Awan mendung menutupi malam

Bintang-bintang enggan menunjukkan dirinya

Bulan pun ikutan bersembunyi di balik kegelapan malam

Malam amat gelap, tak ada cahaya langit yang menyinari

Perlahan rintik hujan turun membasahi bumi

Tetesan air langit terus mengalir

Makin lama semakin deras

Layaknya air ledeng yang keluar dari kerannya

Keluar tak terbendung hingga tak ada satupun sudut kota ini yang luput dari sentuhannya

Dapat kurasakan kebahagiaan di setiap tetesnya

Seperti narapidana yang bebas dari bilik jeruji besi

Bahagia terbebas dari belenggu, meluapkan kegembiraannya

Berlari sesuka hati, tertawa sepuasnya

Begitulah hujan, seakan ia bahagia terbebas dari bilik-bilik awan

Meluapkan kegembiraan, turun dengan sorak gembira

Malam ini aku sendiri tanpa dia di sini

Ada rindu yang menganggu hatiku

Ada kekosongan di sisiku

Kurindu tawanya, senyumnya dan juga celaannya

Rindu ini terasa sesak di dada, menghimpit kepingan hatiku

Kuingin dia ada di sini

Menikmati tetesan hujan bersama

Bercengkrama di balik kedinginan malam

Hujan, apa kabar dia di sana

Apakah tetesanmu juga membasahi tanah Jawa

Hujan, apapun yang terjadi di sana

Sampaikanlah salam rinduku padanya

Katakan padanya bahwa aku sangat merindukannya

Memimpikan kehadirannya

Sampaikan bahwa aku sangat menyanyanginya

Bisikkan pula padanya bahwa aku begitu mencintainya

Seandainya pintu Doraemon itu ada

Pasti sudah kutemui dia dari tadi

Tuhanku, lindungilah dia

Jagalah dia demi aku yang merindukannya

****************

(Lagi kangen sama boneka pandaku, kangen kebersamaan seperti dulu lagi. Kapan ya bisa ketemu lagi) 😕

NB : Banyak sekali yang salah sangka pada boneka panda saya, ini sedikit gambaran tentang dia bisa dibaca di sini atau di sini 😀

gambar dipinjam dari sini