Jam telah menunjukkan pukul 4 sore dimana sejak dua jam yang lalu hujan telah mengguyur tanah Cilegon. Hujan kali ini membuatku sedih. Sedih karena sudah jam segini kau tak juga datang. Terlintas banyak tanda tanya di pikiranku. Silih berganti memenuhi otakku. Apakah kau membatalkan pertemuan kita kali ini, apa kau lupa dengan janjimu atau mungkin kau terjebak hujan di sana. Entahlah aku tak tahu😕

Rasa gelisah mulai menyusup dan menghantui pikiranku. Sesekali ku lihat keluar jendela sambil berharap di ujung jalan sana dapat kulihat tubuh gempalmu. Tapi sayang beberapa kali ku pastikan sosokmu tak juga terlihat😦 dan hujan tak sedikit pun gentar membasahi bumi. Seperti air bendungan yang jebol dari penampungannya mengalir deras membasahi ke segala hamparan tanah.

Seolah-olah hujan turun tuk menggagalkan pertemuan kita. Aku di sini sudah pasrah, kalau pun kita gagal bertemu hari ini mungkin aku bisa tidur nyenyak malam ini di bawah hangatnya selimut tebal dan kaos kaki. Gak pa pa aku maklum kok. Sambil menunggumu tanpa kusadari aku telah tertidur di atas sebuah sofa empuk. Hujan telah menina bobokan ku.

Zzzzzzzzzzzzzzzzz……… zzzzzzzzzzzz………. zzzzzzzzzzz………..

Tok, tok, tok….. assalamualaikum….. tok, tok, tok………

Tiba-tiba aku tersentak dari tidurku saat ku dengar suara yang tak asing di telingaku. Ya, tak salah lagi suara itu sangat kukenal. Segera sambil berlari-lari kecil kubukakan pintu dan tampaklah sosok yang kutunggu dari tadi. Pandaku kini telah hadir di hadapanku sambil membawakan senyuman termanisnya. Ku suka mata itu dan ku suka senyuman itu🙂

Dari balik tubuhnya ku lihat keluar ternyata hujan telah reda dan telah meninggalkan genangan air di mana-mana.

Sore ini pandaku telah janji akan mengajakku pergi makan dan dia mengerti sekali setelah 10 hari tak berjumpa ia tahu aku bosan menunggunya sendirian dan selama ia pergi aku pun tak pernah JJS kecuali dengan dia.

Berdua kami menyusuri jalan dan mencari tempat makan yang paling enak. Saat itu aku ingin sekali makan Soto Padang di tempat langganannya tapi sayang sore itu tutup akhirnya kami mengubah langkah kami menuju Mall Mayofield. Ketika melewati sebuah toko sepatu aku  meminta padanya untuk dibelikan sepatu kerja. Mungkin dia tak tega melihat wajah ku yang sudah manis memelas akhirnya ia luluh bersedia membelikanku sepasang sepatu yang telah lama ku impikan. Terima kasih sayang, makin cinta deh sama kamu (pikirku dalam hati)😉

Walau sebenarnya tak lapar setelah keluar dari mall kami segera mencari tempat makan yang telah lama tak kami kunjungi. Kali ini tujuan kami adalah warung sederhana yang berada di pinggiran ruko. Sebuah warung yang menjual nasi kucing dengan tempe mendoan, ati ampela, telur asin dan kerupuk ikan. Panda sangat hapal kegemaranku yang suka makan nasi kucing. Bisa-bisa aku makan sampai dua bungkus dan pulangnya minta dibungkuskan ati ampela (abis enak sih….):mrgreen: sedangkan dia satu bungkus aja sudah kenyang. Melihatku yang makan sangat lahap dia hanya senyum sambil geleng-gelang kepala dan menawarkanku apakah ingin tambah lagi (ngaklah dua bungkus aja sudah cukup, satu untuk di sebelah kiri dan satunya lagi untuk di sebelah kanan)😳

Jam telah menunjukkan pukul 6 sore, kami harus segera pulang untuk mendirikan shalat tapi mendadak hujan kembali turun dan hujan kali ini jauh lebih deras dari sebelumnya. Hujan kembali mencoba mengagalkan rencana kami. Panda terus mendesakku untuk segera pulang karena ia tak mau shalatnya bolong. Akhirnya kami memutuskan pulang menyusuri jalan dengan berlari-lari kecil sambil berpegangan tangan di bawah air hujan. Aku tahu banyak sekali mata yang memandang tapi sepertinya dia sudah tak peduli. Hujan tidak akan bisa menyurutkan imannya untuk menghadap sang pemilik hujan. Tujuannya hanya satu pulang ke rumah dan segera mendirikan shalat. Aku bangga pada keteguhan imannya.

Alhasil sore itu kami pulang basah kuyup seperti kucing yang habis dimandikan menggigil kedinginan.

*****

Salah satu kenangan hujan yang tak terlupakan, setelah lama tak mandi hujan baru kali ini aku merasakannya lagi setelah belasan tahun. Hujan kali ini terasa beda. Ku nikmati hujan bersamamu, ku rasakan alirannya membasahi tubuhku hingga ku rasakan resapannya masuk ke dalam balik pakaianku😳 Hujan membawa kebahagiaan dan juga menyusup sisi romantisnya.