Ada 3 kata sederhana yang bagi beberapa orang sangat sulit bagi mereka untuk diucapkan. Gengsi bagi mereka untuk mengeluarkan ucapan ini. Mengucapkan ketiga kata ini berarti ia mengakui kehebatan orang lain. Mereka lebih menjaga egonya ketimbang merendahkan hatinya. Sangat dipantang baginya untuk merendahkan hatinya walau hanya sedikit. Rendah hati sama saja merendahkan dirinya di hadapan orang lain dan menjatuhkan kehormatannya, makanya ketiga kata ini sangat anti diucapkan dari mulut mereka.

Ketiga kata sederhana itu adalah maaf, tolong, dan terima kasih. Sebab sulit diucapkan karena orang ini merasa bahwa derajat hidupnya lebih tinggi. Ia termasuk golongan orang yang punya. Baginya semua yang ada di dunia ini bisa ia dapatkan tanpa harus mengemis kata tolong, enggan mengakui kesalahannya dengan kata maaf dan anti mengenang jasa kebaikan orang lain dengan ucapan terima kasih.

Jika ada orang biasa yang memberinya suatu barang maka jangan harap akan terdengar ucapan terima kasih dari mulutnya. Barang itu memang diterimanya tapi kamu akan mendapatkan ucapan miring mengenai barang pemberianmu itu. Ada saja celahnya untuk mengejek pemberian orang lain. Kurang inilah, itulah, ngak baguslah, murahlah, palsulah. Di matanya selalu saja ada titik ketidak sempurnaan padahal si pemberi telah tulus memberi tapi yang menerima tidak tahu berterima kasih.

Lain ceritanya jika ada seorang berduit yang memberinya suatu barang. Walaupun barang itu biasa saja pasti olehnya akan selalu disanjung dan dipuji secara yang ngasih adalah orang kaya juga. Akan selalu ia kenang dan dijaga baik-baik.

Orang seperti ini selalu merasa dirinya yang paling sempurna, yang kaya akan selalu ia sanjung dan yang miskin akan ia cela. Orang miskin tidak akan mereka pandang bahkan sebelah mata pun enggan. Apakah semua orang kaya seperti ini. Harta memang kaya tapi attitude nya jauh lebih miskin dari orang miskin😕

Bagaimana jika si pemberi itu adalah kamu, bagaimana rasanya. Kecewakah, berkecil hati kah? apakah kamu masih ingin memberikan suatu barang lagi kepada orang yang tidak tahu berterima kasih seperti ini? Baik di matamu belum tentu baik di matanya.