Ku kenal ia 5 tahun yang lalu lewat layanan chat Yahoo Messenger. Perkenalan kami biasa saja, tak ada yang istimewa apalagi melekat di hati. Ia layaknya teman-teman chat yang lain datang silih berganti. Obrolan kami sebatas di YM dan setelah YM di sign out maka hanya sampai di situ pulalah perkenalan kami.

Tak pernah saya ingat sosoknya karena bagi saya ia sama saja dengan teman-teman yang telah masuk di friend list YM saya, semua sama tak ada yang special di hati.

Setelah 4 tahun tak bertegur sapa karena saya dan dia tak pernah lagi buka YM karena kesibukan kami masing-masing, maka tanpa disengaja di suatu hari kami kembali menjalin komunikasi. Masih saja saya merasa tak ada yang istimewa dari orang ini. Beberapa kali ngobrol pun tetap tidak menggugah hati saya.

Setelah beberapa kali chat, komunikasi kami berlanjut melalui telpon dan sms maka di situlah benih cinta itu mulai tumbuh😳

Saya sendiri tak mengerti apakah ia jodoh saya atau bukan tapi kami berdua merasa nyaman dan banyak menemukan kecocokan. Sosok pendamping yang saya impikan di dalam doa-doa saya ada di dirinya. Benarkah Allah telah mengabulkan doa saya. Banyak sekali hal-hal menarik padanya yang membuat saya jatuh cinta.

1. Dialah laki-laki yang rajin mengingatkan saya untuk rajin beribadah. Mengingatkan saya bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara dan akhiratlah yang abadi. Dia selalu menasehati saya untuk selalu mendirikan shalat dan mengirimkan doa untuk ibu.

Sebelumnya saya adalah orang yang malas malasan untuk shalat. Biasanya shalat yang saya dirikan tidak pernah 5 waktu pasti bolong bolong. Tetapi semejak kenal dekat, dia menjadi alarm terampuh penginggat shalat saya😀

Dulu tak pernah ada mantan-mantan saya yang menginggatkan saya kepada sang pencipta. Walaupun mereka tahu tapi tak ada yang peduli mengarahkan saya ke jalan yang diridhoi. Semua jalan masing-masing😦

2. Saya berdoa kepada Allah agar diberikan seseorang yang penyanyang. Sayang kepada saya dan juga sayang kepada keluarga saya. Bersedia menerima keluarga saya layaknya keluarga dia sendiri. Menghormati orang tua saya layaknya orang tua dia sendiri. Dan kini kutemukan itu di dirinya.

Dia memang penyanyang, tak pernah berbuat apalagi berkata kasar kepada saya. Tutur katanya lembut, menghargai saya dan juga romantis (rokok makan gratis kalee…) 😛

3. Dia juga termasuk seorang pekerja keras dan jika sudah bekerja maka ia akan fokus menyelesaikan pekerjaannya hingga terkadang lupa waktu. Saya sering kali menginggatkannya untuk memperhatikan kesehatannya. Kerja boleh tapi jangan sampai mengabaikan hak-hak tubuh untuk istirahat cukup.

Di sini saya melihat bahwa ia orang yang bertanggung jawab. Seandainya saya resmi menjadi istrinya maka tak mungkin ia menelantarkan istrinya. Lupa memberikan nafkah lahir dan juga batin:mrgreen:

Entah kapan harinya kami resmi menjadi sepasang kekasih, semua berjalan mengalir begitu saja seperti air, let it flow. Kini tak terasa sudah setahun kami menjalin hubungan ini, kami sedang menuju ke jenjang itu. Merencanakan rumah tangga samara (sakinah mawadah warahmah).

Dialah My Lovely Panda yang sering saya ceritakan di blog ini. Pasangan impian saya yang didapatkan jauh dari kota kelahiran saya sehingga memaksa kami untuk menjalani long distance relationship (LDR).  Walaupun dulu saya sempat bertanya is he really the one ? tapi kini saya telah yakin yes, he’s the one.

Rasanya saya sudah tak ingin mencintai lelaki lain selain dia. Semoga dialah yang pertama dan terakhir. Semoga dialah jodoh saya yang selama ini saya cari. Belahan jiwa yang terpisahkan. Raut wajahnya yang dulu buat saya tebak-tebak buah manggis. Dan juga kehadirannya yang selalu saya tunggu sambil berdoa kepada Allah swt semoga hubungan ini dimudahkan menjadi sebuah ikatan yang dihalalkan.

Berharap kami akan tumbuh tua bersama dan kisah cintaku ini akan abadi selamanya hingga salah satu diantara kami dipanggil Nya.