Saya adalah seorang perempuan biasa yang lahir dari keluarga biasa biasa saja, memiliki orang tua yang pengertian, adik adik yang mengasyikkan dan teman teman yang selalu saya kangeni.

Saya adalah seorang perempuan biasa yang sedang beranjak dewasa belajar untuk bisa mengisi hidup ini dengan kebaikan.

Saya adalah seorang perempuan biasa yang memiliki seorang pacar calon suami yang sangat penyayang. Menyayangi saya lebih dari dirinya sendiri. Sabar menghadapi segala rengekan dan ocehan saya, sifat kekanakan dan kemanjaan saya. Rela berkorban dan membela saya demi cintanya yang teramat besar. Selalu bekerja keras agar bisa membahagiakan saya.

Tak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya jika saya diberikan seseorang yang begitu luar biasa seperti dia, mencintai saya dengan kesungguhan hati.

Saya benar benar beruntung. Allah baik sekali kepada saya. Tak pernah terbayangkan sebelumnya hingga pada akhirnya sayalah perempuan yang ia pilih untuk menjadi pasangan hidupnya kelak, calon ibu dari keturunannya.

Saya seorang perempuan biasa, anak rumahan dan suka menyendiri. Dunia saya berbanding 180 % dengannya. Pergaulan luas, memiliki teman di mana mana hingga tak salah jika banyak perempuan lain di luar sana yang menyukainya dan ingin menjadi teman dekatnya.

Dan saya masih seorang perempuan biasa. Salahkah saya jika saya cemburu. Cemburu mendengar kisah masa lalunya. Cemburu mendengar kepedulian dan perhatiannya. Kecemburuan saya karna saya takut kehilangan dia. Sama seperti dia, saya pun juga menyayanginya dengan sepenuh hati saya. Saya juga tak ingin jauh darinya, kan saya tanam di dasar hati janji suci kami.

“ bahwa saya adalah yang pertama dan terakhir bagimu dan begitu pun kamu di hati saya. Kamulah satu satunya. Bagaimana pun masa lalu kita itu semua tidak akan mempengaruhi cinta kita. Hubungan kita tetap langgeng sampai kakek nenek kita tumbuh tua bersama hingga ajal memisahkan kita. Jangan pernah berubah “.

Saya hanya seorang perempuan biasa yang diberikan seorang pacar calon suami yang sangat luar biasa. Mungkinkah tulang rusuknya yang terpisahkan itu adalah saya.

Yang saya tahu kucinta dia dengan sepenuh cintaku, sepenuh hatiku, dengan semampuku. Sebesar harapan dan rasa syukur ku memilikinya.