Banyak orang bilang katanya mimpi adalah bunga tidur, ya kalo mimpinya bagus pasti jadi bunga tidur, nah kalo mimpinya serem jadi apanya tidur yah??? Semalam saya mimpi yang aneh sekali dibilang bagus iya dan dibilang ada sedikit ketakutan juga ada tapi bukan serem.

Semalam ayah, Ibu dan kedua adik hadir di mimpi saya. Menceritakan ayah hendak pergi meninggalkan kami tapi ibu menyuruh saya untuk melarangnya pergi dan meminta saya untuk mengulur kepergiannya. Tetapi ayah bersikeras meninggalkan kami. Kami terus mengikuti langkah ayah dan tak ingin ia hilang dari pandangan kami.

Tiba-tiba kami berada di tengah hutan yang gelap tak ada setitik pun cahaya. Saya ketakutan, takut jika ada sosok mahkluk lain yang menarik saya dari kegelapan hutan. Saya butuh seseorang yang bisa melindungi saya dan saya menangis sambil memanggil nama ayah karna saya memang takut gelap kemudian ayah muncul di hadapan saya. saya pegang erat tangannya. Di situ saya dapat merasakan bahwa ayah masih menyayangi kami dan ia pun juga keberatan pergi jauh meninggalkan kami.

Setelah keluar dari hutan tiba-tiba kami berada di sebuah pasar. Di sana hidup kami sangat susah tak punya sekeping pun uang logam hanya baju yang melekat di badan. Hidup kami miskin jauh lebih miskin dari seorang pengemis. Bahkan sang pengemis itu yang membagikan uang kepada orang-orang susah seperti kami sebesar Rp. 200 per orang. Ia memberikannya kepada kami kecuali saya yang tak mau menerima uang pemberiannya. Saya merasa gengsi dan tak percaya kok bisa hidup saya lebih miskin dari sang pengemis ini. Saya malu menerima pemberian dari nya, kemana rumah, pakaian, uang dan tabungan saya selama ini. Ini seperti sesuatu yang mustahil dan sulit dipercaya.

Di sisi lain sang pengemis ini berjalan ke sana kemari keliling pasar seperti tak ada tujuan tapi hidupnya seperti lapang dan ikhlas, selalu melekat senyum di bibirnya. Ia menasihati semua orang agar tidak sombong dengan harta kekayaan dan bersyukur atas rejeki yang telah Allah berikan. Saya tidak merasa sombong tapi saya hanya tidak percaya pada hidup saya saat itu. Melihat tingkah saya, Ibu tidak berkata apa-apa hanya tersenyum seolah-olah ia tahu apa yang sedang saya pikirkan.

Apakah makna yang tersembunyi dari mimpi saya ini, apakah saya terlalu sombong hingga lupa bersedekah. Lupa pada hak orang-orang dhuafa atas rejeki yang saya terima ataukah saya benar-benar merindukan keutuhan keluarga saya. Duh, saya memang merindukan keutuhan keluarga saya seperti dulu, ada Ibu di sisi saya, ada Ayah yang melindungi kami dan ada adik-adik sebagai teman bermain saya.

Ya saya akui beberapa hari ini setiap malam sehabis shalat selalu saya sempatkan baca surat yassin untuk ibu ataupun membaca al quran. Setelah itu di dalam tidur ibu selalu hadir. Saya selalu mimpi tentang dia. Sosoknya hadir dengan senyum manis di bibirnya sama seperti sewaktu ia pergi meninggalkan kami 3 tahun yang lalu. Saya memang sedang membutuhkan kehadirannya terutama pada saat dihadapkan pada masalah seperti saat ini. saya butuh tempat berbagi, saya butuh nasihatnya, saya butuh sosoknya yang selalu ngertiin saya. I miss her so much

Ayah, Ibu, dan kedua adikku percayalah Yuli sayang kalian. Sering kali kita berselisih paham tapi di hati saya tetap menyayangi kalian. kalian bagian dari hidup saya karna pada tubuh kita mengalir darah yang sama, berasal dari orang tua yang sama yaitu Ayah dan Ibu kita.