak ketemu dengan rivalnya. Lah jelas-jelas dilihat di tv dia terbaring dan diinfus di rumah sakit, dimana letak pura-puranya kalo pun dia pura-pura ya itu urusannya dia mau nyanyi atau ngak. Terus ada lagi si artis A sedang kena musibah suaminya meninggal, kok malah infotainment malah sibuk bertanya-tanya gimana nasib anak-anaknya, memikirkan hak asuh anaknya, seakan terselip maksud si artis A dengan mantan istri suaminya rebutan hak asuh anak. Menurut saya, mereka kan sudah punya orang tua dan tidak mungkinlah anak-anak itu akan terlantar, lagian apa hak kita untuk mengurusi urusan mereka. Dilihat ajalah ngak usah menebar gosip dan prasangka.

Kadang hal yang sepele pun bisa dibuat berlebihan, diheboh hebohkan padahal berita itu biasa banget. Banyak sekali contohnya seperti berita seorang polisi yang mendadak menjadi artis. Setiap hari infotainment memberitakannya dan semua stasiun menyiarkannya juga. Lama kelamaan penonton pun bosan dan malas buat nyimak berita itu.

Artis masak, diliput. Artisnya ke salon diliput juga bahkan isi mobil / kamarnya si artis juga tak lupa diliput. Beritanya ngak penting banget kan meski niatnya buat mendekatkan sang artis dengan pengemarnya. Ini loh kesehariannya dia begini. Begini nih isinya kamarnya dia. Tapi yah…. begitulah penontonnya juga suka, mau gimana lagi😮

Menurut saya, siarkanlah berita yang bermanfaat, tidak mengandung gosip, dugaan dan prasangka serta jauh dari fitnah hingga penonton pun tidak terpancing untuk tidak terbiasa curiga kepada seseorang. Lagian bukannya bergosip itu tidak baik ?

Gosip, makin digosok akan semakin sip tapi tak berisi😆