Dua hari kemarin dan sampai hari ini merupakan hari yang melelahkan, mata ini tak henti-hentinya menangis, dan sampai hari ini kesedihan itu masih mengelayuti hatiku. Malam itu langit mendung, tak ada bintang, langit begitu gelap *ya iyalah namanya juga malam hari*. Sama seperti hati kami yang sedang sedih tak sanggup dan juga tak siap harus berjauhan apalagi saya merasa ada usaha dari pihak-pihak tertentu yang ingin memisahkan kami. Kesedihan ini masih terasa sampai detik ini tetapi cinta ini tak pernah surut apalagi padam dari hati kami. Kami berdua tetap yakin dan terus melangkah memperjuangkan cinta ini sambil membuktikan bahwa kami bisa bertahan.

Sebel ngak sih ngadepin orang yang sok tahu, sok ngatur urusan orang lain dan sok bertangung jawab. Merasa bahwa dirinya lebih dewasa, lebih tua dan lebih berpenggalaman. Bikin eneg ngadepin orang-orang yang seperti ini. Kalo ngak tahu apa-apa ngak usah sok tahu deh apalagi banyak komentar. saya mengenal siapa dia sesungguhnya. Saya tahu apa yang saya lakukan dan saya pun juga tahu konsekuensinya karna saya yakin inilah hidup saya dan tidak ada satu orang pun yang bisa mengatur hidup saya kecuali dia *sambil menunjuk ke atas*. Ini adalah pilihan saya dan saya yakin dia lah yang terbaik untuk saya. Orang tua saya saja yang membesarkan dan membiayai hidup saya tidak pernah mengekang apalagi mengatur pilihan saya apalagi kamu yang statusnya hanya tante saya merasa sok bertanggung jawab atas pilihan saya hanya karna selama 3 tahun ini saya numpang tinggal di rumahnya. Orang tua saya telah merestui hubungan kami tetapi kenapa mereka-mereka itu malah sok ngatur, mempermasalahkan kami.

Mengapa saya begitu yakin pada pilihan saya yang satu ini karna saya melihat dialah jawaban dari doa-doa saya selama ini. Allah memberikan dia untuk saya dan saya tidak akan melepaskan dia begitu saja karna saya yakin dia lah belahan jiwa saya, saya lah tulang rusuk yang terpisahkan itu. Banyak hal yang tak terduga yang saya dapatkan dari dirinya dan membuat saya semakin berdecak kagum. Kenapa baru sekarang kami bertemu. kemana saja kamu selama ini. Mungkin kita harus mencintai orang yang salah sebelum mendapatkan dan mencintai seseorang yang tepat.

Saya bertahan karna saya yakin cintaku kepadamu bukanlah cinta biasa dan akan saya hadapi orang-orang yang ingin menghalangi niat baik kami membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Bersama kami pasti bisa. Ini adalah cobaan Nya dan merupakan bagian dari proses pendewasaan diri. Di tempai ini saya bertahan menghadapi orang-orang yang memandang sinis kepada kami. ya sekarang kalian boleh menertawakan kami tetapi cinta kami tidak pernah hilang. Dia memang bukanlah siapa-siapa, tidak berasal dari keluarga kaya raya berdarah biru. Dia memang orang miskin harta tapi ia kaya iman. Dia memang tidak punya harta untuk dipamerkan tapi ia punya kepedulian hati untuk disebarkan menolong sesama. Janganlah kalian menilai seseorang dari kekayaannya toh harta ngak bisa dibawa sampai mati hanya amal ibadah yang bisa menolong kita. Harta masih bisa dicari tetapi hati yang bersih, iman yang kuat tak semua orang memilikinya. kami tidak punya masalah apa-apa dengan kalian, biarkan kami hidup bahagia.

Dia adalah pilihan saya dan saya pun percaya bersama kami pasti bisa.