Hati saya sedang sakit, sakit rasanya mendengar ocehan orang-orang yang selalu menjelekkannya, memandang hina dirinya dan meremehkan kemampuannya. Penjelasan apapun yang kami berikan seolah-olah sudah tak penting lagi. Mereka sudah tak mau mendengar penjelasan kami. Mereka telah menghakimi kami bersalah dan memvonis kami tidak berhak hidup bahagia bersama. Mereka hanya bertahan pada argumen mereka sendiri dan tak peduli perasaan kami. Mereka hanya menilai orang lain dari sisi luarnya saja dan tak tertarik mengenal sosoknya lebih dalam lagi.

Mereka bilang dia begini, dia begitu, saya begini, saya begitu. Mengapa semua orang meragukan cinta kami. Apa salah kami, apa kami salah bila saling mencintai. Satu sisi saya menyayanginya dan di sisi lain mereka adalah keluarga saya sendiri. Semoga apa yang mereka kira itu tidaklah benar. Saya mengenal dia dan sampai saat ini di mata saya tak ada sedikit pun kecurigaan mereka terbukti benar.

Mungkin ini cobaan kami, bagian dari proses pendewasaan diri. Sebuah ujian apakah kami bisa mempertahankan cinta kami dan membuktikan kepada semua orang bahwa kami tidak bersalah. Ya Allah jika saya telah cinta buta kepadanya maka bukakanlah mata saya untuk bisa melihat dari sudut pandang objektif. Lindungilah kami dari orang-orang yang berniat buruk pada kami. Janganlah engkau berikan cobaan melebihi kemampuan kami. Beri kami kekuatan.

Aku percaya di balik ujian ini ada kebahagiaan yang sedang menanti kami