Andai ku tahu….

Kapan tiba ajalku…

Ku akan memohon tuhan tolong panjangkan umurku…

Andai ku tahu…

Kapan tiba masaku…

Itulah sepenggal lirik lagu milik Ungu “Andai Ku Tahu”. Setiap kali saya mendengar lagu ini selalu membuat saya takut, tersentak dari lamunan. Terbangun dari kenyamanan duniawi. Kehidupan dunia yang hanya sementara telah saya sia-siakan dengan percuma. Shalat yang masih bolong-bolong, Al-quran hanya dibaca sesekali itupun jika saya sempat, dan lupa bersedekah.

Sampai saat ini saya akui ibadah saya masih kurang sempurna. Saya telah lalai selalu saja ada alasan untuk meninggalkan shalat. Saya malah mendengar bisikan setan daripada bergegas shalat ketika mendengar saat adzan tiba. Saya lebih banyak menabung dosa daripada menabung pahala. Saya takut setiap harinya saldo tabungan dosa saya semakin besar.

Dulu saya pernah merasa dekat, begitu dekatnya kepada Allah. Segala urusan diberikan kemudahan oleh Nya. Saya merasa Allah ada di hati saya, pada jejak kaki saya, menemani kemana pun saya melangkah. Saya merasakan kenyamanan dan ketentraman berada di dekat Nya.

Tapi kini saya telah jauh dari Nya, saya telah melupakan kewajiban saya.

Aku jauh engkau jauh, aku dekat engkau dekat

Allah terasa jauh dari pelukan seperti enggan menemani saya. Ampuni saya ya Allah yang telah menjauhimu.

Jika saat ini Allah memanggil saya, jujur saja saya belum siap. Dosa-dosa saya lebih besar daripada pahala. Amalan dan ibadah saya masih kurang banyak. Saya tidak pede jika melewati jembatan Sirotol Mustakim. Saya tidak kuat jika harus menahan siksaan dan panasnya api neraka. Saya tidak ingin jika tubuh ini merasakan siksa kubur maupun neraka.

Akan tetapi jika Allah telah memutuskan malaikat Izroil mengambil nyawa ini. Apa yang bisa saya lakukan. Saya tak dapat menunda kehendak Nya meski hanya sedetik pun. Jika ia telah berkehendak tak ada satu pun kekuatan yang bisa menghalangi dan menentang Nya. Coba aja pikir para profesor-profesor jenius ngak ada yang bisa menciptakan ramuan ajaib penolak kematian. Tuh belum ada kan??? Manusia bisa menciptakan robot, bayi tabung dan segala macamnya tapi tak ada yang bisa menciptakan ramuan isi ulang nyawa seperti pulsa atau air mineral yang bisa dibeli di counter dan warung terdekat. Tak ada daya dan upaya untuk bisa menentangnya. Hanya pasrah, itu saja.

Tak ada yang tahu tanggal, jam berapa dan dimana malaikat akan menjemputmu. Manfaatkan hidupmu dengan sebaik baiknya karena kita bukanlah kucing yang katanya punya 9 nyawa. Manusia hanya punya satu nyawa, ngak ada cadangannya, limited edition. Terimalah takdirmu bahwa masa hidupmu di dunia hanya sampai sekian tahun.

Sebelum masa itu datang, kita telah diberikan kesempatan oleh Allah untuk menabung pahala dengan menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat karena ketika tubuh ini telah kaku, hanya amalan saja yang bisa menyelamatkan kita dari siksa kubur dan neraka. Bukan harta, jabatan dan kecantikan.

**********

Ya Allah sebelum nyawa ini kau ambil, berikan saya waktu untuk tobat dan kembali ke jalanmu. Menabung pahala dan diijinkan masuk ke surgamu. Sebelum malaikat Izroil datang, ijinkan saya untuk bisa bekerja dan membuktikan bahwa saya bisa hidup mandiri. Ijinkan saya untuk mencintai dan menyayangi pacar suami, keluarga dan para sahabat. Dan jika waktunya telah tiba, saya ingin sekali bertemu ibu, menemani ia di sana.

Iklan