Saya menangis tapi saya tak tahu apa yang sedang saya tangisi. Air mata ini hanya ingin mengaliri pipi ini. Batin ini menangis, risau, resah, takut jika ia tak mampu bertahan.

Mungkin orang lain memandang saya ini cengeng, penakut dan pengecut. Biarkan saja. Inilah saya. Terkadang saya begitu percaya diri, optimis dan tegar tapi di lain waktu tiba –Β  tiba saya menjadi seorang mahkluk lemah dan menyebalkan. Dimana kekuatan saya. Dimana senjata optimis, ketegaran dan percaya diri saya. Dimana kini mereka bersembunyi. Jangan tinggalkan saya sendiri di sini terkulai tak berdaya.

Batin ini masih bersedih diiringi air mata yang tak henti mengalir. Perlahan tapi pasti mengenangi kekuatan saya 😦

******

Kini setelah mata ini menguras air mata melepaskan bebannya di hati kini terasa ringan kembali. Perlahan kekuatan yang tadinya bersembunyi kembali datang mengisi hati dan pikiran saya. Energi positif itu terus mengaliri tubuh saya masuk ke rongga kulit, menyatu bersama darah dan berdenyut ke urat nadi mengikuti detak jantung.

Ternyata saya butuh waktu sendiri dulu untuk melepaskan beban di hati. Meluapkan dengan air mata agar saya bisa kembali pulih dan tegar menghadapi dunia πŸ˜€

*****

Dibalik kekuatan pasti ada kelemahan karna no body’s perfect πŸ™‚

Iklan