Di sini, di tempat ini aku menunggumu. Menunggu kehadiranmu.  Sepi sendiri terpaku seorang diri. Menanti janjimu menemuiku.

Waktu terus berjalan percuma. Detik, menit terus berlalu. Siang berganti malam dan malam kembali berganti siang. Namun tak ku lihat sedikit tanda kehadiranmu. Ada apa denganmu. Kenapa sampai detik ini kau tak juga hadir di hadapanku. Dimana kau berada. Adakah kau di sana mengingatku. Aku masih di sini menunggumu.

Aku ingin pergi meninggalkan tempat ini mencari dirimu. Menelusuri jalan, menerobos gigitan matahari, bertahan di kedinginan malam tetapi hati berkata jangan kau pergi, jangan kau tinggalkan tempat ini. Rumput dan pepohonan terus memohon menghiba. sang matahari masih kukuh menghadang dan siap menggigitku. Alam berkata tetaplah setia di sini menunggumu.

Hatiku mulai risau galisah. Bisikan pesimis mulai menghantuiku, takut bila kau meninggalkanku dan melupakan janjimu. Ku ingin marah meluapkan kejenuhan dan kekesalanku namun hatiku tak bisa, ku tak sanggup.

Alam masih menghibur memintaku untuk tidak menyerah dan aku masih di sini setia menantimu. Aku yakin kamu pasti menemuiku menepati janjimu. Cepatlah kembali jangan biarkan aku terlalu lama menantimu.

*******

Menunggu emang kegiatan yang membosankan, menyebalkan, bikin bete dan memancing emosi. Butuh extra kesabaran.

Iklan