Sore itu tidak sengaja aku bertemu seorang teman lama, dah lama sekali kami tidak bejumpa. Awalnya aku sempat berpikir ada angin apa tumben nih anak datang menemuiku, mimpi apa dia semalam. kemarin kemarin kemana aja ngilang ngak ada kabarnya, apakah dia dah lupa denganku, terlalu sibuk dengan dunianya ataukah aku ada salah hingga dia ngak mau lagi berteman denganku tapi perasaan hubungan pertemanan kami baik baik aja dan ngak ada masalah. malahan pas terakhir kali bertemu pun kami masih curhat curhatan. Yang anehnya lagi kenapa suaminya juga ngak keliatan, biasanya dia datang, nelpon atau sms menanyakan keberadaan isrtinya ini (heran masa suami ngak tahu keberadaan istrinya, malah nanyain ke Yuli. yah… kalo aku tahu keberadaannya tapi misal dia lagi ngak sama aku mo nanya ke siapa, nah lo…. heran dah jadi suami istri kok masih gengsi kayak masih pacaran aja. apa dulu waktu bikin anak ngak pake gengsi. hihihi…šŸ™‚ )

Setelah berjabatan tangan dan saling menanyakan kabar ku lihat ia masih seperti dulu, tak ada yang berubah masih tetap ramah, ceria dan subur (badannya masih tetap lebar, hihihiih…..). Kami ngobrol panjang lebar dan bla bla bla unjung unjungnya dia memberi sebuah kabar gembira, ia menjelaskan alasannya kenapa ia harus menghilang tuk sementara. Alasannya karna ia hamil dan tak ingin teman teman mengetahuinya, kukira ia bercanda tapi kudesak terus ternyata yang ia ucapkan adalah benar ( ya ampun Rissa… kamu itu kan punya suami kenapa orang lain ngak boleh tahu kalo kamu itu akan punya buah hati lagi???? padahal aku pengen banget bisa lihat kamu berbadan dua). Beneran aku kecewa, marah baget sama teman ku satu ini yang curang pake acara diem diem segala tapi disisi lain aku bisa merasakan kebahagiaannya, kebahagiaan dianugerahi 2 orang putri yang lucu lucu. Wajahnya sumringah terus kayak iklan pepsodent.

Kami berteman sejak duduk di bangku SMP dan dia memilih menikah di usia muda, sewaktu lulus SMU dia langsung menikah dan nikahnya pun juga ngak ngundang. huh….curang

Menurutku dia berani mengambil keputusan untuk mengikatkan diri dengan orang yang dicintainya pada sebuah pernikahan. Aku masih ingat pada usia segitu aku dan mungkin kita semua masih ingin bebas, masih ingin mengejar cita cita, mikirin mo kuliah dimana, ambil jurusan apa. Belum ada kepikiran tuk membangun sebuah rumah tangga, masih suka lirik kanan lirik kiri dan yang namanya pacaran itu masih putus nyambung putus nyambung sekarang putus besok nyambung lagi seperti lagunya BBB tapi beda banget dengan temanku yang satu ini.

Kini ia telah mempunyai 2 orang putri, yang pertama dah kelas 2 SD dan yang paling kecil baru berumur 8 bulan. Aku ngak nyangka aja, gila gini gini temanku ini tokcer juga bisa berkembang biak dah punya 2 buntut dan Yuli sendiri masih gini gini aja, masih seleksi calon suami. Satu sisi aku ngerasa iri. Temanku dah punya buah hati, status mereka telah berganti menjadi istri dan ibu. Sedangkan Yuli masih hidup dalan dunia perlajangan (tsaaah… istilah darimana nih). Tapi di sisi lain aku bahagia dengan diriku saat ini, aku telah menyelesaikan kuliahku dan kini telah bekerja, sedangkan temanku ini kebalikannya. Dia menikah, punya anak dulu baru kuliah sambil kerja. Ngak kebayang repotnya bagi waktu, terkadang ia harus pergi pagi pulang malam. so wajar aja dulu suaminya sering nyariin dia, takut istrinya ngak pulang pulang, hihihihi……)

Sampai hari ini aku masih bisa bebas, belum mikirin anakku dah dikasih asi belum, suamiku dah pulang belum, hari ini mau masak apa, besok mau makan apa. Aku belum memasuki dunia itu, dunianya seorang ibu rumah tangga. Aku masih hidup dengan duniaku yang warna warni, kadang bahagia kadang sedih, kemarin putus cinta, hari ini jatuh cinta. Masih seleksi calon suami. Inilah diriku saat ini, beda banget dengan teman ku yang bernama Rissa.