Hari ini  bangun pagi-pagi langsung nyalain tv, dengan wajah kusut *tapi tetap manis*, tahi mata masih nempel, belum sikat gigi mencari cari acara entertainment gosip di pagi hari. Ada berita perselingkuhan, persalinan dan pernikahan. Dari ketiga tema berita itu ada satu topik yang sampai siang ini terus menari-nari di benak saya, yaitu perselingkuhan. Ada seorang artis wanita yang dengan terang-terangan mengakui ia telah berpacaran dengan pengacaranya yang jelas-jelas telah berumah tangga memiliki istri dan anak. Si laki tidak mengakui tapi dari gelagatnya jelas tersirat ada sesuatu di antara mereka. Saya sih ngak ngefans sama tuh seleb tapi eneg aja ma tingkah lakunya yang mau maunya jadi orang ketiga menghancurkan rumah tangga orang lain. Wajah cantik tapi sifatnya jelek 👿

Kali ini saya tidak bermaksud untuk menggantikan Cut Tary sebagai presenter gosip tapi saya hanya bertanya mengapa seseorang yang telah bertahun tahun bahkan berpuluh tahun menikah, hidup serumah, tidur seranjang dengan istrinya tega mengkhianati istri yang telah setia menemaninya. Dikaruniai anak-anak yang lucu tapi masih tega mendua. Menyakiti hati perempuan yang sangat mencintainya. Apakah ia tidak berpikir pada dosa-dosanya, intropeksi siapakah dia sebenarnya. Selama ini sebelum kenal sama selingkuhannya kepada siapa ia selalu berbagi.

Istri yang masih muda, cantik dan baik hati tega diduakan demi seorang perempuan yang baru ia kenal yang belum ia kenali benar hatinya. Sang istri terlihat tampak tegar karena life must goes on tak ada gunanya juga ia harus meratapi hidupnya apalagi mencak-mencak dan melabrak ntuh perempuan, yang ada malah mempermalukan diri sendiri kepada masyarakat se Indonesia.  Saya sebagai sesama perempuan juga dapat merasakan sakitnya diperlakukan seperti itu. Semoga Allah membukakan pintu hati suaminya untuk kembali ke jalan yang benar dan mau kembali pada pelukan istri dan anak-anaknya seperti sebelumnya. Mungkin juga ini salah satu cobaan godaan berumah tangga.

Menurut saya jika salah satu pihak masih eling, waras, mikir pasti tidak akan pernah terjadi perselingkuhan ini . Oleh karena yang satunya ngak kuat iman digoda sama iblis perempuan cantik rupa nan buruk rupa hati maka terjadilah. Singkat kata karena mau sama mau.

Tidak hanya artis dan orang-orang top aja yang begini tapi orang biasa pun yang seperti saya dan anda pun juga bisa seperti mereka karena menurut saya lagi setiap orang memiliki peluang untuk menjadi orang ketiga ataupun pihak yang ditigakan.

Wanita bisa menjadi objek selingkuh dan juga subjek pelaku perselingkuhan, sesama wanita janganlah saling menyakiti

Kasus seperti ini sudah sering kali kita dengar, baik itu di tv maupun media massa. Dari hari ke hari tema ini selalu menjadi top news, tak pernah surut bahkan semakin banyak yang menjadi korban dan juga pelaku. Setiap harinya telinga saya selalu dihiasi berita perselingkuhan dan perceraian. Entah itu artis maupun teman bahkan tetangga saya sendiri. Akibat otak saya yang selalu diracuni berita negatif dampaknya saya sebagai seseorang yang belum pernah mengecap hidup berumah tangga menjadi takut untuk menikah.

Yah, sangat sangat takut. Takut pada pernikahan. Jika banyak orang  takut belum menikah karena mungkin engak laku atau terlalu banyak memilih tapi saya malah sebaliknya takut untuk menikah. Takut memasuki kehidupan pernikahan. “Boneka Panda saya” yang telah saya kenal dan telah menjalin hubungan hampir setahun ini berniat untuk membawa hubungan kami ke pernikahan. Pada awalnya saya senang sekali berarti ia serius dan sungguh-sungguh mencintai saya hingga ia rela ingin berbagi menghabiskan hidupnya bersama saya.

Saya kenal ia adalah sosok yang bertanggung jawab dan tidak neko-neko. Pada awalnya saya pun sangat yakin ia lah sosok yang tepat yang saya cari selama ini. Jawaban atas do’a do’a saya. Akan tetapi dalam beberapa bulan ini saya menemukan ada yang lain pada dirinya. Walaupun ia selalu mengatakan  sayang, cinta dan bahkan berniat membangun rumah tangga bersama saya dan memiliki anak-anak yang lucu dari saya tetapi tiba tiba hati saya menjadi ragu. Saya menjadi phobia pada pernikahan.

