Andai Al-quran bisa bicara, ia akan berkata :

“waktu kau masih anak-anak, kau bagai teman sejatiku, dengan wudhu kau sentuh aku, dalam keadaan suci kau pegang aku, kau baca dengan lirih dan keras.

Sekarang kau telah dewasa, nampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku. Apakah aku bacaan asing ? yang tinggal sejarah ? Sekarang Kau simpan aku dengan rapi, kau biarkan aku sendiri. Aku menjadi kusam dalam lemari. Berlapis debu, dimakan kutu.

Ku mohon peganglah aku lagi. Bacalah aku setiap hari karena aku akan menjadi penerang dalam hidupmu.

*********

Saya tidak dapat berkomentar apa-apa ketika membaca sms di atas. Mendadak menjadi speecless dan juga sedih. Maafkan saya ya Allah. Ampuni segala dosa-dosa hamba. Sudah 3 bulan bibir ini tak lagi membaca kitab sucimu. Ayat-ayat indahmu tak lagi mengalun dari mulutku. Saya telah melupakan kitabmu hanya dengan alasan tak sempat. Sibuk dengan urusan dunia hingga meliriknya pun enggan. Kini ijinkan saya membaca kalimat indahmu. Mengamalkannya di kehidupanku. Menjadikannya sebagai penerang jalanku.