Hari ini 17 Agustus 2010 tepat 65 tahun sudah negeri kita yang tercinta ini merdeka. Telah banyak nyawa yang gugur di medan perang karena memperjuangkan kebebasan dari belenggu penjajah. Harta, nyawa bahkan keluarga pun juga turut menjadi korban demi cita-cita kemerdekaan Indonesia. Memperjuangkan Hidup bebas dari jajahan bangsa asing dan mempertahankan kekayaan bumi Indonesia dari jarahan pihak luar.

Pembangunan telah tumbuh pada berbagai bidang seperti pendidikan, infrastruktur, pertanian, ekonomi, dan lain-lain. Setiap tahun kita selalu memperingati hari kemerdekaan. Banyak perlombaan dan event yang diadakan tuk memeriahkan kemerdekaan ini seperti lomba makan kerupuk, panjat pinang, lomba perahu dan pawai pembangunan.

Apakah sekedar perlombaan ini cara kita mensyukuri kemerdekaan? Benarkah Indonesia telah bebas merdeka dari belenggu penjajah? Apa yang telah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini hingga tercipta Indonesia yang lebih baik ?

Telah banyak masalah yang dipikul oleh Ibu Pertiwi, memikirkan negeri ini yang semrawutan. Sadarkah kita bahwa Ibu Pertiwi menangis saat melihat banyak pejabat pemerintahan yang korupsi, markus, terorisme, illegal logging, kasus lumpur Lapindo yang tak kunjung usai, meledaknya tabung gas 3 kg yang telah banyak menelan korban sedangkan orang-orang yang seharusnya bertanggung jawab malah sembunyi tangan, saling menyalahkan.

Di sisi pendidikan masih banyak anak yang putus sekolah karena biaya sekolah yang sangat tinggi. Malahan gedung sekolahnya pun sudah tidak layak lagi. Jumlah ruang kelas yang kurang dengan berlantaikan tanah dan jika musim hujan tiba maka anak-anak harus sabar belajar di bawah atap yang bocor.

Rakyat banyak yang tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan yang baik karena biaya kesehatan pun sangat jauh dari jangkauan mereka dan harga obat sangat mahal. Banyak bayi yang kekurangan gizi. Orang-orang yang sakit harus sabar melawan penyakitnya tanpa adanya sentuhan tangan dokter.

Harga barang-barang kebutuhan pokok pun juga tinggi, semakin hari semakin melambung. Seperti harga beras dari waktu ke waktu terus merangkak naik. Di negeri sendiri yang katanya Indonesia telah bisa swasembada beras tapi harga beras malah mahal padahal nasi adalah makanan pokok kita.

Banyak infrastruktur yang rusak parah, dana APBD / APBN yang telah cair yang seharusnya digunakan untuk pembangunan malah dikorupsi.

Para wakil rakyat yang bisanya menuntut haknya tanpa memikirkan kesusahan rakyat. Banyak rakyat yang menjerit yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Adakah para wakil rakyat di gedung parlemen itu memikirkan rakyat yang telah memilihnya dengan harapan pilihannya bisa membawa kehidupan mereka ke arah yang lebih baik lagi tapi nyatanya yang telah terpilih telah lupa diri. Hanya memikirkan bagaiman caranya memperkaya diri sendiri dengan segala cara agar kelak ketika mereka sudah pensiun hidup mereka masih tetap mewah.

Yang kaya semakin kaya dan yang miskin tetaplah miskin.

Jika saya jabarkan satu persatu persoalan negeri ini di halaman ini maka ngak akan ada habisnya.

Inikah cara kita mengisi kemerdekaan, beginikah cara kita menghargai perjuangan para pahlawan kita?

Semoga Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi. Negeri ini maju, aman dan rakyat sejahtera serta Ibu Pertiwi tersenyum kembali. Ini bukan hanya sekedar mimpi tapi harapan kita bersama.

Hiduplah Indonesia raya…..