“Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali.” pepatah ini tentu sudah akrab sekali di telinga kita. Seseorang yang tak bisa mengambil hikmah dari kesalahan yang sama diibaratkan sama dengan keledai.

Kita manusia sebagai mahkluk ciptaan yang mulia tentu jauh lebih baik dan pintar dibandingkan seekor keledai. Hewan berkaki empat yang kerjanya hanya makan, jalan dan tidur, tentu kita jauh lebih cerdas dibandingkan mereka.

Sepanjang hidup kita penuh dengan pembelajaran dan pelajaran-pelajaran kehidupan ini akan terus berjalan hingga kita tutup usia. Sayangnya di tengah jalan tanpa sengaja kita masuk pada sebuah lubang masalah dan kemudian bangkit tapi bodohnya kita malah lengah dan terjerumus lagi pada lubang yang sama dengan sebelumnya. Hanya kata penyesalan yang terdengar di akhir peristiwa.

Siapakah yang lebih pintar, keledai atau manusia ?

Hanya keledai yang akan mengulangi kesalahannya yang lalu. Bodohnya manusia malah mengikuti jejak keledai, sering kali tidak berpikir panjang dalam melangkah. Lagi, lagi dan lagi masih saja berkutat pada kebodohannya.

*****

Salah satu contoh manusia bodoh itu adalah saya. Saya yang tak lebih pintar dari seekor keledai. Tak ada yang bisa disalahkan, saya memang bodoh yang membiarkan semua ini mempermainkan saya berulang kali. Seharusnya sejak dari dulu saya memutuskan keluar dari permainan ini. Berhenti untuk tidak terjun pada lubang kebodohan yang membosankan ini.:mrgreen: Walau sejak lama saya tahu bahwa langkah kaki saya telah salah tapi saya tidak pernah menghentikan geraknya, terus saja saya melaju tanpa mau menggunakan logika. Otak yang selayaknya digunakan tuk berpikir malah dikesampingkan. Hanya nafsu yang terus menguasai diri saya.

Kini semua telah terjadi, tak ada gunanya lagi saya menangis menyesal. Sang keledai pun puas terbahak-bahak mentertawakan saya😳