Dulu di tahun 2008 saya pernah punya keinginan punya blog sendiri tapi saat itu saya tidak mengerti, tidak tahu apa-apa. Apa itu blog, blogger, wordpress. Saya hanya menjadi pembaca setia beberapa blog kesukaan saya. Setiap hari saya rajin sekali bermain ke blog mereka tanpa meninggalkan jejak komentar. Mengikuti kehidupan keseharian mereka. Ada tawa, ada sedih dan juga ada kasih sayang.

Dari sekian banyak blog yang bertebaran di dunia maya, ada satu yang sangat saya sukai bahkan sampai sekarang. Saya selalu mengikuti perkembangan tulisannya dari hari ke hari. Kisah-kisah kehidupannya selalu saja menarik untuk disimak. Membuat saya tak bosan berkunjung. Selalu ada insprirasi baru yang ia sajikan pada tulisannya.

Saya menyukai gaya bahasanya, penuh cinta tapi mudah dimengerti. Penuh inspirasi tapi tak pula menggurui. Selain isinya yang selalu so sweet tak dapat pula dielak tiba-tiba saya mengagumi sosok sang pemilik blog. Dari tulisan yang disajikan saya mulai mengenal sang penulis. Walaupun hanya dari tulisan tapi saya sudah memiliki gambaran tentang dia. Saya semakin mengaguminya dan ingin berkenalan langsung bahkan bertemu dengan orang ini. Saya seperti seseorang yang merindukan idolanya.

Dulu saya pernah beberapa kali mengirim e-mail dengan maksud saya ingin ngobrol dan berkenalan dengan idola saya ini. Rasanya senang sekali saat membaca balasan e-mail dari dia dan sampai sekarang masih saya simpan. Sayang dihapus biarlah sebagai bukti kenang-kenangan dari sang idola 🙂

Banyak hal yang saya pelajari dari tulisannya. Saya petik dan saya terapkan di kehidupan saya. Dari dia pulalah saya tergerak hati untuk menulis padahal saya bukanlah seorang penulis professional apalagi dulu semasa sekolah saya paling membenci pelajaran bahasa Indonesia bab mengarang bebas. Saya bisa berpikir lama untuk bisa mendapatkan ide menulis. Akan tetapi semenjak saya mengenal dia, sepertinya banyak sekali ide yang ingin saya tuangkan ke dalam tulisan, saya belajar dari dia bagaimana bisa menulis lancar seperti dia. Walaupun saya bukanlah penulis sungguhan tapi saya terus belajar dan belajar.

Saya akui saya tak bisa meniru seperti idola saya ini karena saya adalah saya dan dia adalah dia. Kami tak sama.  Tetap berpegangan pada prinsip bahwa saya harus tetap menjadi diri saya sendiri, be my self, begitu kata orang barat 😉

Tak sedikit pula orang yang menyukai tulisannya, bahkan mencoba meniru plagiat blognya bulat-bulat :mrgreen:

Walaupun saya terang-terang mengatakan saya menyukai orang ini dan ngefans banget tetapi tetap saya tidak mau mengatakan kepadanya. Saya tidak mau jika ia tahu maka sikapnya di kemudian hari akan berubah. Berubah menjadi sombong walaupun itu tak mungkin. Di mata saya ia adalah sosok yang sangat baik, jauh dari sifat sombong, iri dan dengki. Akan tetapi biarlah rasa cinta ini saya pendam dan tidak akan saya ungkapkan walaupun pada suatu hari nanti kami bertemu. Saya ingin ia tetaplah menjadi dirinya dan tak pernah bosan untuk berbagi.

Sengaja blog sang idola tidak saya link karena saya tidak mau dia berubah, hanya terpajang rapi pada blogroll salah satu sahabat orange float 😀

Iklan