Galau, sedih dan marah

Inginku melupakanmu, menghapusmu dari memori otakku. Membuang jauh segala kenangan tentangmu. Menutup lembaran kisah yang tak berkesudahan ini.  Mengakhiri semua keindahan dan pahitku bersamamu.

Waktu yang ku habiskan denganmu tak juga mampu membuatku mengenalmu. Kesempatan yang kuberikan untukmu tak jua membuatmu berubah. Kau masih saja berkutat pada kesenanganmu sendiri. Menghiasi hatimu dengan banyak cinta. Cinta yang tak pernah kumengerti, cinta seperti apa yang kau cari. Selalu saja ada ku selalu kurang di matamu, ada saja celah untuk pembenaranmu sendiri. Sepertinya tidak ada yang tepat di diriku bagimu. Aku yang selalu kurang di matamu.

Cukuplah sudah sakit yang kau berikan. Cukup sampai di sini ku terima perlakuan busukmu. Usai sudah kesabaranku untukmu. Pergilah jauh terbang bersama merpati pilihan yang sempurna di matamu.

Tak ada gunanya lagi kuberharap padamu apalagi meminta pembuktian janji-janji indah yang telah kau tiupkan hingga menghanyutkanku ke dalam sebuah dilema. Janji yang tak mungkin bisa kau tepati. Keseriusan yang sebatas di bibir saja.

Hari ini ku ucapkan kepadamu duhai sayangku, cukup sekian dan terima kasih.

 

*****

The End