Hari minggu yang lalu tepatnya tanggal 21 Maret merupakan hari yang berbahagia karena pada hari itu saya kembali berjumpa dengan Boneka Panda Saya. Duh… senangnya bisa mengobati rasa kangen 2 bulan tak jumpa. Dimulai dari jam 4 subuh (ia baru nyampe dari Cilegon) datang menemui saya yang masih tertidur pulas. Susah payah ia membangunkan saya via telpon dan sms tapi tak mempan juga hingga setengah jam kemudian baru saya terbangun. Padahal saya sudah memasang alarm ternyata rasa kantuk saya jauh lebih besar dibandingkan bunyi alarm:mrgreen:

Seharian kami menghabiskan waktu bersama sambil silaturahmi dengan keluarga saya. Kami bahagia perlahan hubungan ini mendapat restu dan ia diterima di keluarga saya. Walaupun masih ada PR yang lainnya yang belum selesai. Hubungan kami masih terganjal restu dari mamanya. Mungkin ini jalan yang harus kami lalui. Optimis bahwa tiket restu yang satu ini pasti akan kami dapatkan. cepat atau lambat.

Berdua kami muter-muter nyari ole-ole buat keluarganya. Gerimis hujan mengiringi langkah kami. Setelah acara berbelanja selesai selanjutnya kami menuju kantor Polisi karena malangnya sewaktu di perjalanan Si panda kehilangan dompet beserta uang, KTP dan kartu Atm nya. Saat denger ia kecopetan, ada rasa sesal di hati. Kok bisa hilang, bagaimana caranya mana uang di dalamnya terbilang cukup banyak. Tapi ya sudahlah ngak ada gunanya juga disesali toh semua telah terjadi. Mungkin sebelumnya ia kurang banyak  bersedekah dan anggap saja ini pengganti sedekah yang kurang (ngenak’in hati sendiri)

Jam 4 sore kami harus berpisah tuk sementara lagi karena ia harus balik ke kotanya. Spontan saja saat berpisah saya menangis😦 , dalam hati saya ingin sekali ikut dia, tinggal berdekatan dengan dia tapi untuk saat ini itu tak mungkin😦 Kami harus menjalani hubungan jarak jauh. Pekerjaan saya di sini dan dia di sana. Kami harus mengenyampingkan ego kami walaupun hati tak ingin berjauhan. Selama 12 jam saya bersama dia. Waktu berjalan begitu cepat.

Keesokan harinya baru saya merasakan pegal-pegal di kaki karena kecape’an jalan kesana kemari, tapi gak apa apa lah sesekali ini yang penting hati happy😀

Dulu saya tak pernah menyangka bahwa saya akan mempunyai hubungan seperti ini, terpisah jarak jauh antara dua pulau yang berseberangan. Gimana kalo beda negara ya, lebih jauh lagi jaraknya. Tentunya menjalani LDR (long distance relationship) memiliki suka dan duka. Berikut suka duka yang saya alami selama kurang lebih satu tahun ini. Diawali dari dukanya dulu ya….

Dukanya LDR :

  • Jarang ketemu, iyalah karena jaraknya yang jauh maka ngak bisa selalu bersama.
  • Kangen mulu, maklum aja sih namanya juga dengan orang tersayang pasti ada rasa kangen, ingin segera berjumpa. Rasa kangen ini dinikmati saja jangan terlalu diambil pusing. Ada seorang teman saya menuliskan di status FB nya begini  “Seandainya ada obat penawar rasa rindu di saat jauhan spt ni”. Kalo menurut saya rasa kangen jangan diobati. Biarin aja dikumpulkan, ditabung dulu, ntar pas ketemunya baru deh plong…. banget rasanya. Soalnya kalo kangennya diobati ntar ngak kangen lagi dong. so enjoy aja😀
  • Lebih banyak mengeluarkan biaya, seperti biaya pulsa dan biaya internet. Walaupun berjauhan pastinya komunikasi tetap jalan. Hari gini banyak sekali sarana komunikasi yang bisa kita manfaatkan seperti telpon, sms, chatting, dan e-mail. Walaupun jauh tapi keberadaannya terasa dekat.
  • Weeekend tidak bisa bareng pacar apalagi pas malam minggu. Jangan manyun kalo melihat orang lain pada diapelin. Nikmati saja waktu ngumpul bersama teman dan keluarga karena jika si doi dekatan pasti waktumu untuk mereka-mereka ini kan berkurang.

Setelah beberapa point dukanya LDR kali ini saya akan menjabarkan beberapa Sukanya LDR seperti :

  • Uang saku bisa di rem pengeluarannya karena ngak ada namanya pergi makan trus traktir pacar. Lumayan bisa irit
  • Mandiri. Ngak harus bergantung sama doi minta dianterin kemana-mana sama dia. Toh dengan sendiri pun kita bisa lebih bebas leluasa pergi kemana dan sama siapa aja (tau diri aja sih secara kita sudah punya pacar, jangan sampai berlebihan).
  • Jadi punya waktu “me time”. Setiap manusia pasti membutuhkan waktu untuk relaks, nyantai sendiri, melakukan hobbynya dan tidak ingin diganggu oleh orang lain.
  • Memupuk rasa percaya terhadap pasangan. Yang namanya berjauhan pasti peluang untuk selingkuh juga cukup besar. Keduanya harus kuat iman, bisa saling menjaga kepercayaan dan tidak menodai cinta yang telah diberikan. Jika salah satu berkhianat maka jangan disalahkan bahwa hukum karma itu berlaku.

Ada beberapa orang yang gagal menjalani LDR tetapi banyak juga yang sukses. Kuncinya adalah komunikasi, saling percaya dan menjaga hati. Tanyakan pada hati nurani apa tujuan kalian menjalani hubungan ini, untuk seriuskah atau hanya sekedar main-main saja. Apalagi teman saya pernah ngomong katanya cowok itu paling sulit menjalani pacaran jarak jauh. Walaupun di mulut ngomongnya setia tetapi di hati ingin mencari pelarian di saat berjauhan dengan sang kekasih. seperti lagunya potret “kucinta kamu bukan berarti ku tak mendua, sayang kau nilai aku salah….” (yang ngomong begini teman cowok loh… bukannya saya mengada-ada)

Bagaimana menurut teman-teman khususnya yang merasa cowok, setuju ngak dengan ucapan teman saya ini ????