Di keluargaku kucing merupakan hewan yang sangat disayangi, semua orang di rumah sudah menganggap kucing juga termasuk bagian dari anggota keluarga kami (duh… segitu sayangnya). Kali ini Yuli mau cerita salah satu kucing kesayanganku namanya Mio Katarina, cantikkan namanya. Dia adalah kucing jantan dan biasa dipanggil Mio, io atau io ayank. Biasanya saya biasa memanggilnya dengan sebutan Mio Katarina kucing anggora walaupun ia bukanlah dari keturunan anggora dan hanya kucing kampung biasa tapi di mataku ia adalah seekor kucing dari ras anggora (maksa banget,impian yang ngak kesampaian punya kucing anggora) 😀

Awalnya dapat nama ini ngak asal asalan. Saya lihat di keningnya ada seperti tanda berbentuk huruf “M” maka saya berpikir apa nama yang bagus untuk dia. Dulu saya juga pernah punya kucing namanya Mickey tapi ngak mungkin yang ini dikasih nama yang sama. Tiba-tiba terlintas di pikiranku nama Mio, seperti merek kendaraan roda dua ya tapi saya pikir lucu juga dengan dirinya yang imut dan tingkah lakunya yang energik, ngak bisa diam kesana kemari. Sedangkan nama Katarina ini saya comot dari nama salah satu mantan istri pelawak Indonesia sewaktu nonton infotainment. Menurut saya nama ini bagus juga dan selalu terngiang ngiang di kepala saya maka saya abadikan aja nama ini pada nama belakang kucing saya. lucu juga ternyata Mio suka dengan Full name nya.

Mio KatharinaMio adalah anak yatim piatu (emang ada ya kucing yatim piatu) maksudnya mio dibuang dan terpisah dari ibu dan saudaranya. saya sendiri aja ngak kenal siapa ibunya apalagi majikannya dulu yang dah tega membuang dan memisahkan hubungan ibu dan anak di saat ia masih bayi dan masih membutuhkan asi dari ibu kucing.

Saat itu hari jumat jam 12 siang di kala matahari sedang teriknya dan mio kecil sedang menangis kelaparan karna dah semalam ia di luar dan tak ada seorang pun yang mengasuhnya. saat itu saya dan ibu merasa kasihan dan tidak tega mendengar ia menangis, maka ibu berinisiatif untuk mengasuhnya. Segera ibu mandikan ia terlebih dahulu dari kotoran yang menempel di tubuhnya dan memberikannya susu. Wah ternyata Mio kecil benar-benar lapar dan kurang dari 5 menit susu yang ada di dalam mangkok sudah habis tak bersisa. Karena kondisi tubuhnya yang menggigil karna kedinginan maka Mio dimasukkan ke dalam kardus dan dijemur dibawah terik matahari. Kulihat ia tidur sangat pulas tapi setelah 1 jam kemudian ia seperti gelisah dan terbangun dari tidurnya. Terkejutnya saya tiba-tiba sudah banyak semut merah yang mengerayangi tubuhnya. Segera ibu mengelurkannya dari kardus itu (maaf ya mio, maksud hati hendak menghangatkan tubuhnya tapi kenapa jadi begini) 😦

Pertama kali bertemu Mio, saya tidak mau memegangnya karna saya pikir walaupun sudah dimandikan tapi saya merasa ia hanyalah kucing kampung yang jorok dan tak pantas bersentuhan dengan kulit saya *sok bersih* 😡 tapi kesombongan saya akhirnya runtuh juga. Ia pandai sekali mengambil hati saya, apalagi melihat tingkah lakunya yang lucu dan ngemesin bikin saya menyayanginya. Setiap hari saya dan ibu bersama-sama memberinya makan, memandikannya dan tak lupa membersihkan kotorannya sampe-sampe setiap jam 10 malam saya harus mengajaknya keluar dan membiasakanya untuk pipis dan buang air besar.

