Some people come into our lives and quickly go. Some stay for awhile and leave footprints on our hearts. And we are never, ever the same

Setelah lulus kuliah, saya jarang sekali jumpa dengan teman-teman saya dulu apalagi dengan sahabat-sahabat saya. Dimana kami selalu mengisi waktu bersama, dari pagi hari bahkan kadang sampai malam tiba. Kebersamaan yang sangat erat dari mulai belajar bareng, jalan-jalan, makan, bahkan mandi dan tidur pun kami pernah bareng. Tentunya sahabat- sahabat saya ini beranggotakan cewek manis dan imut semua. No boys, girls only😉

Kebersamaan itu indah sekali, rasanya dunia ini terasa indah dengan kehadiran sahabat. Sahabat adalah seseorang yang mengerti dan tahu sisi dalam dan luar diri kita. Seiya sekata dan juga selalu kompak meski terkadang terhadang perbedaan pendapat tapi itu tidak mengurangi kasih sayang pada sahabat. Tidak meretakkan hubungan persahabatan itu sendiri.

Banyak sekali pengalaman lucu dan ngangenin bareng sahabat salah satunya ngecengin kakak kelas khususnya cowok di kantin. Sambil makan maka kami akan mencari ke sekeliling dimana posisi duduk yang strategis untuk melirik kakak-kakak tingkat yang cakep itu, hingga tak salah jika pada akhirnya banyak sekali kakak kelas yang kami kenal dari mulai say hai hingga yang menawarkan traktiran. Cihuy….😀 Tak salah jika kantin juga sering dijadikan tempat seru buat minggat dari jam mata kuliah terutama dari dosen killer.

Ah, ada-ada saja obrolan kami pada saat itu. Dari mulai membahas kelompok adam, fashion hingga kami menjadi komentator dadakan dunia percintaan. Mengomentari setiap pasangan yang lewat di hadapan kami😀

Ikutan fitness bareng juga pernah kami lakukan, sayangnya hanya bertahan selama 1 bulan karena kesibukan yang sangat padat maka kami harus konsentrasi pada penyusunan skripsi apalagi saat itu saya sudah mulai bekerja. Harus pintar bagi waktu dan terpaksa hobby yang satu ini disingkirkan sementara.

Jika salah satu diantara kami tidak hadir pasti teman-teman yang lain menanyakan keberadaannya. Jika ada si A pasti ada si Y di sampingnya, begitulah asumsi teman-teman saya.

Sejak lulus kuliah, bekerja dan beberapa sahabat ada yang telah menikah dan memiliki buah hati maka kebersamaan kami sudah tak seperti dulu lagi. Kami sudah jarang ketemu dan komunikasai kami hanya mengandalkan telpon dan facebook. Maklumlah Semua telah memiliki kehidupan masing-masing tidak seperti dulu bisa bebas keluar, menghabiskan waktu seharian bersama sahabat. Mereka telah memiliki tanggung jawab pada suami dan anak-anaknya.

Diantara kami hanya saya sendiri yang belum menikah, maka tak salah jika ada kesempatan ngobrol pasti pertanyaan “kapan” selalu dialamatkan kepada saya. Tenang saja jika waktunya tiba saya pasti akan menikah dan memiliki kehidupan seperti mereka dan tak lupa dengan bangga memperkenalkan boneka panda saya.

Ternyata mencari sahabat bukanlah hal yang mudah, tidak semua orang bisa dijadikan sahabat terutama yang bisa mengerti dan nyambung gilanya dan juga pemikirannya sekaligus menjadi loker penyimpan rahasia yang terpercaya.

Adakah yang ingin bersahabat dengan saya ????😆