Untuk seseorang yang pernah mengisi relung hatiku, mengisi hari-hariku selama 5 tahun kemarin, please kuminta mengertilah bahwa kita sudah tak seperti dulu lagi. Hubungan percintaan kita telah setahun yang lalu berakhir dan kini berhentilah mengharapkanku kembali ke pelukanmu karena aku telah memiliki seseorang yang lebih baik dari mu. Engkau memang yang pertama tapi sayangnya engkau bukanlah yang terakhir untukku.

Dulu sudah tak terhitung berapa kali aku memberikanmu kesempatan untuk berubah, memperbaiki kesalahnmu, membuktikan kesungguhan hatimu tapi selalu engkau tak pernah menghargai kesempatan yang telah aku berikan. Engkau selalu menyia-nyiakannya. Tingkah lakumu tidak pernah berubah. Maaf kini kesempatan itu telah habis.

Aku tahu jauh di lubuk hatimu hanya ada aku di situ, selalu terukir namaku di ruang hatimu. Aku mengerti jika engkau tak akan pernah bisa menghapus namaku karena di ruang kamar otakmu masih tersimpan kenangan indah kita. Meskipun berpuluh kali engkau coba untuk melupakanku, menghapus nama indahku dan berlabuh pada hati yang lain tapi tetap saja wajahku yang selalu terbayang di ingatanmu. Β Meskipun di mulut kau mengatakan ucapan sayang dan cinta pada perempuan lain tapi lain yang terucap di hatimu hanya namaku. Hanya aku yang engkau cintai bukanlah dia.

Aku memang seperti hantu yang selalu menghantui hatimu, tak akan pernah bisa engkau lari dariku. Hatimu telah kuselami. Aku kenal benar isi otakmu. Aku tahu siapa engkau. Kukenal engkau bukan sehari atau dua hari tapi bertahun-tahun. Aku sangat mengenal segala kebaikan dan juga keburukanmu. Makanan kesukaanmu, hobbymu, jam kerjamu, jam tidurmu, bahkan ukuran baju dan celana dalammu pun aku juga tahu πŸ˜€

Aku mengerti jika tak mudah engkau melupakanku, merelakanku berlabuh di pelukan lelaki lain tapi pernahkah engkau tanya pada hatimu. Mengapa dulu engkau seringkali menyakitiku, membiarkanku begitu saja seakan tak peduli pada perasaanku. Hatiku sangat tertekan dan juga sedih melihat engkau dengan mudah pergi menghilang dari hadapanku 😦 Kemana engkau saat itu, adakah engkau ingat aku yang selalu setia menantimu. Engkau tahu kemana harus mencariku, dimana rumahku, alamat tempat kerjaanku, nomor hp ku dan bahkan e-mail ku engkau pasti tahu. Kenapa tidak pernah ada kabar darimu. Aku yang siang dan malam tak pernah henti menantimu. Mengharap engkau segera menemuiku. Berharap engkau bersedia mengirim sebuah sms untukku, mengangkat telpon dari ku tapi sayangnya harapanku nihil πŸ˜₯ Engkau seperti sudah tak menginginkanku lagi, membenci aku dan tak mau tahu lagi kabar tentangku. Adakah kau pikirkan itu.

Kini ketika aku telah menata hatiku kembali bersama seseorang yang jauh menyayangiku mengapa tiba-tiba engkau datang dan memintaku kembali. Semudah itukah setelah engkau hancurkan harapanku. Engkau yang pernah membuatku terpuruk di kesedihan, pesimis pada cinta kini memohon padaku agar bersedia kembali balik ke pelukanmu. Maaf semua tak semudah sekedar ucapan maaf. Hatiku telah terlanjur engkau kecewakan. Segala harapan dan impianku telah pupus. Engkau yang telah merusak semuanya.

Aku maklum jika engkau masih mengharapkanku karena memang tak ada perempuan yang bisa mengerti engkau selain aku. Belajarlah dari kesalahan jangan pernah engkau ulangi lagi kesalahnmu padaku. Jika boleh jujur aku pun masih memiliki rasa dari sisa-sisa cinta kita dulu tapi sayangnya keinginanmu untuk kembali padaku sudah telat. Aku telah memiliki seorang Boneka panda yang juga sangat kucintai. Aku ngak mau menyakiti dia, aku ngak mau mengecewakannya. Ia juga sama sepertimu yang juga menyayangiku. Ia terlalu baik untuk disakiti. Aku telah memutuskan untuk menerimanya. Kalian memang baik tapi dia jauh lebih baik. Maafkan aku, inilah keputusanku.

Biarlah kisah cinta kita berakhir sampai di sini, cinta memang tak harus memiliki. Ikhlaskanlah semuanya.Β Biarkan aku bahagia bersamanya. Aku sangat bangga dari sekian banyak perempuan di sekitarmu hanya namaku yang tak pernah mati. Hanya ada aku yang selalu menari di benakmu. Aku bahagia sempat memilikimu. Kisah cintaku ini akan ku simpan di salah satu sudut hatiku menjadi bagian terindah hidupku.

lepaskanlah ikatanmu dengan aku
biar kamu senang
bila berat melupakan aku
pelan-pelan saja

By: Kotak