Pada suatu malam di sebuah warung makan yang menyediakan martabak India, nasgor dan pempek saya menemukan sebuah kejadian yang membuat saya tercengang. Baru kali ini juga saya menemukan kejadian ini. Kok bisa, begitu pikir saya malam itu.

Jadi ceritanya pada malam itu saya sedang duduk sambil otak atik handphone di tangan dengan menundukkan kepala. Konsentrasi saya pada saat itu fokus banget pada benda munggil di genggaman saya. Maklum lagi sms an sama “si dia” πŸ˜€ jadi ngak melihat kanan kiri lagi apalagi lihat atas bawah :mrgreen:

Ketika sedang asyiknya sms an tiba-tiba saya mendengar seseorang menyanyikan sebuah lagu yang tak asing di telinga saya dan saya tahu sekali siapa nama penyanyinya dan juga judul lagunya. Suara sang penyanyi bagus banget, merdu layaknya penyanyi beneran. Suara itu menyanyikan sebuah lagu dari group band D’masiv dengan judul Sudahi Perih Ini. Ini lagu sudah beberapa kali saya dengar di winamp komputer sambil menemani saya kerja.

Sambil sms an sempat terpikir oleh saya bahwa suara penyanyi ini bagus banget dan mirip sekali dengan suaranya Rian D’masiv. Gak ada bedanya, persis banget. Tiba-tiba sesuatu terpikirkan lagi oleh saya, jangan-jangan yang nyanyi di hadapan saya ini beneran Rian D’masiv, abis suaranya pas banget. Saya pikir beneran deh ini pasti si Rian yang sengaja datang jauh-jauh dari Jakarta hanya untuk menyanyi demi saya (ih, pede abis, khayalan ngak penting) 😳 Jika seandainya sumber suara itu berasal dari tv, radio atau CD pastilah tidak mungkin sejernih dan sejelas ini, terasa dekat sekali πŸ˜•

Saya langsung teringat wajah si Rian (bukan ryan sang janggal dari Jombang ya) walaupun saya ngak ngefans banget sama dia dan group bandnya tapi saya cukup mengenal lagu-lagu mereka. Spontan saja saat itu saya langsung sumringah dan pengen segera melihat wajah sang penyanyi apalagi sedekat ini. Udah terbayang-bayang wajahnya πŸ˜†

Ketika saya mengangkat wajah, saya langsung mencari wajah si penyanyi sambil terus menikmati alunan suara merdunya.

Alangkah tercengangnya saya, ketika mengangkat wajah ini ternyata saya tidak menemukan Rian D’masiv tetapi bayangannya kini telah berganti menjadi sepasang pengamen buta. What????? ada apa ini 😯

Sebuah lagu yang sering saya nyanyikan kini dibawakan oleh sepasang pengamen laki-laki buta. Yang satu berada di belakang sebagai penyanyinya sambil memegang ember kecil dan temannya di depan memegang sebuah tongkat kayu.

Kemana Rian, Rian dimana, Rian kamu dimana????? (lebay mode:on)

Saya akui suara pengamen ini memang bagus dan benar-benar tak kalah bagus dengan si pemilik lagu ini. Pas banget suaranya. Wajar jika saya tadi sempat terkecoh. Salut buat pengamen ini. Untuk mereka saya berikan dua jempol tangan plus dua jempol kaki πŸ˜€ serta tak lupa memberikan sawerannya. Meski mereka buta tapi ada sisi kekuatan yang membuat saya tak hentinya terkagum-kagum. Jangan pandang mereka remeh, apalagi sebelah mata mentang-mentang mereka buta. Walau buta tapi ia punya suara yang bagus dibandingkan orang-orang yang ngak punya bakat nyanyi tapi malah maksa jadi penyanyi.

Sepasang buta bekerjasama demi sesuap nasi, bekerja sebagai pengamen. Menurut pandangan saya mereka lebih terpuji dibandingkan para pengemis.

Dan malam itu mereka berdua kembali jalan sambil berpegangan untuk kembali menghibur orang-orang di sekitar.

*************

Jika ada yang ingin mendengarkan lagunya bisa didengar di sini

Foto di atas dipinjem dari sini