Manusia adalah mahkluk sosial yang sepanjang hidupnya selalu berinteraksi dengan orang lain. Tak ada manusia yang bisa hidup sendiri meski ia hidup jauh di hutan tentu ia masih membutuhkan manusia.

Beberapa interaksi antara satu orang dengan yang lainnya menciptakan persahabatan walau memang tak semua orang bisa dijadikan sahabat. Biasanya persahabatan tercipta karena adanya kecocokan diantara keduanya.

Sahabat sejati adalah teman yang sangat mengerti diri kita apa adanya. Dia mengetahui dan menerima kekurangan dan kelebihan kita. Tanpa kita sadari interaksi antara sahabat membawa pengaruh pada diri kita. Entah itu pengaruh baik atau pun pengaruh buruk. Sahabat adalah tempat untuk kita bercermin.

Sahabat sejati bersedia memotivasi kita di saat kita sedang jatuh. Mengingatkan kita di saat kita salah, selalu mengulurkan tangannya di saat kita sedang susah. Turut bahagia atas kebahagiaan sahabatnya dan bersedih atas kesedihan sahabatnya. Sahabat sejati adalah pertemanan di saat susah dan senang.

Sesungguhnya siapakah sahabat sejati itu? adakah seseorang yang benar-benar selalu ada menemani kita bahkan mampu melewati ruang dan waktu. Di saat kita sepi sendirian ia telah siap di samping kita. Di saat kita susah ia hadir menolong kita tuk keluar dari kesusahan. Siapakah sahabat sejati yang sesungguhnya yang mampu membawakan kebahagiaan hidup kita. Adakah persahabatan yang kekal abadi?

Sahabat sejati yang sesungguhnya adalah amal ibadah kita. Hanya ia yang mampu menolong kita dari siksa kubur dan neraka. Hanya dia yang selalu setia menemani istirahat kita di kubur. Membawakan penerangan cahaya, menyelimuti tubuh kita dari dinginnya air hujan. Menjauhkan tubuh kita dari sentuhan panasnya api neraka. Menuntun kita hingga lolos melewati jembatan shirotol mustaqim. Membantu kita hingga bisa menikmati nikmatnya surga Allah.

Ketika kita telah dipanggil Allah, jasad kita terkubur di dalam tanah dengan berhiaskan di atasnya nisan yang terbuat dari batu keramik bertuliskan nama, tanggal lahir dan tanggal wafat. Sedangkan di dalam sana gelap dan sepi. Tak ada suami/istri, saudara, sahabat ataupun anak yang akan menemani tidur kita di kubur. Hanya ada cacing dan semut yang rajin menjenguk kita. Setelah jasad kita terbaring rapi di dalamnya maka satu per satu mereka akan pergi meninggalkan kita sendirian di sana. Mereka akan hidup ikhlas melepaskan kematian kita tapi tidak amal ibadah. Ia selalu setia menemani.

Dialah sahabat sejati yang sesungguhnya, persahabatan yang tak pernah berakhir.

Bagaimana kau merasa bangga
akan dunia yg sementara
bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
meninggalkan dirimu

bagaimanakah bila saatnya
waktu terhenti tak kau sadari
masihkah ada jalan bagimu untuk kembali
mengulangkan masa lalu

dunia dipenuhi dengan hiasan
semua dan segala yg ada akan
kembali padaNya

bila waktu tlah memanggil
teman sejati hanyalah amal
bila waktu telah terhenti
teman sejati tingallah sepi

(Bila waktu tlah berakhir, Opick)