Ini adalah kelanjutan tulisan saya sebelumnya tentang I Knew I loved you. Setelah berbulan bulan akhirnya baru hari ini bisa buat laporannya. buat teman-teman sorry sorry mayori dimaafkan yah…. (sambil nyalamin satu per satu) 🙂

Ku kenal dia di tahun 2005 lewat YM tetapi selama 4 tahun kemudian komunikasi kami terputus. Saya sibuk dengan dunia saya sendiri dan ia pun begitu hingga akhirnya saya benar – benar lupa tentang dirinya, lupa bahwa saya pernah mengenal dia tetapi tidak dengan dia. Dia masih ingat saya dan semua obrolan kami dulu. Saya tidak pernah berniat serius berteman dengan seseorang yang saya kenal dari dunia maya karna menurut saya orang – orang yang berkecimpung di dunia maya hanyalah orang iseng yang lagi kurang kerjaan yang bisanya cuma gombal dan berbohong. Saya emang tidak suka ber YM ria kecuali pada orang yang benar – benar saya kenal. Saya lebih memilih berteman dengan seseorang yang jelas wujudnya dan keberadaannya ada di depan mata saya. Tapi kini semua asumsi saya itu terpatahkan. Ternyata saya telah salah menilai dan tidak semua orang yang saya kenal dari dunia maya seperti itu. Contohnya pada teman sesama blogger dan boneka panda saya.

Ia mampu mengalihkan dunia saya. Tak pernah saya temukan sosok seperti dia pada teman dekat saya sebelumnya. Saya telah jatuh hati pada nya sebelum bertemu. Saya merasa cocok dan dialah sosok yang saya cari selama ini walaupun pandangan saya tertutupi tapi hati bisa merasakan karna rasa tak pernah bohong hanya satu alasan Feeling.

Senin 15 Juni 2009 jam 7 pagi pertama kali kami bertemu. Sebelumnya ia selalu menolak untuk menunjukkan gambar dirinya dengan alasan surprise. Pagi itu saya melihat ada 2 orang pria yang sedang duduk sendirian sedang menanti seseorang. Saya pun sempat binggung dan berniat berbalik arah melupakan copy darat kami pagi ini. Ternyata boneka panda saya telah mengenali saya dari kejauhan dan menyambut saya dengan senyuman manisnya. ahh…. akhirnya datang juga

Kata demi kata terucap dari bibirnya menunjukkan betapa bahagianya dia bisa bertemu saya dan saya sendiri tak banyak bicara masih bengong sendiri. Saya perhatikan ia dari atas sampai ujung kaki, saya dengar baik – baik suara dan ucapannya. Yah… ternyata emang benar saya tak salah orang. Saya mengenali suara ini dan kata – kata ini sering terucap dari bibirnya.

Tubuhnya yang tinggi dan sedikit ndut tapi ngak ndut banget membuat saya gemes pada lemak yang menempel pada tubuhnya. Terasa nyaman memeluknya seperti memeluk boneka panda. Saya seperti anak kecil yang kegirangan dibelikan boneka panda dan memeluknya erat – erat seolah – olah tak ingin lepas dari genggaman saya tapi sayang boneka panda ini belum bisa menemani tidur saya. hahhahahaha…. 😀