Ada satu kebiasaan Mio yang aneh, dia suka banget maen sama anak laki-laki dan kebetulan tetangga sebelah rumah cowok semua dan jika ia menghilang dari rumah maka tak susah mencarinya ia pasti ada di sebelah. Selain itu Mio suka banget mengejar kaki dan pernah seorang anak temannya ibuku menangis karna dikejar oleh Mio. Bila malam tiba maka ia akan mengendus-endus masuk ke kamar dan mencari kaki siapa saja untuk diajak bergurau (Mio…. ini dah malam waktunya tidur dan bukan saatnya untuk bermain, nih kucing emang rese). Selain itu Mio suka sekali memanjat ke dalam dek rumah tapi tidak bisa turun, kalo dah begini saya juga yang repot harus berdiri di atas bak kamar mandi dan menariknya supaya ia bisa turun.

Setiap hari saya selalu ingin bersamanya dan bila saatnya kuliah maka saya selalu berpikir untuk cepat-cepat pulang ke rumah dan bermain dengannya. Pagi-pagi sebelum pergi ke kampus terlebih dahulu saya menberikannya makan dan selama saya pergi ia tidur dan akan bangun jika saya dah nyampe rumah. Semakin lama saya semakin menyayanginya dan terkadang ia tidur di samping saya, satu bantal berdua. Mio pintar banget di saat semua orang dah tertidur pulas maka diam-diam ia naik ke tempat tidur dan bila saya memarahi atau melarangnya ia tidak pernah mengindahkan ucapan saya, cuek aja mungkin ia tahu bahwa saya menyayanginya dan kalo pun saya  marah itu ngak serius. Wajar aja ia menjadi kucing rumahan yang manja.

Mio menyukai ikan lele, buncis, tempe goreng dan sangat takut dengan tikus (dasar kucing yang aneh). Setiap saya pulang dari bepergian ia selalu menunggu saya di depan rumah dan  meminta saya  memeluk dan mengendongnya.  Terkadang  di saat  sedang punya masalah,  saya  elus  badannya sambil  curhat tentang masalah saya meskipun saya sadar  saya adalah orang yang aneh ngomong sendiri dengan kucing dan tentu ia tidak mengerti dengan bahasa manusia tetapi setelah itu saya merasa ada semacam aliran yang memasuki tubuh saya yang terasa damai dan tenang. Saya merasa beban pikiran saya sedikit berkurang dan tidak semumet sebelumnya.

Saya pernah berkhayal seandainya Mio ini adalah sosok seorang pangeran tampan dari negeri seberang yang berwujud kucing. Ia mengerti bahasa saya tapi ia tidak bisa berbicara dengan bahasa manusia, hanya bisa diam mendengarkan keluh kesahku. Pada suatu hari saya  memeluk dan mencium pipinya dan tiba-tiba Mio kembali berubah menjadi seorang pangeran tampan. Karna kebaikan saya maka ia mengenalkan saya dengan ayah dan ibu nya dan meminta saya untuk bersedia menjadi istrinya. Sejak saat itu Pangeran Mio dan Putri hidup bahagia. (hehehe….inilah akibat terlalu banyak baca dongeng makanya jadi begini ) 😛

Tapi kini Mio sudah ngak ada, pada suatu hari tiba-tiba ia menghilang dan tak pernah pulang.  saya mencarinya kesana kemari dan bertanya ke semua orang adakah yang mengetahui keberadaan kucing saya tetapi semua itu nihil seakan akan Mio datang dan pergi begitu aja.  Pada  malam sebelumnya ia  lincah sekali berlarian kesana kemari dengan seekor kucing betina kemudian setelah capek bermain ia  mendekati dan tidur di samping saya. sambil memandanginya tidur, saya elus badannya dan ia tidur sangat pulas malam itu. Saya tidak tahu kemana ia pergi apakah ada seseorang yang menculiknya dan terpikat dengan kelucuannya ataukah Mio benar-benar pergi untuk selamanya meningalkan kenangan yang sangat berkesan di hati saya. Kini sudah hampir genap 3 tahun Mio pergi dan sampai hari ini belum ada seekor kucing pun yang bisa menggantikan keberadaannya di rumah.