ku buka album biru penuh debu dan usang

ku pandangi semua gambar diri kecil bersih belum ternoda

pikirkupun melayang dahulu penuh kasih

teringat semua cerita orang tentang riwayatku

kata mereka diriku slalu dimanja

kata mereka diriku slalu dtimang

nada-nada yang indah slalu terurai darinya

tangisan nakal dari bibirku takkan jadi deritanya

tangan halus dan suci tlah mengangkat diri ini

jiwa raga dan seluruh hidup rela dia berikan

oh bunda ada dan tiada dirimu kan slalu ada di dalam hatiku

Setiap kali mendengar lagu ini selalu sukses membuat hati saya bergetar. Teringat betapa besarnya jasa-jasa Ibu yang telah mengandung selama 9 bulan, berjuang melahirkan bayinya layaknya pertaruhan antara hidup dan mati serta membesarkan putrinya dengan penuh kasih sayang.

Bangun di tengah malam dan memastikan anaknya tertidur pulas. Ibu yang tak pernah merasa keberatan mendengarkan keluh kesah anak-anaknya, dengan senang hati menyediakan telinganya sebagai tong sampah curhat.

Ia memang tak cantik tapi bagiku dialah Ibu tercantik. Dia tak juga kaya harta tapi bagiku dialah Ibu terkaya di dunia. Memiliki segudang kebaikan dan keramahan yang sangat kepada sesama. Ibu yang paling pintar terutama pintar memasak😀 Tak banyak kata yang bisa saya gunakan tuk mengambarkan kasih sayangnya karena kasih sayang tak dapat diucapkan hanya bisa dirasakan. Saya bangga memiliki seorang Ibu seperti Ibu.

Kini ketika tatapan mata itu tak dapat lagi saya lihat, sentuhannya tak dapat lagi saya rasa tapi jasa-jasanya akan selalu saya kenang. Selamanya surga itu berada di kaki ibu meski kini Ibu telah berbaring damai di dalam pusarannya.

You’re best mother I ever had. I miss you mom…. Selamat hari Ibu.