Semalam saya dan dia tak bisa tidur. Permasalahan ini tak sengaja membuat rasa kantuk di mata kami sirna. Berita yang dia sampaikan semalam membuat saya kaget, dokter mengatakan bahwa ia harus dioperasi. Wajar jika beberapa hari ini dia merasakan perutnya sakit sekali. Setahu saya ia memang menderita sakit maag dan kali ini sakit itu kembali kambuh tetapi kenapa dokter menyuruhnya untuk memeriksakan perutnya ke USG 😕 Sampai segitu parahkan sehingga sakit maag nya harus pakai rontgen segala.

Saya sempat curiga sepertinya ada yang tidak beres pada sakitnya dia kali ini dan ternyata apa yang saya curigakan benar. Ia terkena penyakit itu. Pencernaannya sedang mengalami gangguan dan jalan yang harus ditempuh adalah harus dioperasi 😦

Saya merasa kasihan sekali pada dia, saya tak tega melihat orang yang sangat saya sayangi sakit. Hal yang paling menyakitkan adalah di saat dia sedang sakit malah saya tidak bisa menemaninya. Saya tidak bisa berada di sampingnya. Menyemangatinya secara langsung. Sedih, sedih sekali rasanya 😥 Di saat dia benar-benar butuh kehadiran saya tapi saya tak bisa ada di dekatnya. Merawat dan juga menjaganya. Saya hanya bisa menyemangatinya dari jauh dan juga mendoakannya semoga ia lekas sembuh. Saya ingin dia bahagia dan segera sembuh agar dia bisa kembali melanjutkan aktivitasnya.

Di sini kami kembali diuji agar berbaik sangka kepada Nya. Pasti ada hikmah dari cobaan ini. Sakit yang Dia berikan ini juga termasuk salah satu bentuk kasih sayang Nya. Saya yakin sekali ia pasti sembuh kembali. Tuhan tidak mungkin memberikan cobaan ini melebihi kemampuan umatnya.

Lekas sembuh ya sayang….