Dulu ketika kecil saya pernah ngefans banget sama Enno Lerian. Waktu itu dia salah satu penyanyi cilik yang lagi naik daun, produktif menelurkan album hingga dia punya acara musik sendiri di tv. Dan saya si bocah ingusan ini cinta banget sama dia sampe bela-belain menabung sisa uang jajan hanya untuk memiliki kaset lagunya. Semua albumnya saya punya lengkap hingga membuat saya hapal semua lagunya.

Selain itu setiap jumat dan sabtu sehabis pulang sekolah atau les saya rajin mampir ke toko buku/majalah hanya untuk mengecek satu per satu majalah anak-anak apa ada yang memuat berita tentang dirinya. Karena terlalu banyak akhirnya saya memutuskan tuk membuat kliping tentang dirinya dari tulisan yang nyempil di pojokan hingga cover majalah yang memuat tampang dia. Koleksi kliping saya lebih dari satu buku gede ditambah cover majalah yang tak pernah mau saya buang hingga kasetnya. Semua tersusun rapi di dalam lemari yang terkuci rapat di dalam kamar. Sengaja saya kunci karena tak ingin koleksi kesayangan saya hilang atau rusak di tangan orang lain.

Bukti kecintaan saya yang lain adalah saya rajin sekali mengirimi dia surat dan sebulan sekali saya selalu hadir ke kantor pos. Berbagai pertanyaan saya ajukan di dalam surat itu. Setiap surat yang saya kirim selalu dengan pertanyaan yang berbeda-beda. Sayangnya saya tak pernah mendapat jawaban dari semua pertanyaan yang saya ajukan. Semua surat yang saya kirim hanya mendapat balasan selembar foto berukuran post card dengan dibubuhi tanda tangan dan alamat rumahnya.

Dibilang kecewa, ya pastilah. Orang bertanya tentu butuh jawaban tapi kok malah dikasih foto. Sampai-sampai ada beberapa koleksi foto dia yang dobel. Dalam angan saya waktu itu ingin sekali bisa ngobrol dengan dia, tak bisa bertatap muka ya tak apalah lewat surat pun jadi. Seringkali saya menghayal tuk pergi ke Jakarta mencari alamat rumahnya dan berharap bisa bertemu dengannya dan ngobrol dalam suasana akrab (ah khayalan anak kecil).

Setiap minggu pagi saya adalah penonton setia acara musiknya. Duh saya lupa nama acaranya apaan tapi itu acara isinya menayangkan lagu anak-anak semua. Walau si Enno nya nonggol di tivi sebentar aja tapi saya nya senangnya minta ampun. Ini pandangan ngakย  beranjak dari tv. Suka banget melototin dia ngocehย  ataupun nyanyi di tv.

Kenapa dulu saya suka sekali sama dia, kenapa ngak sama Bondan Prakoso aja yang sedari kecilnya sudah cakep. Saya pun tak tahu mungkin karena cantik kali ya terus pintar nyanyi dan lagunya memang enak didengar. Selain itu gaya centilnya itu yang bikin saya jatuh hati.

Kecintaan saya dengan dia berubah setelah dia menikah. Waktu itu dia memutuskan tuk menikah muda dan sayangnya lagi rumah tangganya pun harus bubaran. Akan tetapi penyebab pudarnya cinta saya bukan kerena dia menikah tetapi karena sifat bosan yang telah menghinggapi saya. Saya memang tak pernah lama ngefans sama artis, cintanya bentar doang abis itu pudar. Mau itu artis seganteng atau secantik apa pun kalo saya sudah bosan ya tetap saja dimata saya biasa saja. Entah itu artis Korea, Hollywood ataupun artis Indonesia tak ada yang bisa membuat saya nangis lebay untuk bisa ketemu dengan mereka. Saya memang mudah sekali merasa bosan dan bukanlah penggemar yang setia.

Entah kemana menghilangnya semua koleksi saya tentang Enno Lerian. Saya lupa naruh karena dulu pindah rumah. Ngumpulnya susah payah tapi hilangnya sekejap.

Jujur saja saya masih menyukai lagu-lagunya Enno lerian walau cinta saya sudah tak sebesar dulu lagi. Sesekali masih suka mendengarkan lagunya sambil bernostalgia mengenang ketika dulu saya masih lugu dan lucu-lucunyaย  ๐Ÿ˜›