Bulan Februari ini sudah tiga kali saya mendapatkan undangan pernikahan. Undangan pernikahan dari teman-teman kuliah dimana dulu kami belajar bersama, ngumpul bareng dan juga bolos dari mata kuliah yang membosankan. Terbayang dulu gimana culunnya kami ketika pertama kali berkenalan. Layaknya anak ingusan yang merasa sok dewasa😀

Setiap kali membaca undangan pernikahan selalu saja ada rasa bahagia yang menyelusup diam-diam ke dalam hati saya. Rasa bahagia yang tiba-tiba menyeruak hingga mengundang senyum di bibir. Teman yang sebelumnya saya kenal polosnya akhirnya kini akan menikah dan akan membangun kehidupan baru dengan istrinya. Syukurlah mereka masih normal:mrgreen: Saya turut berbahagia atas kebahagiaan mereka.

Setiap orang pastinya ingin menikah dengan pujaan hatinya. Menikah dengan seseorang dimana dia merasa cocok dan siap menghabiskan hidupnya bersama.  Tak ada seorang pun yang ingin gagal dalam pernikahan. Semuanya ingin yang terakhir dan untuk selamanya. Seperti tadi pagi saya melihat nenek dan datuk saya yang hingga di usia senja mereka masih tetap mesra dan kompak. Nenek tak hentinya menunjukkan cinta dan kasih sayangnya dengan melayani datuk setulus hati dan demikian juga datuk yang setia pada tanggung jawabnya membahagiakan nenek. Sepertinya mereka benar-benar menepati janji di saat ijab kabul di hari pernikahan mereka dulu.

Nenek dikenal jago masak dan tak ada yang bisa menyamakan rasa dari masakannya hingga membuat datuk tidak mau makan jika yang memasak bukanlah nenek. Jangan-jangan dulu datuk jatuh cinta gara-gara kepincut sama masakan nenek. Walaupun anak-anaknya pernah menyediakan masakan di rumah tapi datuk tahu yang masak bukanlah istrinya. Jangan heran jika makannya akan bersisa. Nenek selalu setia menemani datuk makan karena datuk juga tak mau makan tanpa ditemani nenek. Selain pintar masak, nenek juga pintar menjahit dan membuat berbagai macam kerajinan tangan.

Pemandangan harmonis pasangan ini kadang membuat saya iri, saya juga ingin hidup bahagia seperti mereka. Tetap menjaga keromantisan hati meski fisik tak lagi elok dan sekuat sewaktu muda. Cintanya tak luntur akibat keriput. Cinta yang tulus yang tak memandang kemolekan fisik. Walaupun saya tahu sumber kebahagiaan tak hanya dari menikah tapi tak ada salahnya juga jika saya mengagumi kisah cinta mereka.

Semoga Allah selalu memberikan mereka kesehatan untuk tetap bisa berkumpul bercengkrama bersama cucu dan cicitnya.