Saya bekerja pada suatu CV, kerja dari pagi hingga sore dan dua kali dalam seminggu lembur dengan imbalan satu hari off. Di tempat ini setiap harinya pelanggan terus berdatangan, dari perempuan hingga laki-laki. Dari yang muda hingga dewasa. Beragam macam karakter yang saya temui setiap hari. Ada pelanggan yang sopan membuat saya respect, ada pelanggan yang cerewet bikin saya extra sabar menghadapinya dan juga ada pelanggan yang kegenitan bikin saya ilfill 😯

Tipe pelanggan yang ketiga ini yang bikin saya sedikit males ngeladeninnya. Lupa pada umur yang sudah di atas kepala 4. Seakan-akan tidak ingat dengan anak istri di rumah. Sudah pantas dipanggil bapak atau barangkali kakek tapi merasa sok cakep padahal kulit di wajah sudah mulai mengikuti gravitasi bumi. Mencoba menggoda perempuan-perempuan muda seperti saya ini. Meskipun penampilannya klimis dengan dompet tebalnya tidak akan membuat saya ngeh untuk meliriknya. Ingat umur pak…… πŸ˜† insyaf.

Di lain waktu saya sedang jalan kaki sendirian ke swalayan. Karena jaraknya dekat dari rumah makanya saya memberanikan diri untuk pergi sendirian, lagian juga siapa yang mau nyulik saya. Apalagi saya tidak keluar tengah malam tapi di saat manusia sedang padatnya menyusuri jalanan kota. Di perjalanan saya bertemu dengan cowok-cowok yang nongkrong di pinggir jalan mencoba untuk menggoda saya.

Sorry aja ya saya ngak akan ngeh denganΒ  suitan kalian. Saya hanya memandang wajah-wajah mereka sambil berlalu begitu saja. Dalam benak saya berpikir ah cowok-cowok ini beraninya cuma rame-rame aja coba sendirian berani ngak kalian suitin seorang cewek di jalanan. Pasti ngak berani kan…. ah cemen πŸ˜›

Di lain waktu (Lagi) saya sedang menunggu angkot di pinggir jalan, lewatlah sebuah mobil keluaran terbaru dengan catnya yang mengkilap bikin mata saya silau. Tiba-tiba penghuni di dalamnya memperlambat kecepatannya dan membuka kaca mobilnya. Terlihat laki-laki yang sudah berumur di atas kepala 3 bersama teman-temannya, menawarkan jasa antar jemput kepada saya.

Sepertinya nyaman sekali kemana-mana naik mobil bagus dengan kursi yang empuk dan aroma parfum yang selalu menyegarkan. Jauh dari aroma keringat dan terik matahari. Apalagi dengan pendingin udaranya pasti tidak akan membuat saya kegerahan. Saya tidak harus duduk berdesakan seperti di angkot. Tinggal duduk manis sambil mendengarkan musik. Nyampe deh…. πŸ˜€

Upppsss, Sorry ya orang kaya saya ngak akan silau dengan mobil anda dan saya lebih memilih naik angkot dengan berbagai macam aroma keringat di dalamnya daripada saya naik mobil dengan orang yang tak pernah saya kenalΒ  dan keselamatan saya diragukan. Lebih baik saya mengeluarkan uang 2000 perak duduk bersama penumpang angkot lainnya sambil berdesakan daripada hati saya was-was dengan kalian (bukannya saya berprasangka buruk tapi saya perlu jaga-jaga diri).

**********

Kemana pun kaki ini melangkah saya selalu ingat pesan orang tua saya untuk jaga diri baik-baik. Saya menyanyangi diri saya. Masih berpakaian sopan aja masih ada yang menggoda saya gimana kalo saya berpakaian sexy. Terkadang saya ini malas dandan dan saya pikir pasti tidak ada yang menganggu saya. Kenyataannya masih saja.

Saya bukan perempuan penggoda yang berpenampilan centil dan jika ada laki-laki mulai over acting, mencoba menarik perhatian mereka tapiΒ  saya hanya perempuan biasa.

Apa perlu saya nenteng body guard kemana mana. Biar ada yang melindungi saya. Tapi saya pikir biarkan saja selama mereka tidak “macam-macam” dan tidak dalam tindakan kurang ajar. Harap dimaklumi. Saya masih bisa menjaga diri. Mungkin ini sudah menjadi resiko saya kali ya…. πŸ˜‰

Iklan