Saya pernah menemukan ada beberapa nomor asing di hp nya. Nomor itu selalu tidak sama dan rajin sekali menelpon dia siang dan malam bahkan lebih dari setengah jam. Pernah saya tanyakan siapakah  pemilik nomor itu. Jawabannya ia adalah sahabat lamanya dan saat ini sedang berada di luar negeri dan telah menikah. Mereka suami istri ingin kembali ke Indo dan membutuhkan bantuan dia. Oke saya terima alasannya. Tapi makin hari saya merasa ada yang lain, kenapa ia marah sekali ketika saya hendak mengangkat telpon dari nomor itu, terus pernah juga saya temukan ia sedang menerima telpon dari perempuan itu di kamar mandi dan bahasanya halus sekali seperti sedang berbicara dengan perempuan.

Saya simpan kecurigaan saya. Buat apa berprasangka buruk toh saya yakin cintanya hanya untuk saya, ia tidak mungkin berbagi hati dengan yang lain apalagi perempuan itu telah menikah dan ia pun katanya juga mengenal suaminya.

Pada suatu malam karena keisengan saya coba buka Facebook milik Panda saya. Alangkah syok nya saya ketika banyak sekali saya menemukan pesan masuk dan keluar dengan perempuan itu berisi  pesan romantis layaknya orang yang sedang menjalin hubungan special bahkan mereka memiliki panggilan sayang sendiri 😯

Awalnya  saya selalu berpikian positif terhadap mereka tetapi setelah saya mengetahui ada yang tidak beres diantara mereka maka mendadak tangan saya gemetaran, badan terasa panas dingin menggigil, jantung berdegup kencang. Perlahan air mata mengaliri pipi. Saya ikhlas jika saya harus melepaskan semua yang telah saya miliki setahun terakhir ini. Segala kenangan manis bersama. Lebih baik sekarang saya mengetahui perbuatannya daripada tidak sama sekali. Allah menunjukkan siapa dia dan bagaimana dia dibelakang saya :mrgreen:

Kini permasalahan ini telah selesai dan Boneka Panda saya bilang ia sudah tidak memiliki hubungan lagi dengan perempuan itu bahkan tuh perempuan telah dihapus dari friend list di fb nya. Mereka sudah tidak pernah lagi telpon telponan. Ya lagi lagi saya terima alasannya 🙂

Oke saya lega, hubungan ini masih bisa bertahan. Baru aja beberapa minggu pulang ke Jambi tiba tiba keisengan saya kambuh lagi. Saya coba membuka akun fb nya dan lagi lagi saya menemukan ada pesan romantis dengan perempuan lain dengan wajah yang beda tapi nama yang sama. Memang ada jutaan manusia di bumi ini yang punya nama mirip tapi tentu wajahnya tetap beda. Ternyata ia sedang coba-coba pedekate dengan perempuan baru. Lagi-lagi saya naik darah, kembali emosi. Siapa lagi perempuan iblis gatal yang ingin ia dekati 😡

Setiap hari ia selalu ngomong rencana pernikahan kami tapi di belakang saya ia berbuat seperti ini. Sampai detik ini pun saya masih tidak mengerti apa maksud dia. Apa yang ia inginkan. Apakah ia ragu pada kesungguhan saya. Apakah ia sangsi pada pengorbanan saya selama ini.

Seringkali saya katakan jika ia tidak yakin pada hatinya tentang hubungan kami maka saya mempersilahkan ia untuk memikirkan kembali rencana pernikahan kami. Bagi saya buat apa hidup berumah tangga jika hatinya tidak sungguh-sungguh dan terbagi untuk yang lain. Semua akan terasa percuma terasa hambar. Berkali kali juga ia mengatakan bahwa ia serius dan sungguh-sungguh ingin menikahi saya 😦

kau hancurkan hatiku, kau hancurkan lagi,  kau terangi  jiwaku, kau redupkan lagi

Alasan lain kenapa saya takut pada pernikahan yaitu saya takut jika saya benar-benar telah menjadi istrinya dan setelah 10 tahun hidup bersama tiba-tiba ia berubah, terpikat pada pesona perempuan lain. Perempuan yang jauh lebih muda dari saya. Sedangkan saya telah menjadi seorang ibu rumah tangga biasa yang telah dianugerahi anak-anak yang lucu. Setiap harinya bergumul dengan kesibukan rumah tangga, mengurus anak dan suami tetapi di luar sana suami saya main hati dengan perempuan lain. ough…. betapa sakitnya. Setelah semuanya  saya berikan, korbankan untuk dia eh malah berani-beraninya mengkhianati saya. Demi perempuan yang baru saja ia kenal.

Saya akui saya berasal dari keluarga broken home dan begitu juga “Si Panda”. Sebagai seorang perempuan saya takut jika kehidupan saya seperti orang tua saya dulu. Saya tidak mau jika rumah tangga saya terpecah belah. walaupun saya tahu perceraian orang tua saya bukan karena orang ketiga  tapi karena tidak ada lagi kecocokan *klise banget alasannya* Itu juga sebab mengapa saya takut menikah. Pernikahan begitu mengerikan :mrgreen:

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi sepuluh bahkan berpuluh tahun lagi dengan kehidupan rumah tangga saya. Apakah saya masih sebagai istrinya atau apalah… jadi intinya saat ini

SAYA TAKUT MENIKAH !!!!!!!

Iklan