Gadis itu terpaku sendiri di hadapan laptop yang masih menyala di hadapannya dan matanya sedari tadi masih enggan beranjak dari pandangannya. Terbelalak pada sebuah tulisan singkat namun cukup membuatnya terkejut hingga mampu membuatnya menitikkan air mata. Sebuah fakta mengejutkan yang tak pernah ia bayangkan bahwa kecurigaannya selama ini terbukti jua.

Tanpa dia sadari Tuhan telah menunjukkan kebenarannya dan membukakan matanya pada kenyataan yang sebenarnya. Inilah hasil dari segala kecurigaan dan tanda tanya yang mengisi otaknya selama ini. Meski kenyataan yang dia dapatkan pahit tapi dia merasa lega karena terjawab sudah segala keraguannya pada kekasihnya.

Kata-kata penuh perhatian dan ungkapan sayang dari perempuan-perempuan yang selama ini mengisi halaman facebook kekasihnya selalu membuatnya resah “ada apa antara kekasihku dengan dia, dia, dan dia terutama dia yang sepertinya sangat istimewa di hatinya?”  “adakah yang lain selain aku?” pertanyaan ini selalu menari indah di benaknya. Meski dia telah mencoba sekuat tenaga tuk membuang jauh kecurigaannya dan terus menanamkan rasa percaya pada kekasihnya tapi hati kecilnya tak dapat dibohongi.

Pernah dia tanyakan kecurigan ini pada kekasihnya tapi tak banyak jawaban memuaskan yang bisa dia dapatkan. Hanya kalimat “ini dunia maya sayang….” yang dia dapatkan meluncur lancar dari mulut kekasihnya.

Seolah-olah dengan berdalih dunia maya maka semua orang bisa melakukan apa saja semaunya, semua bebas dilakukan tanpa ada batasan sampai selingkuh via dunia maya sekalipun. Sang gadis tak pernah melarang ataupun membatasi kekasihnya berteman dengan perempuan lain dari mana saja  tapi berteman pun tentu ada batasannya. Ada aturan-aturan yang harus dia terapkan mengingat dia bukanlah seorang jomblo apalagi umurnya sudah cukup banyak. Seharusnya kekasihnya bisa bijak tapi betapa sakit hatinya melihat kenyataan bahwa kini cinta kekasihnya tak lagi sepenuhnya untuknya. Ada perempuan lain yang kini juga mengisi hati kekasihnya. Walau mereka tidak setiap hari berjumpa tapi kata-kata mesra pada facebook, sms dan telpon sudah cukup membuat hatinya tersayat.

Kepada perempuan itu kekasihnya juga memberikan harapan yang sama seperti yang dia dapatkan dari kekasihnya. ” Oh ternyata kekasihku pengobral cinta, murahan….” begitu gumamnya.

Lebih baik dia menyudahi hubungan ini daripada setiap hari makan ati. Dia juga pantas bahagia dan mendapatkan seseorang yang bisa mencintainya dengan sepenuh hati. Lelaki setia yang tak suka mengobral cinta.

Dibalik sakit hatinya, sang gadis bersyukur Allah masih menyanyanginya. Dia telah mencintai orang yang salah agar dia tidak terlalu sakit hati di kemudian hari, Allah menunjukkan siapakah kekasihnya yang sebenarnya dan memperlihatkan apa yang telah lelaki ini perbuat di belakangnya. Kembali masalah telah mengajarinya menjadikannya pribadi yang kuat dan dewasa. Dia ikhlas menerima kenyataan yang tak mengenakkan ini.

Sekali buaya tetap buaya, jangan harap buaya akan berubah baik. Akan ada pengganti yang dia dapatkan yang jauh bahkan beribu-ribu jauh lebih baik dibandingkan kekasihnya yang brengsek ini.

Tak ada yang salah dengan dunia maya tapi sayangnya ada orang-orang yang tak bisa bijak memanfaatkan kemajuan teknologi ini. Menyalah gunakannya hanya untuk memenuhi nafsu dan egonya. Jangan mengkambing hitamkan dunia maya karena dia tak salah tapi salahkan pada manusianya.