Setiap hari dari pagi bahkan sampai malam saya selalu menemukan pemandangan yang membuat hati saya miris 😐 Pemandangan para pengemis. Ya sekali lagi saya ulangi pemandangan para pengemis. Kata “para” menunjukkan bahwa mereka bukan hanya satu atau dua orang tetapi lebih banyak dari itu. Dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Ada yang segar bugar sampai yang tua renta. Laki-laki dan perempuan.

Pengemis muda, menurut pandangan saya mereka itu sehat wal afiat. Baik fisiknya ngak ada yang cacat sedikit pun. Kedua kaki dan tangannya masih lengkap, tidak buta dan juga tidak gila. Tetapi mengapa mereka tidak bekerja seperti layaknya orang lain dan bukannya meminta belas kasihan. Mengemis mengumpulkan uang seribu dan gopek an dari pintu ke pintu. Berjalan kaki di bawah terik matahari dan perjalanan mereka tidaklah dekat. Mereka mampu berjalan berkilo-kilometer hanya untuk mengemis. Bagi saya jenis golongan ini termasuk manusia pemalas.

Ada juga yang nangkring di lampu merah, mereka kuat berdiri berjam-jam di situ. Mendekati setiap pengendara mobil dan motor yang berhenti.

Saya tahu memang saat ini sulit sekali mencari pekerjaan, banyaknya PHK turut mempengaruhi kehidupan masyarakat kita. Biaya hidup semakin tinggi tapi uang sulit diperoleh. Lapangan pekerjaan sangat terbatas. Apakah dengan alasan ini mereka memilih untuk mengemis. Menjatuhkan harga diri sendiri. Jika ada kemauan untuk bekerja pasti kesempatan itu ada. Mau jadi kuli kek, tukang ojek, tukang sapu jalanan, tukang cuci pakaian sampai tukang rongsokan pun juga masih halal.

Saya pernah melihat orang-orang yang hidupnya sebagai tukang rongsokan. Mereka mampu menghidupi anak istrinya. Menyekolahkan anak-anaknya. Tinggal di rumah yang layak dan bisa makan 3 kali sehari tanpa harus menjadi seorang peminta minta.

Saya sendiri kadang tak habis pikir kok bisa mereka menjalani hidupnya sebagai pengemis dan bukan bekerja. Bahkan yang lebih parahnya lagi ada yang meminta dengan alasan untuk pembangunan mesjid di suatu daerah yang jauh dengan menunjukkan foto bangunannya. Pada awalnya saya kasih tapi kok bulan depan mereka datang lagi dengan alasan yang sama. Begitu seterusnya hingga bulan-bulan selanjutnya. Hati saya pun mulai merasa ada yang tidak beres dengan orang ini 😕 Jika benar mereka melakukan aksinya dengan alasan pembangunan masjid tetapi uang itu mereka ambil maka biarkan Tuhan yang menghukumnya. Saya tidak tahu siapa yang benar hanya Tuhan lah yang tahu.

Selain itu ada juga pengemis yang datang dengan alasan untuk anak-anak yatim piatu, hal ini juga terus berlanjut pada bulan selanjutnya pada orang-orang yang sama dan dengan alasan yang sama pula. Hati saya pun mulai bertanya. Apa benar mereka meminta untuk anak yatim piatu atau jangan-jangan hanya alasan mereka saja untuk memanfaatkan belas kasihan orang lain. Hanya Tuhan juga yang tahu.

Pada pengemis tua, saya merasa prihatin. Dimana keluarganya terutama anak-anaknya. Tak seharusnya orang setua itu menjadi pengemis. Memikirkan uang. Sudah selayaknya mereka istirahat menikmati hari tuanya bukan menghabiskan sisa hidupnya di jalanan 😦

Selain itu ada juga pengemis yang membawa anaknya. Yang satunya digendong dan satunya lagi digandeng. Anak-anak ini diajak agar orang-orang semakin kasihan melihat mereka padahal ibunya sangat sehat. Apa salahnya si ibu kerja yang benar. Jadi asisten rumah tangga kan bisa. Jualan kue di pasar juga bisa. Pasti adalah pekerjaan untuk dia tapi sayangnya si ibu kelihatannya lebih enjoy menjadi pengemis ketimbang bekerja keras.

Sepertinya pengemis-pengemis ini telah menjadikan mengemis menjadi profesinya makanya mereka betah banget bertahun-tahun melakoni aktivitasnya 😡 Mungkin mereka pikir mengemis juga termasuk kerja keras (iya kerja keras meminta belas kasihan orang lain kali) atau bisa jadi mereka kira mengemis aja bisa dapat uang kenapa harus bekerja bikin capek badan aja (oh, kapan majunya bangsa ini kalo kebanyakan diisi dengan orang-orang pemalas seperti ini, sia-sia pengorbanan pahlawan-pahlawan kita dulu).

Bukankah tangan di atas itu lebih mulia daripada tangan di bawah ???

Iklan