Sebagai mahkluk perempuan tentunya kita selalu ingin terlihat cantik dimana pun kita berada tak terkecuali sedang tidur. Untuk bisa tampil cantik aja perempuan-perempuan di dunia bela-belain berkorban uang agar terlihat oke di mata orang lain khususnya di depan mahkluk adam. Bersolek berjam jam di depan cermin, memakai pakaian yang selalu up to date, merawat diri di salon dan juga ikutan fitness agar bentuk tubuhnya selalu terlihat oke πŸ˜‰

Operasi ini operasi itu (ini sih namanya tidak bersyukur), ada yang rambutnya keriting malah diluruskan, yang sudah lurus minta dikeritingkan.Β  Ganti rambut warna ini warna itu. Tubuh yang gemuk rela diet mati-matian agar bisa kurus. Wajah yang gelap rela mamakai berbagai macam merk kosmetik supaya terlihat kulit wajahnya putih bahkan terkadang bagi beberapa orang yang tidak cocok bisa menimbulkan jerawat. Saya seringkali menemukanΒ  seorang perempuan yang memiliki wajah putih tapi putihnya ini tidak natural, putih pucat. Kalo kata saya sih tuh muka seperti wajah mayat. hihihi…. serem. Muka putih tapi kalo badannya hitam pasti terlihat aneh seperti tikus kecebur dalam tepung atau seperti tikus memakai bedak. Mau cantik tapi malah aneh :mrgreen:

Saya sendiri pernah pengalaman karena ikut ikutan sepupu memakai cream pemutih wajah akibatnya kulit wajah saya mengelupas dan jika terkena air menjadi merah, sakit banget rasanya. Pas di kampus setiap kali bertemu teman pasti menanyakan “what happenned with my face” 😯 Ujung-ujungnya saya jadi malu bertemu orang. Sejak itu saya tidak mau menggunakan kosmetik yang aneh-aneh dengan iming-iming yang sangat mengiurkan.

Di dalam kamar saya saja banyak sekali perlengkapan make up ada masker wajah, pelembab wajah, pelembab bibir, foundation, bedak tabur, bedak padat, eye shadow, eye linner, mascara, blush on, dan lipstick dengan berbagai macam warna.Ini baru untuk wajah saja belum lagi perlengkapan untuk tubuh ada body scrub, hand scrub, hand mask, handbody dan deodorant. Sampe sampe ujung kaki pun juga butuh perawatan ada foot cream beserta alat penggosoknya supaya kaki terlihat indah tidak pecah-pecah. Dan tak lupa rambut pun juga butuh perawatan. selain rutin ke salon juga tak lupa rajin menggunakan shampoo, conditioner, dan vitaminnya.Dari ujung rambut sampe ujung kaki full of service.

Saya yakin perempuan lainnya justru memiliki lebih banyak lagi perkakasnya dan jauh lebih lengkap dari punya saya. Terkadang saya berpikir bahwa perempuan itu biaya hidupnya jauh lebih besar daripada cowok. Tidak masalah jika perempuannya sudah cantik pasti si cowok juga yang bangga karena memiliki pasangan yang cantik jelita, bisa merawat diri. Walaupun kecantikan fisik bukanlah segalanya perlu juga diseimbangkan dengan inner beauty yang sama cantiknya. Sehingga kecantikan itu terpancar dari hati yang bersih.Kalo hatinya sudah bersih tentu behaviournya pasti akan cantik juga.

Pernah suatu hari saya minta ijin sama si “Boneka Panda” untuk mengecat rambut tapi yang ada saya malah dapat ocehan dari dia. Alasannya ia tidak mau ada yang berubah dari ujung rambut sampai ujung kaki saya. Ia ingin saya seperti yang ia kenal selama ini. hihihiih… padahal saya cuma mau ngetes dia aja apakah ia ngeh pada penampilan saya πŸ˜€

**********

Salah satu penunjang penampilan perempuan adalah sepatu atau stiletto. Saya memang suka sekali berpenampilan feminim. Memakai sandal atau sepatu ber hak tinggi dan memakai dress sebatas lutut ditambah aksesoris gelang tangan. Cewek banget pokoknya.

Gara-gara ulah saya yang kegenitan memakai stilettolah maka kaki saya menjadi lecet. Jadi ceritanya kemarin siang saya semangat banget pengen nyoba stiletto yang saya beli 5 bulan yang lalu tapi belum pernah pecah perawan dipakai. Modelnya sih cantik warna hitam dan harganya juga ngak terlalu mahal, masih terjangkau oleh dompet saya.

Sebelum pergi terlebih dahulu saya mengolesi minyak kayu putih di kaki supaya tidak lecet. Mengolesi seadanya saja soalnya minyak kayu putihnya tinggal sisa-sisa perjuangan sudah hampir habis. Seharusnya minyak ini saya olesi juga di sisi sepatu bagian dalam tapi sayangnya tidak saya lakukan, hanya di kaki saja.Β  Pas berangkat saya merasa enjoy banget melangkah. Senangnya bisa punya sepatu baru. kletak kletok kletak kletok suara sepatuΒ  beradu dengan lantai. Di sini saya masih merasa nyaman.

Sorenya ketika hendak pulang ke rumah barulah saya merasa perih yang sangat, kulit kaki saya mengelupas. Mungkin karena sisi dalamnya tidak diolesi minyak maka selain sepatu dan lantai yang beradu, kulit dan sepatu saya juga ikutan beradu. wadaw…. sakitnya minta ampun mana hari itu saya pulang ke rumah naik angkot lalu turunnya harus jalan kaki lagi.

Di sepanjang jalan saya harus bertemu dengan banyak orang yang mungkin mereka aneh melihat saya berjalan sedikit pincang (saya menahan rasa sakittttt…..) 😦 rasanya pengen sekali melepas sepatu dan pulang nyeker tapi ngak berani soalnya hari itu baru aja turun hujan jadi jalanan masih basah dan becek. Alamak…. lengkaplah penyiksaan saya hari itu. Mau cantik tapi kok malah bikin tersiksa.Β  Mau ngak mau harus saya tahan rasa sakit ini 😦

kaki ku oh kaki ku…..