Sejak saya mendapat kabar dari seorang teman tentang kehamilannya yang tak diinginkan dan rencananya untuk menggugurkan kandungannya membuat saya tak tega. Seorang calon manusia akan direnggut secara paksa hidupnya karena calon ibu belum siap menikah muda 😯 Dia pun menanyakan kepada saya obat ampuh untuk menggugurkan kandungannya. Ternyata ia telah banyak mendapat masukan dari temannya yang lain untuk meloloskan niatnya. Saya berharap agar ia mempertahankan bayinya dan membuang jauh niat jahatnya 👿

Dengan berbagai cara si jabang bayi pun tak juga keluar dari rahimnya, masih bersikukuh di dalam. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada calon bayi ini dan membukakan pintu hati ibunya agar menyadari dosa-dosanya. Saya kawatir jika terus dipaksakan digugurkan sedangkan bayinya masih tetap bertahan takutnya ia akan lahir cacat. Naudzubillahminzalik…. Seorang bayi tak berdosa menjadi korban kejahatan ibunya 😥

Melihat nasib teman ini membuat saya jadi kepingin punya bayi juga tapi saya kan belum menikah. Tidak mungkin juga kan saya punya bayi tanpa menikah terlebih dahulu. Apa kata dunia??? ih amit amit amit amit…. alhamdulillah saya masih punya iman yang membentengi diri ini dari dosa zina.

Terkadang pikiran ngawur itu datang, saya membayangkan bagaimana rasanya ada seorang bayi hidup di dalam rahim ini. Makan dan minum dari ibunya selama 9 bulan. Semakin hari kandungannya bertambah besar, berat badan kan bertambah :mrgreen: dan baju-baju saya di lemari sudah tak muat lagi. Seorang bayi yang terlahir dari rahim saya sendiri.

Apalagi melihat segala macam pernik yang berbau bayi membuat saya semakin pingin memiliki bayi juga. Pakaiannya yang serba ukuran munggil, sepatunya, perlengkapan mandinya, mainannya dan semua yang berhubungan dengan bayi membuat saya semakin mimpi ngawur.

Sayangnya keinginan ngawur ini belum bisa terealisasikan sekarang karna saya belum menikah. Walau keinginan menuju ke sana sudah ada tapi semua butuh persiapan. Butuh waktu dan tidak seperti membeli sayur di pasar. Hari ini kepingin makan sayur maka hari ini juga bisa langsung dibeli, tentu menikah tidak semudah itu.

Keinginan ngawur saya ini semakin menjadi-jadi ketika melihat teman-teman saya semasa sekolah dan kuliah dulu sudah banyak yang telah menikah dan mengendong bayi. Bahkan seorang teman dekat saya saat ini sedang mengandung anak keduanya. Waduh… saya merasa semakin ketinggalan sangat jauh. Satu aja saya belum punya sedangkan teman saya ini semakin berkembang 😀

Untungnya keinginan ngawur ini telah terobati dengan kehadiran seorang keponakan saya yang kini telah menginjak usia 3 bulan. Rangga yang lahir ke dunia di bulan Maret lalu selalu bikin saya kangen pulang ke rumah. Kangen untuk mendengar tangisannya, tawanya dan juga kemanjaannya. Tidak terasa tubuhnya semakin besar dan tingkah lakunya bertambah gemes.

Saya pun sayang sekali sama Rangga, layaknya seperti anak sendiri walau ia hanya keponakan saya. Rangga sudah mulai mengerti sekarang, kalo pagi-pagi sejak dari subuh ia sudah bangun minta diajak jalan-jalan pagi terus ia paling suka kalo semua orang di rumah menemani dia bermain, mengajaknya ngobrol walau ia belum bisa ngomong tapi sepertinya ia mengerti.

Belum punya bayi sendiri tak apalah keponakanku Rangga sudah bikin hati senang 😀 dan saya harus belajar bersabar mewujudkan mimpi ini sampai ijab kabul diucapkan.

Iklan