Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata “khianat” berarti perbuatan tidak setia, perbuatan yang bertentangan dengan janji. Sedangkan kata “pengkhianat” artinya orang yang khianat, orang yang tidak setia kepada negara atau teman sendiri.

sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia

Pengkhianat, itulah ucapan yang keluar dari mulutnya di penghujung percakapan kami melalui telpon tadi siang. Mendadak dada ini terasa sesak, seperti dihujam pisau tepat menusuk jantung saat tuduhan itu dialamatkannya kepadaku. Fasih sekali ia mengucapkan kata itu seakan tidak merasa salah sedikit pun dan lupa pada perbuatannya di masa lalu. Seolah-olah dia yang paling benar dan menyalahkan semuanya kepada saya. Segala yang terjadi pada hubungan kami dulu dipersalahkan kepada saya.

Saya bukan pengkhianat tetapi saya melakukan apa yang sebaiknya saya lakukan. Kamu marah atau kamu kecewa atas pilihanku? begitu juga saya di saat dulu engkau pernah menghancurkan hatiku, di saat engkau memutuskan hubungan kita sepihak padahal saat itu cintaku sedang bersemi. Engkau pergi tanpa mengerti hatiku demi seorang perempuan yang tak pernah engkau cintai meski setelah itu engkau kembali memohon cintaku.

Kali ini saya dituduh sebagai tersangka hancurnya hubungan kami. Padahal ia pun juga ikut ambil bagian pada kehancuran ini.

Masihkah ingat peristiwa di bulan Februari setahun yang lalu. Kemana kamu saat saya membutuhkan kehadiranmu di sampingku. Mengapa tak ada kabar sedikit pun darimu. Telpon dari ku tak pernah diangkat hingga akhirnya nomor yang dihubungi mendadak tidak aktif. Mengapa wujudmu tak pernah lagi tampak di hadapanku. Kemana engkau menghilang pada saat itu.

Adakah waktu itu engkau mengerti perasaanku. Ditinggal sendiri tanpa suatu kepastian. Harapan yang bertahun-tahun dipupuk akhirnya sirna bagai tertiup angin tak meninggalkan sedikit jejak pun.

Adakah kau ingat itu, adakah kau pikirkan itu. Kupikir engkau telah dewasa tetapi ternyata tidak. Sifatmu sama seperti yang dulu layaknya anak ABG. Kupikir keseriusan cintaku akan berakhir bahagia tetapi ternyata tidak, malah berujung luka. Luka yang sangat dalam. Kembali untuk kesekian kalinya kau hancurkan hatiku. kau pecahkan lagi kepingan hatiku yang telah susah payah kutata. Luka lama yang telah sembuh kau robek lagi.

Kau lukai, kusembuhkan. kau lukai lagi, kusembuhkan lagi. Kembali kau lukai dan kembali kusembuhkan lagi. lagi lagi dan lagi kau ulangi terus perbuatanmu. Susah payah ku menyusun kepingan hatiku dan kini kau coba tuk menyelusup kembali ke dalam hatiku. Mencari masih adakah tempat untukmu di situ.

Maaf aku tak mau lagi kau sakiti, aku telah bosan sakit hati. Luka yang lalu tak ingin ku rasakan lagi.Β Aku telah lelah mengikuti egomu.

Sejak memutuskan melepaskanmu, aku tak ingin lagi kembali padamu. Aku ingin membuka lembaran baru. Kehidupan baru tanpa dirimu.

Beruntungnya aku setelah kau pergi kumenemukan seorang lelaki terbaik yang pernah kutemui. Seorang lelaki yang bisa menerima segala kekuranganku, bersedia menerima apa adanya diriku. Sejak hari itu telah kuputuskan bahwa akuΒ  memilih dia.

Semoga kau lekas menemukan perempuan yang bisa mengerti sifatmu.

Jangan memilih aku jika kau tak mampu setia……